Terkadang cintalah yang membuat kita berubah dan rela untuk dibenci, sebodoh itu
Bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, mata indah itu menatap indahnya langit dari balik jendela kelas setelah menarik nafas, Garry bergegas pergi melihat sekeliling mencari keberadaan Mara.
"Mara kemana. ya?" Garry menarik napas pelan dan duduk di salah satu bangku yang ada di kantin.
''woy!! Garry,. Sendirian aja lo?'' triak kusuma tepat di telinga Garry
"ck ngagetin aja lo" karena kesal Garry lansung berdiri dari duduknya lalu bergegas pergi, Kusuma yang sadarpun menarik Garry untuk duduk kembali.
"yak.,lo mau kemana main pergi aja"ucap kusuma nggak kalah kesalnya. Tapi Garry seperti tidak peduli membiarkan kusuma yang kesal sendiri.
"Anjir ni anak,. gue di kacangin" Lagi-lagi Garry tidak memperdulikan ucapan kusuma. Tapi tiba-tiba ide jahil keluar di kepala kusuma.
"Eh lo kenal anak baru itu. Gar?, kalo nggak salah namanya Damara. Gila cantik banget kayanya bisa gue jadiin gebetan" mendengar nama gadis itu Garry menatap kusuma tajam.
"jadi ceritanya lo mau nikung gue?" tanya Garry sambil mengaduk air minumnya yang baru saja datang. Sedangkan kusuma yang mendengar jawaban dari Garry sedikit kaget.
"jadi lo beneran suka sama dia?, wih parah lo nggak ngasih tau gue" tatapan Garry kembali menajam saat mendengar ucapan dari kusuma. Sedangkan yang ditatap sedikit ngeri.
"ngapain gue harus kasih tau lo?"
"lo kenapa sih sensi mulu dari tadi maksud gue bukan gitu tap_"
"Garry,.!" teriak Aileen dan bergegas menyusul pria itu. Garry yang dipanggil menatap Alieen bingung.
"Kenapa, Len?" Aileen duduk disamping kusuma pandangannya mengarah kepada Garry.
"Berdua aja ni yang lain mana?"
"udah mati baru aja dimakamkan" jawab kusuma bercanda.
"Entang banget mulut Lo!" Balas Garry.
"eh iya gue lupa nanti ada latihan basket pulang school, lo harus ikut, Gar."
"kalo nanti kayaknya gue nggak bisa deh, gue ada janji mau nganterin Mara pulang" jawabnya jujur, Aileen yang mendengar ucapan Garry sedikit terkejut.
"wih jadi beneran ni, kalo gitu gue kasih deh sama lo" Garry yang mendengar ucapan kusuma terkekeh pelan.
"sejak kapan dia demen sama lo?" mendengar ucapan, Garry. Kusuma seakan pura-pura kesal lansung berdiri sambil memukul meja walapun tidak terlalu keras.
"Lo nge-remehin visual gue? Parah lo, Gar. lo nggak lihat cewek-cewek lain aja kelepek-klepek sama gue" Jawab kusuma bangga.
"itu cewek lain bukan Mara, dia beda"
"kalian ngapain si bahas Mara" Aillen menatap kearah Garry "Jadi lo beneran suka sama Mara?" pria itu hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban nya dan kembali meminum airnya.
"padahal gue kesini mau minta tolong sama lo buat nemanin gue nanti pulang sekolah"
"gue kan sudah bilang, gue ngga bisa. Gue ada janji lain kali aja lagian lo kayak jarang aja sama gue, yaudah gue cabut." Garry berdiri dan bergegas pergi dari sana.
"Garry gue ikut woy!" triak kusuma dia ikut berdiri dan mengejar Garry. Sedangkan Aileen masih duduk sendirian disana sambil meremas ujung bajunya kesal. Tampa dia sadari, Geya sudah berdiri disamping nya sambil menatapnya remeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARRA [REVISI]
Novela Juvenil"Aku nggk sejahat itu buat ambil kamu dari Tuhanmu" "Kita hanya sekadar dipertemukan bukan untuk disatukan" "ini bukan perihal siapa yang kau cintai tapi ini tentang sebesar apa kamu mencintai" "kisah kita bahkan dimulai dari prolog dan diakhiri den...
![GARRA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/285150442-64-k495413.jpg)