🧸🐱
Jam pelajaran terakhir di kelas Lisa adalah pelajaran olahraga, dimana semua murid dikelasnya di wajibkan untuk mengikutinya di lapangan.
Cuaca tidak terlalu panas, sore hari biasanya matahari menjadi lebih hangat. Namun, tak sedikit para murid mengeluh karna sinar matahari itu.
" Ayo. ! Semuanya berkumpul." Teriak sang pelatih. Memerintahkan untuk muridnya berkumpul di lapangan.
Lisa yang sejak tadi duduk di bawah pohon pinggir lapangan guna istirahat, mau tak mau mengikuti apa yang sang guru pria itu perintahkan. Dengan malas ia bangkit dan ikut berkumpul bersama teman-temannya yang lain.
Lisa berdiri di samping Chaeyoung, melirik kakak kembarnya yang terlihat sangat kelelahan setelah mengikuti olahraga. Pelipis gadis blondé itu sudah basah oleh keringatnya sendiri.
" Untuk materi hari ini selesai. Terimakasih sudah meluangkan waktunya di bawah matahari yang terasa menyengat. Untuk itu, kalian bisa segera beristirahat dan pulang" Ucap sang guru berbicara di hadapan semua murid.
Semua murid menghela nafasnya lega. Akhirnya pelajarang yang asik namub melelahkan itu telah selesai. Mereka bisa pergi menghindari teriknya sinar matahari.
" Lisa-yaa.. "
Lisa yang sedari tadi memperhatikan Chaeyoung sontak menoleh pada guru olahraganya. " Nde ? "
" Hari ini jadwal piketmu bukan ? " Tanya sang guru. Memang, setiap jam pelajaran olahraga, di wajibkan untuk para murid membereskan peralatan olahraga saat mereka mendapatkan jadwal piketnya. Termasuk Lisa.
" Tolong simpan dan rapihkan kembali ke tempat semula. " Ucap guru itu setelah mendapat anggukan dari Lisa.
Setelahnya, guru itu pergi dari lapangan, meninggalkan para murid yang menjadi riuh karna mengeluh lelah.
Lisa berjalan, mengambil beberapa bola untuk ia masukan kedalam kerangjangnya. Namun, gerakannya terhenti saat melihat seseorang membantunya.
" Biar ku bantu. " Jennie tersenyum manis disana.
Lisa diam saja, kemudian tersenyum tipis, membiarkan Jennie membantunya. Tak sadarkah Lisa, ia baru saja tersenyum. Itu pertama kali Jennie melihatnya. Tidak. Maksudnya itu pertama kali Lisa memberikan senyum untuknya.
" Lisa-yaa.. " Jinhwan berteriak kencang. Menghampiri Lisa dengan membawa satu kantung plastik berisi minuman dingin.
Jinhwan memang sengaja membelikan Lisa air minum, karna memang itu sudah menjadi rutinitasnya saat selesai melakukan olahraga.
Lisa menerima satu botol air minum itu. Ia terdiam beberapa saat. Melihat Jennie mengusap keringatnya yang bercucuran di pelipis. Tanpa mengatakan apapun, gadis berponi itu memberikan botol minum yang belum ia buka sama sekali pada Jennie.
Jennie menatap Lisa dan minuman itu bergantian tanpa mengambilnya. " Mwo ?. "
" Untukmu. " Lisa menyodorkan botol itu. Kemudian di terima oleh si gadis bermata kucing.
Jinhwan hanya diam, tak ingin berkomentar. Meskipun bertanya-tanya, karna ia berniat memberikan minuman itu pada Lisa. Tak disangka, gadis berponi itu justru memberikannya pada Jennie.
Setelah dirasa sudah selesai, Lisa berjalan bersama Jennie dan Jinhwan beriringan untuk menyimpan bola-bola dan peralatan lainnya ke gudang.
Mata Lisa tertuju pada gadis blondé yang duduk di bawah pohon dengan temannya, tangannya tak henti mengibaskan-ngibas karna kepanasan.

KAMU SEDANG MEMBACA
LISA ( Jenlisa )
FanfictionKetika menjadi seorang yang berbeda dengan yang sebenarnya. Sulit sekali. Hanya saja, waktu mengajarkan untuk menjadi terbiasa.