Lisa berjalan keluar dari minimarket, mengedarkan pandangannya ke segala arah guna mencari sosok yang Ho-seok katakan tadi. Pandangannya terhenti pada sosok gadis yang duduk tak jauh dari minimarket itu.
Dengan rasa penasaran Lisa menghampiri gadis yang duduk membelakanginya. Entahlah itu siapa Lisa belum bisa menebak, yang Lisa lihat adalah gadis dengan rambut di ikat asal, dan memakai cardigan rajut tipis.
" Jennie.. " Gumam Lisa saat ia sudah dekat dengan sosok gadis itu, Lisa sekarang bisa tahu jika gadis yang duduk disana adalah Jennie. Lisa sudah mengenalnya.
Gadis berpipi mandu yang semula memainkan ponselnya sontak menoleh saat mendengar suara seseorang yang mendekat. Ia tersenyum tipis melihat orang yang sedari tadi ia tunggu akhirnya muncul.
" Apa yang kau lakukan disini. ? ini sudah larut kau tahu ?." Sedikit terkejut karna memang benar gadis itu adalah Jennie. Lisa tak mengerti kenapa Jennie menghampirinya selarut ini. Apa gadis berpipi mandu itu sadar.
" Ahh.. aku sengaja menemuimu. "Jennie kini sudah berdiri di hadapan Lisa dengan cengiran khasnya.
" Untuk apa. ? "
" Hanya ingin. "
Lisa menghela nafasnya. Tak tahu apa maksud sebenarnya dari gadis berpipi mandu itu. Lisa tak mengerti dan tak ingin bertanya lagi. Ia sudah lelah dan harus segera pulang untuk tidur karna pukul tujuh nanti ia harus sekolah.
***
" Kau selalu pulang selarut ini Lisa. ?" Tanya Jennie saat berjalan bersama Lisa.
Lisa menoleh, mengeratkan tangannya pada saku jaket ketika rasa dingin semakin menjalar pada tubuhnya. " Bukankah kau sudah tahu. "
Benar, Jennie pernah bertanya pada Lisa kapan gadis berponi itu selesai bekerja, Namun, ini baru pertama kali bagi Jennie menemui Lisa saat gadis itu selesai bekerja. Ternyata sangat larut.
Jennie benar-benar merasa iba pada Lisa. Gadis yang dulu bisa tidur di jam lebih awal bahkan banyak waktu untuk istirahat sekarang dia memiliki jam tidur yang sangat sedikit karna harus bekerja demi mendapatkan uang.
Seo-Joon benar-benar tega pada anak gadisnya. Pria itu membiarkan Lisa hidup menderita seperti ini. Terkadang Jennie berpikir, apa ayah Lisa memikirkan Lisa seperti dirinya yang selalu memikirkan keadaan gadis itu.
Seperti saat ini. Saat hendak pulang dari acara festival musik bersama Mino. Jennie teringat pada gadis berponi itu. Alih-alih pulang. Jennie memutuskan untuk menemui Lisa tanpa sepengetahuan Mino. Meskipun Mino sempat melarang Jennie pergi dengan alasan akan pulang sendiri namun pria itu akhirnya mengalah dan mengantar Jennie sampai menaiki bus saja.
" Bukankah kau menonton festival musik bersama Mino. ?" Tanya Lisa teringat jika Jennie menonton festival musik bersama sahabat prianya.
Jennie mengangguk pelan. kemudian menghentikkan langkahnya saat Lisa tiba-tiba berhenti. Jennie menatap Lisa dengan tatapan bertanya.
" Kau baru pulang. ?"
Jennie mengangguk lagi.
" Selarut ini. ?"
Lisa mendesah pelan saat melihat Jennie kembali mengangguk. Entahlah Lisa sedikit tak suka dengan kenyataan itu. Mungkin karna ini sudah larut, tak baik bagi pelajar masih berkeliaran di jam dini hari seperti ini. Terkecuali dirinya karna tuntutan pekerjaan.
Lisa menatap Jennie lama sebelum kembali melangkahkan kakinya di ikuti gadis berpipi mandu itu.
" mmm.. Lisa-yaa.." Jennie berucap sedikit ragu. Pasalnya ia juga memiliki tujuan lain menemui Lisa saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
LISA ( Jenlisa )
FanficKetika menjadi seorang yang berbeda dengan yang sebenarnya. Sulit sekali. Hanya saja, waktu mengajarkan untuk menjadi terbiasa.
