"Terkadang hal yang biasa saja, bisa membuat kita jauh lebih bahagia."
Happy reading
Mara membuka pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil tersenyum mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Belum sampai dia memejamkan matanya dia harus kembali membuka matanya saat ibu memanggilnya. Mara cepat-cepat turun dan melihat seseorang yang baru saja dia pikirkan berdiri di depan pintu.
"Garry?" Tanyanya.
"Nggak disuruh duduk ni?" Sindirnya. Mara terkekeh pelan dan lansung mempersiapkan Garry duduk. Sedangkan ibu pergi meninggalkan mereka berdua diruang tamu.
"Mau minum apa?"
"Apa aja buk, asal ibuk yg bikin" Mara memberikan Wajah anehnya mendengar jawaban dari Garry dan bergegas ke dapur.
"Garry baik ya. Ra?" Ucap ibu tiba-tiba yang ternyata sedang memasak sesuatu. "Ibu masak apa?" Alihnya. "Masak bakwan jagung buat cemilan" Mara terlalu asik melihat ibunya memasak bahkan sekali-kali membantu ibunya sampai lupa kalau Garry sedang menunggunya di ruang tamu.
"Kamu kok kesini, Garry udah pulang?" Mara memukul dahinya pelan. "Oh iya, aku lupa Bu. Aku mau bikin minum buat Garry."
"Hadeh, sana cepat. Kasihan Garry Udah nunggu lama" Mara hanya mengangguk dan membawa minumannya ke ruang tamu. Tapi disana sudah ada ayah yang sedang berbincang dengan Garry, Mara Benar-benar bahagia melihat dua pria yang dia sayangi berbincang dengan akrabnya.
"Maaf lama" Mara cepat-cepat meletakkan air itu di atas meja, Untung minumnya ada dua, awalnya untuk dia dan Garry, tapi karena sudah ada ayah, jadinya Mara hanya duduk di samping Garry.
"Ayah percaya, kamu bisa jagain Mara" ucap ayah tiba-tiba yang buat Mara bingung. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan. Pandangan Mara beralih ke Garry, tapi pria itu hanya tersenyum.
"Makasih, Om. Kalo gitu Garry pamit dulu udah malam banget" pamitnya.
"Iya, hati-hati" ucap ayah.
"Ayang, aku pulang dulu ya" Garry berbisik tepat ditelinga Mara, dan itu berhasil membuat Mara blushing. Tanpa rasa bersalah Garry terkekeh memperlihatkan gigi kelincinya.
"Cieee, Pipinya merah"
"Apaan si. Gar, Jangan gitu dong, malu tau"
Mara menutup mungkanya dengan kedua telapak tangannya, tapi Garry malah makin menunduk untuk Melihat wajah Mara. Gadis itu benar-benar kesal sekarang dia mendorong Garry keluar dari pintu dan lansung menutup pintu itu rapat.
"Kamu pulang aja, Uda malam." Triak Mara dari dalam. Mara menempelkan telinganya ke pintu menunggu jawaban Garry, tapi masih nggak ada jawaban. Disisi lain Garry mengambil handphonenya dan mencari kontak seseorang untuk mengirim pesan, setelah itu dia langsung berbalik untuk pulang.
.
.
.
Ting
Suara notifikasi membuat Mara bergegas membuka handphone-nya. Senyuman tersirat dari bibirnya saat tau siapa yang mengirimnya pesan.
Garry Gabian♡
Jahat banget, bukannya di sayang malah dihusir.
Alay banget. Pacar siapa sih?
Aku akan selalu alay, asal kamu tersenyum.
Aaaa alay... tapi Kok aku baperrr?
KAMU SEDANG MEMBACA
GARRA [REVISI]
Novela Juvenil"Aku nggk sejahat itu buat ambil kamu dari Tuhanmu" "Kita hanya sekadar dipertemukan bukan untuk disatukan" "ini bukan perihal siapa yang kau cintai tapi ini tentang sebesar apa kamu mencintai" "kisah kita bahkan dimulai dari prolog dan diakhiri den...
![GARRA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/285150442-64-k495413.jpg)