🧸🐱
Sepeda motor itu melaju dengan kecepatan tinggi di tengah jalanan sepi dini hari. Membelah jalan seperti jalannya sendiri.
Lisa. Gadis itu harus segera sampai di rumahnya. Walaupun ia tahu apa yang akan terjadi nanti. Setidaknya ia bisa beristirahat lebih lama untuk memulai harinya esok.
Hendak berbelok. Lisa menekan remnya kencang saat tiba-tiba saja seseorang berjalan ke tengah jalan yang akan di lewatinya menyebabkan ia hilang kendali.
Membanting. Lisa memilih untuk menjatuhkan dirinya sendiri pada aspal jalan daripada ia menabrak manusia.
Brak.
Tubuhnya terhempas cukup jauh. Kepalanya terbentur pada tihang rambu lalu lintas. Meringis. Ia merasa tubuhnya kini sakit.
Menatap malang sepeda motornya yang tergeletak begitu saja. Beruntungnya, ia memakai pakaian cukup tebal sehingga tidak ada luka parah pada tubuhnya.
" Jeogiyo. Kau tidak apa-apa. ? " Seseorang tadi berlari cepat menghampiri Lisa dengan wajah khawatir.
Lisa menoleh dan mendapati seorang gadis yang sudah berada di dekatnya." Nee. Aku baik-baik saja. "
Lisa bangkit. Sesekali meringis saat merasakan kepalanya sedikit pusing. Serta kakinya yang berdenyut nyeri.
Gadis itu terkesiap saat mendengar suara Lisa. Ia mengira seseorang yang hampir menabraknya adalah pria. Perasaan bersalahnya semakin bertambah.
" Mianhae. Ini salahku. Kita kerumah sakit untuk mengobati lukamu. " Ia bangkit mensejajarkan tubuhnya dengan Lisa.
" Tidak perlu " Jawab Lisa. " Lain kali. Jika ingin menyebrang jalan itu lebih hati-hati. "
Gadis itu meringis mendengar ucapan Lisa yang begitu dingin. Ia meremas tangannya pelan, sedikit takut jika gadis yang masih masih memakai helmnya itu akan marah padanya.
" Aku akan bertanggung jawab. " ucap gadis itu lagi.
Lisa mengerang kesal. Ia membuka helmnya, menatap gadis itu dengan tajam. Lisa tak suka di khawatirkan. Lisa tak suka saat ada orang terlihat perduli padanya.
" Jangan berlebihan. Aku baik-baik saja. Dan kau tak perlu bertanggung jawab. " tegas Lisa.
Gadis itu terdiam. Lalu terkejut saat melihat darah mengalir di pelipis Lisa. " Kau berdarah. "
Hendak menyentuh kening Lisa, gadis berponi itu dengan cepat menghindar. Ia mengusap keningnya pelan. Dan benar saja, keningnya terluka. Pantas saja terasa perih.
Menghela nafas berat. Lisa berjalan menghampiri sepeda motornya yang tergeletak malang. Meninggalkan gadis itu yang tengah mematung menatapnya.
Tersadar. Gadis yang memakai hoody berwarna hitam itu menghampiri Lisa. " Ayolah. Aku ingin mengobatimu. Aku tidak ingin merasa bersalah."
Lagi - lagi Lisa menghela nafasnya. Ia masih membiarkan sepeda motornya tergeletak lalu menoleh dan menatap tajam gadis di hadapannya itu.
" Kau tak perlu merasa bersalah. " Ucap Lisa datar. Ia melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Kemudian kembali menatap gadis itu. " Aku tak suka berurusan dengan orang asing. Dan kau. " Lisa menunjuknya. " tak pernah lagi bertemu denganku saja sudah cukup. Aku tak akan masalah. "
KAMU SEDANG MEMBACA
LISA ( Jenlisa )
FanfictionKetika menjadi seorang yang berbeda dengan yang sebenarnya. Sulit sekali. Hanya saja, waktu mengajarkan untuk menjadi terbiasa.
