31. Chapter Thirty-One

1K 155 37
                                        

🧸🐱

" Kau tidak menyukainya kan ? " Mino bertanya pada Lisa yang sedari tadi menatap Jennie tanpa mengalihkan. Gadis berpipi mandu itu tengah berolah raga di lapangan bersama Chaeyouung dan teman kelasnya yang lain.

Kelas mereka memang sedang berada pada jam pelajaran olahraga. Sudah hampir satu jam mereka di lapangan. Lisa memutuskan untuk beristirahat di pinggir lapangan, di bawab pohon rindang yang menyejukkan.

Lisa mendongak pada Mino yang baru saja datang, pria itu berdiri disampingnya yang tengah duduk. dengan kerutan di keningnya. Merasa tatapan Mino kali ini sedikit menyudutkan." Apa terlihat seperti itu.? "

Mino berdecak pelan, Lisa balik bertanya tanpa menjawab. Mungkin Lisa memang sahabatnya, namun ia pun tak akan rela jika Jennie yang sudah lama ia sukai menjadi incaran sahabatnya juga.

" Kuharap tidak. Karna aku menyukainya. " Jawab Mino. Menatap Jennie dengan senyuman.

Lisa tersenyum sinis. Mengedikan bahunya acuh meneguk air mineralnya yang terasa segar di tenggorokan. Lisa rasa, kini suhu tubuhnya memanas, tentu dengan hatinya.

" Lisa-yaa.. "

Lisa kembali mendongak, mendengar Mino memanggilnya dengan suara rendah. Pria itu kembali menatap Lisa dengan dingin setelah puas memperhatikan Jennie di tengah lapang sana.

" Kau memang sahabatku. Tapi jika menyangkut apa yang aku inginkan. Kita bukan lagi sahabat. " Mino menatap tegas pada Lisa.

Lisa mengangkat satu alisnya, terkekeh pelan kemudian berdiri menghadap pria yang masih berstatus sahabatnya itu. Menepuk-nepuk bokongnya pelan karna takut ada debu menempel disana.

" Mino-yaa.. Aku tak melarangmu menyukai Jennie, untuk itu kau pun tidak berhak melarangku ataupun orang lain nenyukainya juga. " Lisa menatap tajam pria di hadapannya. Kali ini, ia benar-benar merasa marah dengan ucapan Mino.

" Jika kau ingin memilikinya, aku tak keberatan, akan lebih bagus jika Jennie juga menyukaimu. Tapi jika tidak, dan kau memaksa, itu namanya terobsesi bukan lagi menyukai. " Lanjut Lisa membuat Mino tak bisa berkutik. Tatapan tajam Lisa benar-benar menyeramkan.

Tangan Lisa terulur untuk mengelus-elus pundak Mino dengan lembut. Senyum di wajah Lisa bukan lagi senyum manis, namun senyum sinis.

" Jika kau tak ingin bersahabat lagi denganku. Aku tak masalah, karna sekarang, aku tahu kau itu bagaimana. " Lisa menarik bibirnya ke atas. Menepuk pundak Mino pelan sebelum meninggalkan pria itu yang masih mematung di tempatnya  .

Mino mengepalkan tangannya. Menahan amarah mendengar ucapan Lisa. Bisa ia simpulkan jika sahabatnya pun menyukai Jenni. Dan Lisa tak ingin mengalah.

" Sial !"

*

Lisa menghampiri Chaeyoung ke tengah lapangan, gadis blonde itu masih memainkan bola volly nya bersama Jennie.

" Berhenti dan istirahatlah, Kau baru sembuh. " Lisa mengambil loba yang hendak Chaeyoung lempar pada Jennie.

Mengerucutkan bibirnya lucu, Chaeyoung mengangguk saja. Menurut apa yang di katakan Lisa itu jauh lebih baik. Lagipula benar, ia baru tiga hari ini masuk sekolah, dan tak ingin jika ia harus kembali tak bisa bersekolah.

LISA ( Jenlisa )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang