🐱🧸
" Noonaaaa... " pria kecil itu berteriak ketika Lisa datang pagi sekali ke rumahnya. Dengan wajah bahagianya ia berlari secepat mungkin menghampiri Lisa dan memeluknya erat.
Lisa menyambut pelukan itu. Berjongkok menyamakan tinggi badan anak laki-laki itu. Di elusnya punggung itu dengan penuh kasih sayang.
" Kenapa Noona baru datang. Aku merindukanmu. " Haruto. Pria kecil itu tak melepaskan pelukannya pada Lisa.
Lisa terkekeh pelan. Kemudian melepaskan pelukannya. Mengusap rambut Haruto dengan lembut. " Mianhae, aku sibuk akhir-akhir ini. "
Lisa mengedarkan pandangannya pada sekeliling halaman rumah yang sangat sederhana ini. " Dimana nenekmu. ? "
" Nenek sedang membereskan rumah. "
Lisa bangkit. Menggenggam tangan Haruto dan berjalan masuk ke rumahnya.
" Neneeekkk. Neneeekkk.. " Haruto berteriak sekencang mungkin karna tak mendapatkan sang nenek di ruang tengah, membuat Lisa menggelengkan kepalanya.
" Ruto-yaa.. Jangan berteriak seperti itu. " Bahkan sang nenekpun berteriak membuat Lisa terkekeh pelan.
Haruto melepaskan genggaman tangannya pada Lisa, pria kecil itu berlari untuk menemui Hae Sook yang mungkin tengah di dapur. Lisa mengedarkan pandangannya, menelisik rumah yang sangat sederhana ini dengan takjub. Tak ada barang mewah disana. Hanya terdapat kursi yang mungkin sudah sangat lama serta televesi pemberian Lisa dua tahun yang lalu. Dan beberapa mainan Haruto yang berserakan di lantai.
" Aigooo.. Lisa-yaa.. "
Lisa mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara Hae Sook. Wanita yang sudah tua itu berjalan sedikit cepat menghampiri Lisa yang berdiri tak jauh dari depan pintu. Lisa tersenyum bahagia, dengan sekejap ia memeluknya.
Gadis berponi itu tak melepaskan pelukannya. Ia semakin erat memeluk Hae Sook. Tanpa di duga airmatanya keluar begitu saja tanpa Lisa sadari, Gadis berponi itu mencari kenyamanan dalam pelukan wanita tua yang dulu pernah merawatnya. Seolah tengah menumpahkan rasa sakit yang ia alami.
" Noonaa... " Haruto berucap lirih melihat gadis yang sudah ia anggap sebagaik kakaknya itu menangis di pelukan neneknya. Bahkan kini pria kecil itu memeluk Lisa dari belakang dan ikut menangis.
***
" Aku tidak tahu akan seperti ini jadinya persahabatan kita. Hanya karna satu perempuan semuanya hancur. " Donghyuk membuang nafasnya kasar. Ia meneguk soda di tangannya. Padahal pria itu sudah menghabiskan dua kaleng soda sebelumnya.
" Cinta memang bisa membutakan mata hati manusia. " Jinhwan tersenyum tipis menimpali ucapan pria yang duduk di sampingnya itu.
Kedua pria itu memang berdiam di atap sekolah tempat mereka dulu sering berkumpul bersama saat jam istirahat tiba. Namun kali ini hanya tersisa dua orang saja. Lisa yang sudah tak bersekolah disana tak mungkin lagi bisa berkumpul seperti ini. Sedangkan Mino, Pria itu kini tengah gencar mendekati Jennie, mencoba meluluhkan hati gadis yang tengah merasa tersakiti.
" Sebenarnya Lisa kemana ? "
Jinhwan menoleh menatap Donghyuk. Memang hanya dirinya yang mengetahui tentang Lisa di keluarkan dari sekolah. Bahkan Chaeyoung pun tak mengetahui karna Lisa yang tak membuka suara dan Jinhwan pun merasa tak berhak memberi tahu. Lisa hanya ingin mereka tahu dengan sendirinya saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
LISA ( Jenlisa )
FanfictionKetika menjadi seorang yang berbeda dengan yang sebenarnya. Sulit sekali. Hanya saja, waktu mengajarkan untuk menjadi terbiasa.
