7 : 조용히 해 - Be quiet ⚠️

1.3K 90 3
                                    

Namjoon tak menjawab dengan kalimat, melainkan dengan tindakan, ia langsung melumat bibir Bomi dengan rakus, sedikit kasar, dan tak peduli Bomi berusaha mendorong dadanya, penolakan tubuh dari Bomi membuatnya semakin tertantang.

Namjoon turun dari bibir menuju leher, mengecap dan menggigitnya disana memberikan tanda kepemilikan yang pasti akan sangat terlihat.

"D-dad, sakit" Bomi melirih pelan

Namjoon tak peduli, ia malah semakin liar mendengar suara Bomi yang membuatnya terangsang, lirihan itu terdengar sebagai desahan baginya. Tangan Namjoon mulai bergerak, semula berada disamping kepala Bomi kini turun lebih ke bawah, ketempat dimana tangannya puas menemukan remasan.

Bomi berteriak saat ada tangan yang meremas miliknya "Akhh dad!"

Namjoon membungkam bibir Bomi dengan ciuman, dan tangan yang tidak berhenti bermain disana, hanya meremas dari luar, karena handuk Bomi masih menutupi dirinya.

Dan tak berlangsung lama, Namjoon mulai membuka handuk itu, kembali melanjutkan kegiatannya. Namjoon melepaskan bibirnya dari Bomi dan turun ke sana, mengecupnya langsung, membuat Bomi menggeliat dan merasakan sensasi gila yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.

Dengan sekuat tenaga Bomi mendorong Namjoon, sangat keras dan membuatnya bisa lepas, Bomi memundurkan tubuhnya kebahu kasur, tak lupa mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya, ia memang polos tapi ia masih tau tentang apa saja yang tidak boleh dipegang orang lain, dan bagian dadanya bukan termasuk bagian yang diperbolehkan untuk disentuh siapapun, termasuk daddynya.

Bomi mulai berkaca-kaca, rambutnya sangat berantakan. "D-daddy kenapa?" Ucapnya sedikit bergetar

Bomi ketakutan, airmatanya mulai mengalir.

Namjoon seketika terkejut sendiri atas apa yang ia lakukan, kendalinya mulai sedikit bekerja, namun hormon seksualnya masih meronta ingin dipuaskan.

"Sial, ini pasti obat perangsang" batin Namjoon.

Namjoon mendekat kearah Bomi, menyentuh pipi gadis itu dengan lembut dan sekuat tenaga menahan diri agar tidak langsung gegabah.

"Bomi, maafkan daddy"

"Daddy jangan seperti itu lagi, aku takut"

Namjoon menelan ludahnya dengan susah payah, ia tau ini kurang ajar tapi ia tau ini harus cepat selesai sebelum nanti kesadarannya mulai hilang dan malah melakukan lebih.

"maaf, tapi daddy sedang kesakitan sekarang" ucap Namjoon pelan kemudian bangkit dari kasurnya.

Bomi sedikit terkejut, "daddy mau kemana?"

"Ke toilet, kau diam saja dikasur"

Alih alih diam, Bomi malah memakai kembali handuknya dan menyusul Namjoon, ia menggedor pintu kamar mandi.

"Dad, daddy sakit apa? Daddy mau muntah ya?" Tanya Bomi khawatir

Namjoon sengaja menyalakan shower agar suara dari kegiatannya tak begitu kedengaran. Meskipun Bomi tidak mengerti apa yang sedang dilakukannya sekarang, tetap saja ia tidak ingin membuka celah bagi Bomi untuk bertanya tentang itu.

Rasanya ia sangat frustasi sekali sekarang, gejolak didalam tubuhnya karena pengaruh obat itu terlalu mendominasi, ia melakukannya sendirian didalam sana, ingin segera cepat selesai meskipun harus membayangkan Bomi sebagai fantasi seksualnya.

Pengaruh obat perangsang itu membuatnya seratus kali lebih gila.

