33. Chapter thirty-three

1K 173 37
                                        

🧸🐱

" Mwo ? apa kau tidak salah. ? " Donghyuk berseru heboh. Ponsel yang semula berada di genggamannya hampir saja terjatuh jika ia tak sigap.

Mino mengangguk cepat. Menghela nafas kasar menatap tajam kedepan. " Secara tidak langsung dia mengakuinya, bahkan dia rela persahabatan kita hancur. " 

Bilang saja jika Mino berelebihan, faktanya ia yang rela persahabatan itu hancur jika Lisa memang memiliki Jennie. Namun, Mino hanya ingin membela diri dan butuh teman yang mendukungnya. Dan Donghyuk mungkin orang yang tepat.

Donghyuk menghela nafas kasar mengetahui fakta itu. Saat pulang sekolah tadi ia sengaja menemui Mino di rumahnya. Merasa penasaran dengan sikapnya yang sedikit menjauh ketika berada di sekolah. Donghyuk ingin tahu apa masalah sahabatnya itu.

Dan sekarang ia di kejutkan dengan kenyataan yang terjadi. Kedua sahabatnya menyukai gadis yang sama. Dan keduanya harus mempertahankan ego masing-masing. Memilih memperjuangkan yang belum tentu menjadi haknya dan merelakan persahabatan mereka yang sudah terjalin lama.

" Aku tidak habis fikir dengan kalian. " Donghyuk menggelengkan kepalanya tak percaya. Entah siapa yang benar dan yang salah. Untuk saat ini keduanya sama-sama keras kepala menurut Donghyuk.

Mino menatap Donghyuk dengan wajah sayunya. " Kau tahu bukan. Bahkan aku sudah menaruh hati pada Jennie saat pertama kali melihatnya. "

Donghyuk menoleh, mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Mino. Benar, pria di sampingnya ini selalu bercerita apapun pada Donghyuk.

" Dan Lisa, mencoba mengambilnya dariku. " Mino tertunduk lesu, meyakinkan Donghyuk jika dia benar-benar tersakiti disini. 

" Mino-yaa.. Bukan aku memihak Lisa, namun kau juga tidak tahu perasaan Jennie seperti apa. " Ungkap Dongyuk mencoba menjadi waras. " Kau tidak tahu, apa Jennie menyukaimu atau meyukai oranglain."

Mino meremas besi pagar balkon kamarnya. Benar yang dikatakan Donghyuk, ia bahkan tak pernah tahu isi hati Jennie. Apa dia menyukainya atau tidak. Namun pesimis memang. Melihat kedekatan Jennie terlihat lebih intens dengan Lisa.

" Bagaimana aku bisa mendekati Jennie jika Lisa selalu menghalanginya. Bagaimana jika aku mengetahui perasaannya jika Lisa tak pernah memberi celah untuk aku bersama dengan Jennie. " Mino terlihat frustasi dengan kenyataan itu. Jennie memang lebih sering menghabiskan waktu bersama Lisa.

" Kau kurang berusaha. Bahkan kau tidak tahu Jennie normal apa sama seperti Lisa." Sebagai sahabat, Donghyuk tentu harus menenangkan pria itu.

" Namun, jika faktanya Jennie menyukai orang lain dan bukan dirimu. Kau harus bersikap dewasa, jangan mengorbankan persahabatan kita."

***

" Aku menyayanginya sebagai kakakku. Ternyata selama ini aku tidak mencintainya. "
" Dulu mungkin aku merasa jika itu cinta, karna aku tak memiliki siapapun, dia yang menjagaku. Dan aku sekarang sadar. Tidak ada cinta dalam hatiku untuk Taehyung Oppa.. "

Sejak mengantar Jennie pulang tadi. Kalimat-kalimat itu terus terngiang-ngiang di otaknya. Senyum Lisa tak pernah pudar sedari tadi dari wajahnya. Sakit hati yang semula muncul menguap begitu saja ketika mendengar jawabab Jennie.

Meskipun Lisa belum mengungkapkan perasaannya pada Jennie, setidaknya ia masih memiliki harapan. Hati Jennie saat ini tidak terisi oleh siapapun, tak akan salah jika ia mencoba mengisinya.

" Ahh.. aku harus segera mandi. " Lisa bangkit dari tempat tidurnya dengan semangat ketika melihat jam dinding menunjukkan pukul delapan malam.

Itu artinya, ia berbaring sekitar satu jam lebih. Dan dia harus besiap-siap untuk berangkat bekerja sekarang. Waahh memikirkan Jennie sungguh membuatnya lupa waktu. Dan lagi, suasa hati Lisa sedang baik. Jadi ia enggan melupakan wajah cantik itu di otaknya.

LISA ( Jenlisa )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang