Happy Reading
Typo berserakan
Sekarang nggak ada alasan lo
buat ngehindar dari gue
Genggam erat menyatu Dijri-jarinya merasakan dinginnya tubuh dan pucat nya bibir Ranum itu. Tatapan dalam tidak lepas dari sudut matanya memandang wajah gadis itu. Bahkan suara dorongan pintupun tidak dia hiraukan.
Dia menyadari seseorang sedang berdiri disampingnya melakukan apa yang sedang dia lakukan, manatap gadis itu sebelum isakan pelan keluar begitu saja.
Garry berdiri dari duduknya dan menuntun wanita yang dia yakin ibunya Mara untuk duduk ditempatnya.
"apa yang terjadi?" Intan bertanya dengan suara lembut setelah duduk disamping mara.
Garry terpaku, dia kira ibu Mara akan marah besar padanya, tapi itu tidak sesuai yang dia bayangkan. bahkan ibu Mara sangat lembut, dia bisa merasakannya walaupun baru pertama kali bertemu, sekarang dia tidak heran ternyata Mara sangat sama dengan ibunya.
"maaf tante ini semua salah saya"
Bersamaan dengan itu Mara membalas genggaman ibunya dan tersenyum pada ibunya, Intan menyadari itu dan lansung tersenyum senang ternyata Mara sudah sadar.
"ini bukan salah Garry bu, tapi Garry yang udah nolongin Mara"
Langkah pelan itu menuju kearah Mara setelah hembusan napas lega. Tatapan Intan beralih ke arah Garry setelah mendengar ucapan Mara tak lupa dengan senyuman lembut di bibirnya, Garry hanya membalas senyuman Intan kikuk.
Tangannya lansung menahan agar gadis itu tidak duduk dan menuntunnya kembali agar kembali ke posisinya semua, tapi Mara menepis tangan itu sambil menggelengkan kepalanya.
"gue ngga papa, pegal tau nggak tiduran mulu"
"kalo gitu sini gue bantuin"
"harus ya bantuin orang bilang-bilang?"
"harus ya kalian pacaran didepan ibu?"
Keduanya mati kutu saat Intan mulai berbicara, melihat hal itu Intan tertawa pelan apalagi melihat reaksi Garry menurutnya benar-benar lucu.
"ibu bercanda..., ibu keluar dulu ya, Garry tolong jangin Mara"
"iya, tan"
Pria itu bingung harus berbicara apa. Setelah kepergian ibu Mara, kedua terdiam tampa satupun yang memulai percakapan. Tapi setelah beberapa menit Mara kembali membuka suara.
"gue minta maaf seh--"
"ck, bisa ngga ... Ngga usah bahas itu sekarang?" potong Garry.
Mara menundukkan kepalanya saat Garry memotong ucapannya. Garry menarik napas pelan dan lansung menyodorkan tangannya tepat didepan Mara yang sedang menunduk.
Mara mengangkat kepalanya menatap Garry dengan tanda tanya, pria itu tau kalau Mara bingung apa yang sedang dia lakukan.
"kenalin gue Garry Gabian Prasatya." ucapnya sambil mengambil tangan Mara untuk digenggam.
Mara semakin bingung dengan tingkah aneh yang Garry lakukan, tapi Garry malah tertawa seakan dia sedang melakukan hal yang lucu.
"ayuk kenalan, lo harus lupain semua yang berlalu, gue harap nggak ada kesedihan dan ayuk mulai semuanya dari awal tanpa ada yang terluka disekitar kita"
Mara mengerti saat mata indah itu menatapnya tulus, mata yang mungkin menunjuknya arah walaupun dia memilikinya. Mata yang selalu melihat berapa menyedihkan dia.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARRA [REVISI]
Teen Fiction"Aku nggk sejahat itu buat ambil kamu dari Tuhanmu" "Kita hanya sekadar dipertemukan bukan untuk disatukan" "ini bukan perihal siapa yang kau cintai tapi ini tentang sebesar apa kamu mencintai" "kisah kita bahkan dimulai dari prolog dan diakhiri den...
![GARRA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/285150442-64-k495413.jpg)