crush Lo?

125 88 9
                                        

Halo teman-teman, selamat membaca.
Maaf ya klo ada typo atau salah.

.

.

Bel istirahat baru saja berbunyi. Bu Anna yang mengajar pun seketika tersenyum kepada murid nya.

"Anak-anak ibu jangan lupa tugas kelompoknya dikumpulkan minggu depan," semua murid mengiyakan sebelum ibu Anna melangkah keluar dari ruanggan.

"Enak banget sih kalian satu kelompok" Fanny cemberut tidak Terima karena tidak satu kelompok sama Mara dan Aileen.

"Nggak papa lah, kan lo satu kelompok sama Hanif." Tambah Aileen agar Fanny tidak merasa sendirian. Fanny menatap Aillen sedikit kesal dan pada akhirnya dia terpaksa mau satu kelompok dengan Hanif.

"Hmm iya deh"

mereka tersenyum sambil mencolek, Fanny yang cemberut. Tapi tiba-tiba perut Aileen berbunyi dan mengundang tawa mereka. Aillen menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil terkekeh pelan.

"Kalian lapar. Nggak?"

"Sedikit" jawab Fanny.

"Yaudah. Yuk, ngantin.

mereka mengangguk dan berjalan menuju kantin. Mara berjalan paling depan sampai tidak melihat bola basket yang secara tidak sengaja terlempar kearahnya dan itu reflek membuatnya untuk menghindar, tapi percuma bola nya tetap mengenai nya dan dia lansung terjatuh.

Sedangkan yang melempar kan bola sedikit shock, saat tampa sengaja bolanya mengenai seseorang, lalu dia berlari menghampiri mara.

"Maaf.., gue nggak sengaja" sedangkan Aileen yang melihat siapa pelakunya lansung menjewer telinganya.

"Oh ternyata lo," Aileen mentap sahabat nya itu geram. "Nggak sengaja gue, Len" cwok itu beralih kearah Mara.

"Lo nggak papa? Sorry gue nggak sengaja sumpah" sedangkan Mara kembali berdiri dan menatap lawan bicara, tapi keduanya sama-sama terdiam saat melihat satu sama lain.

"Gue ngg—, Garry?" Mara mencoba menebak, walaupun baru bertemu sekali, dia ingat betul kalau yang ada didepannya ini adalah, Garry 'cowok yang menolongnya waktu itu' berbeda halnya dengan Fanny dan Aileen yang sedang menatap mereka dengan tatapan heran.

"Iya ini gue, dan lo Damara kan?" Mara hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan pria itu.

Aillen yang sudah terlanjur kepo, berdiri ditengah-tengah mereka sambil menatap mereka satu-persatu. "Eh tunggu-tunggu, kalian udah saling kenal?"

"Iya, waktu itu gue nggak sengaja lia-a—"

"Oy, gar. Ngapain aja sih lo!? lama banget, ini kita udah nungguin lo dari tadi!" Ucapan Garry lansung terhenti Lantaran mendengar teriakannya dari salah satu temannya.

"Iya! Gue kesana sekarang." Garry berjalan untuk mengambil bola yang tidak jauh dari tempat dia berdiri. Tangannya sekali-kali memutar bola yang ada ditangannya kembali berbalik kearah gadis itu

"Yang lain udah nungguin, gue cabut. Sekali lagi gue minta maaf" setelah itu Garry pergi menyusul teman-temannya. Sedangkan Aileen yang pertanyaannya belum dijawab oleh garry sedikit kesal.

"Kok kalian bisa kenal sih" Aileen kembali bertanya tapi kali ini dia bertanya kepada mara. Fanny yang geram lansung berbicara. "Ngga usah banyak tanya bisa kan lo, gue lapar katanya mau ke kantin gimana sih, soal Garry sama Mara kan lo bisa tanya nanti. Gue heran sama lo kepo banget. Sedangkan Aileen memutarkan bola matanya malas.

"iya-iya, nggak usah bacot sakit telinga gue dengar bacotan lo." sedangkan Mara sama sekali tidak menghiraukan perdebatan kedua temannya itu, karena matanya tertuju pada Garry yang sedang bermain basket bersama teman temannya.

GARRA [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang