Alga memegang pelipisnya pusing kata kata Rezi terngiang-ngiang dikepalanya.
"nggk Zi, lo masih punya mereka, mereka orang tua lo juga, gue yakin mereka sayang banget sama lo."
"mereka bukan orang tua gue sialan!"
Dia tidak habis pikir Bisa-biaany anaknya berbicara seperti itu diblakang nya. Sejak awal dia tidak bermaksud untuk bertindak keras terhadap Rezi tapi saat melihat anak itu dia seakan tidak bisa mengendalikan emosinya.
Suara sepeda motor memasuki pekarangan rumah terdengar begitu jelas, Garry pria itu bergegas memasuki rumahnya dan mencari keberadaan ayahnya.
Alga yang mendengar kepulangan garry tapi dia tetap seperti biasa seperti tidak terjadi apa-apa, sekarang Garry tengah berdiri didepannya yang tengah duduk di sofa ruang tamu.
“pa,. Apa yang sudah papa lakukan!” ucapnya lansung berdiri didepan ayahnya.
“apa maksud Kamu berbicara seperti itu pada ayahmu,” ucapnya meninggi.
“maaf aku tidak bermaksud melawan, tapi seharusnya papa sadar apa yang sudah papa lakukan itu sangat keterlaluan”
“kamu tidak usah membela anak sialan itu!” Alga berdiri dari duduknya dan menghadap ke putra bungsunya.
“tentu saja aku membela nya dia kakak ku! anak mu juga apa papa lupa?” Alga terdiam saat mendengar ucapan Garry.
“bang Rezi sedangkan sakit pa, dia membutuhkan kita”
Bruk
Suara benda jatuh menggema disisi ruanggan, wulan-istrinya alga terkejut saat mengetahui kondisi putra sulung nya itu. Garry yang melihat lansung menghampiri ibunya, sedangkan Alga masih terdiam ditempatnya.
“apa yang terjadi pada Rezi!” tanyanya panik sambil memegang wajah anaknya itu.
“dia hanya sa--”
“berhenti menanyakan anak itu!” ucap Alga sambil berteriak. Wulan menggelengkan kepalanya sambil menatap Alga.
“kenapa kamu begitu membencinya, sampai kapan kau terus menyiksa anakmu sendiri.?”
“aku tidak bisa, setiap melihatnya aku selalu teringat atas apa yang dia lakukan kepada kembarannya”
“berhenti!! Aku bilang jangan lanjutkan," wulan mulai terisak tidak Terima atas perlakuan suaminya. Sedangkan garry terkejut sama sekali tidak mengerti apa yang sedang orang tuanya bicarakan.
“bukannya dulu kau bilang kalau kamu sudah melupakan kejadian itu, dan untuk apa kau masih menyiksanya”
“aku sudah berusaha tapi tetap saja aku mengingat itu, boleh kah aku bilang kalau aku tidak bisa! Bayangkan itu selalu melintas di kepala ku” Garry memandang Orang tua nya bergantian dia begitu penasaran apa yang mereka bicarakan, dia bingung dia tidak tau apapun.
“kembaran? ma,,.pa? Kembaran siapa?” Garry memandang ibunya tapi wulan hanya terdiam sambil menatap lantai. Melihat itu pandangan Garry beralih ke ayahnya dan meminta penjelasan atas apa yg mereka bicarakan.
“Jawab aku pa!” mendengar ucapan Garry yang meninggi Alga terkejut dan menatap Garry tajam.
“kau ingin menjadi seperti abang mu itu, yang berani menentang papa, begitu?”
“aku nggk peduli pa, kalo papa beranggapan seperti itu, Garry cuman tanya-” garry memotong ucapannya sendiri dan tertawa remeh kearah ayahnya.
“jangan bilang bang Rezi punya kembaran?” untuk kedua kalinya mereka mengabaikan pertanyaan Garry, pria itu meremas rambutnya kasar dan kembali menatap ibunya, dia memegang bahu ibunya sambil memandang ibunya, Lagi-lagi wulan hanya terdiam dan menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARRA [REVISI]
Teen Fiction"Aku nggk sejahat itu buat ambil kamu dari Tuhanmu" "Kita hanya sekadar dipertemukan bukan untuk disatukan" "ini bukan perihal siapa yang kau cintai tapi ini tentang sebesar apa kamu mencintai" "kisah kita bahkan dimulai dari prolog dan diakhiri den...
![GARRA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/285150442-64-k495413.jpg)