Beruntung Bomi dapat melepaskan diri tadi, setidaknya ia bisa sedikit sadar bahwa yang dilakukannya salah, jika tidak mungkin yang terjadi akan lebih gila dari sekarang.

Tapi tetap saja, masturbasi dengan membayangkan anak angkatnya bukan hal yang waras. Hanya sedikit lebih baik daripada menerapkannya langsung pada gadis itu

"Dad? Kau baik-baik saja?"

"I-iya Bomi, eunghhhh"

Bomi semakin kencang menggedor pintu kamar mandi. "Dad! Kenapa suaramu begitu?! Kau sakit apa?"

"Hanya penyakit pria dewasa, jangan khawatir"

Bomi tak mengerti, ia memilih untuk diam saja duduk dilantai sembari menunggu Namjoon keluar, gadis itu sangat khawatir, ia paling tidak bisa tenang kalau tau daddynya sedang sakit.

Sekitar 45 menit akhirnya Namjoon keluar dari sana dengan tubuh basah, dan handuk yang menutupi bagian bawahnya, sehabis melakukannya sendirian tampaknya Namjoon langsung mandi untuk membersihkan tubuh.

Bomi langsung memeluk Namjoon dengan erat, khawatir sekali. "Daddy, aku tidak mengerti sakit pria dewasa itu apa, tapi kalau memang obatnya harus menyentuh dadaku, tak masalah, sentuh saja, aku tidak tega mendengar suara daddy didalam, itu pasti sangat sakit kan? Aku belum pernah mendengar yang semacam itu sebelumnya"

Saat itu juga Namjoon langsung mengutuk dirinya dengan ribuan sumpah serapah, bagaimana bisa dia melakukan hal kurang ajar itu pada gadis sepolos ini? sebaik ini?!

Namjoon tak membalas pelukan Bomi sampai gadis itu sendiri yang melepaskannya.

Bomi menatap Namjoon dengan senyuman, dipipinya masih terlihat basah karena airmata, Namjoon merapikan rambut gadis itu kebelakang, dan menemukan bekas merah keunguan dilehernya, sesaat Namjoon tercekat.

"Kau bukan manusia Namjoon!" Batinnya memaki diri sendiri

"Apa didalam daddy muntah?" Tanya Bomi, spontan saja karena logikanya mengatakan masuk akal kalau muntah langsung lari ke toilet.

Pemikiran sederhananya itu tidak sepenuhnya salah, Namjoon memang muntah, namun dalam artian yang lain.

Namjoon hanya mengangguk lemah.

"Daddy istirahat dikasur ya, aku akan minta Songhee Eonnie buatkan bubur" ucap Bomi kemudian buru buru melangkahkan kakinya untuk keluar, namun dalam sepersekon, Namjoon menarik tangannya, membawa tubuhnya dalam dekapan, memeluk erat dan hangat.

"Daddy?" Ucap Bomi bingung.

Namjoon semakin mengeratkan pelukannya. "Tetap seperti ini"

Bomi mulai mengerti, daddynya itu pasti memerlukan pelukan, maka Bomi melingkarkan tangannya ditubuh bagian atas Namjoon yang polos tanpa sehelai kain, sembari mengelusnya pelan, berniat menenangkan-ia belajar adegan itu dari film barbie yang pernah ia tonton.

Namun alih alih merasa nyaman, Namjoon malah terlihat gelisah.

"B-bomi jangan dielus"

Bomi mengangguk pelan, juga bingung karena menurutnya itu bentuk penenangan yang baik. Dari film barbie yang ia tonton jelas si barbie mengelus punggung Ken pacarnya supaya lebih tenang, Bomi hanya ingin melakukan hal serupa dengan niat baik, tapi nyatanya Namjoon tidak suka.

"Diam saja bomi, diam saja" ucap Bomi dalam hati.

Gadis itu tak mengerti, entah dirinya yang salah, atau daddynya yang bermasalah.

Wild Feeling | KNJTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang