Happy reading
"Apa seperti ini caramu untuk menyakitiku? Aku benar-benar hancur sekarang"
—Damara Anindira—
Mara beserta yang lainnya tengah berada di pelabuhan untuk mengetahui tentang pria itu, begitu juga dengan, Rezi yang terlihat kacau. Pihak polisi dan tim penyelamat berusaha menghentikan, Rezi yang ingin ikut bertindak, sementara ayahnya membawa ibunya yang sedang tidak sadarkan diri setelah mendengar berita soal anaknya.
Rezi sangat terpukul kehilangan saudaranya untuk kedua kalinya, dia tidak berhenti menyalahkan dirinya sendiri, seharusnya dia berhasil melarang Garry untuk tetap tinggal disini, dengan begitu kejadian ini tidak akan terjadi pada adiknya.
Begitu juga dengan teman-teman Garry yang sudah tidak berdaya, apalagi mendengar jasad sahabatnya itu belum di temukan. Berita yang mereka dengarkan, kapal yang di naiki Garry hilang kendali dan tenggelam di dasar lautan, sudah ada beberapa orang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, sedangkan yang lainnya masih belum di temukan termasuk Garry.
Mara berlari melihat satu persatu mayat berhasil ditemukan. tapi nihil, dia tidak melihat mayat pria itu. Dengan hari yang mulai gelap Aillen, Fanny dan yang lainnya membawa Mara untuk istirahat, tapi gadis itu enggan untuk pulang. Sementara pandangan, Aillen beralih menatap, Rezi yang tidak seperti biasanya. Tatapan kosong dengan air mata yang membekas di pipinya.
"Pak izinkan saya ikut untuk mencari adik saya" mohon Rezi.
Sempat berfikir akhirnya pihak kepolisian mengizinkan Rezi untuk ikut mencari Garry. Aillen makin terpukul melihat keadaan Rezi. Tapi dengan begitu dia berusaha untuk tenang.
Rezi lansung bergegas menaiki kapal penyelamat untuk membantu mencari adiknya. Tapi tanpa di sangka teman-teman Garry mengikuti jejak Rezi untuk ikut mencari Garry. Walaupun sempat di larang namun akhirnya mereka berhasil membujuk tim penyelamat untuk ikut mencari Garry.
Disisi lain Mara bersama sahabatnya sudah pergi untuk pulang, walaupun cukup sulit membujuk Gadis itu, tapi akhirnya dia menurut saat ibu Garry yang sudah sadarkan diri membawa Mara bersamanya.
Rezi menatap tajam kearah papanya yang sedang berlari menghampiri kapal kedua untuk ikut mencari Garry. Andai saja papanya tidak egois, andai saja dia bisa mencegah Garry untuk tetap tinggal, mungkin kejadian ini tidak akan menimpa adiknya, mungkin juga Garry sedang bersama teman-temannya. Rezi hanya bisa berandai-andai.
"Garry, Lo dimana? Maafin gue" rintihnya pelan.
Hari semakin gelap, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan adiknya, Rezi sangat frustasi, ditambah tim penyelamat memutuskan untuk melanjutkannya besok, lagipula mereka butuh istirahat. bukan?
.
.
.
Mara bersandar menatap kearah jendela, hari ini Mata hari tersenyum dengan indahnya, tapi tidak dengannya. Sejak berita itu senyumannya seakan hilang ditelan semesta. Lagi-lagi tangganya mengambil satu buah kotak yang sempat dititipkan, Garry kepada Hanif.
Tangannya kembali mengambil sebuah foto ukuran 6R yang sudah dipasangkan Bingkai polos berwarna putih. Dengan air mata yang kembali menetes Mara mengusap wajah, Garry yang sedang tersenyum hangat bersamanya di foto itu.
Bergantian tangannya mengambil sepucuk surat yang sudah puluhan kali dia baca.
Hai, Mara
Maaf ya, gue nulis surat ini karena belum sempat pamit sama lo. Lo pasti bacanya saat gue lagi di kapal, atau mungkin gue udah nyampe di Los angeles. Hei Ra, apa kabar? Gue kangen banget sama Lo. Sepi banget kalo nggak ada Lo, sungguh gue kangen senyuman lo sebagai mana Lo tersenyum dibawah matahari yang hampir tenggelam. Gue rindu menghabiskan waktu seperti yang biasa kita lakukan di tepi pantai. Maaf, karena kita terlahir beda. Gue udah tau kok alasan Lo mutusin gue dan gue yakin lo pasti kaget sama kayak gue. Bahkan cerita kita seperti mengulang kisah orang tua kita dalam waktu yang berbeda. Gue nggak pernah berfikir kalo mama gue adalah cinta pertama ayah lo. Ra... Jangan pernah nyalahin diri sendiri, kita ditakdirkan bukan untuk disatukan, kita punya cinta tapi dunia punya norma. Jangan pernah berubah Ra, tetap jadi Damara yang gue kenal, gadis cantik penyuka laut dan sunset. Sebenarnya gue nggak mau nulis panjang-panjang gue pergi cuman sebentar ada kalanya kita bertemu. Walaupun nantinya nggak jodoh kita bisa sahabatan. Gue janji setelah balik, Lo orang pertama yang gue temui. Dadah cantik.
From: Garry Gabian prasarananya
To: Damara Anindira. [Gadis penyuka laut dan sunset]
Jakarta, 20 February 2020
Mara kembali rintikan air matanya setelah membaca surat itu.
"Omong kosong... Semuanya salah, semuanya bohong, gue baca surat Lo saat Lo udah nggak ada. Lo bahkan meninggalkan episode yang menyakitkan buat gue."
Walaupun sudah ratusan kali surat itu dia baca. Tetap saja dia tidak bisa menahan tangisnya. Mara merindukan sosok yang dia cintai, sosok yang pernah dia sakiti mungkin inilah takdirnya dipenuhi rasa menyesal.
Apa ini kesalahannya, Apa ini hukuman untuknya? Mara selalu menyalahkan dirinya sendiri bahkan ucapan terakhir Garry bertemu dengannya berputar dengan jelas di kepalanya.
"Beberapa hari lagi aku bakal dikirim ke luar negeri buat belajar disana. Kamu tau? Awalnya aku berusaha mencari alasan agar papa nggak jadi bawa aku kesana. Aku berusaha ketemu kamu buat larang aku pergi dan bantu aku jelasin sama orang tua aku agar aku nggak jadi dipindahin. Karena kamu satu-satunya alasan aku nggak mau pergi kesana. Sekarang? Aku udah nggak ada alasan lagi buat bertahan disini, pada akhirnya kamu sendiri yang menyuruh aku untuk pergi."
"Maafin aku Garry, seharusnya aku menahan—mu untuk tetap disini. Aku menyesal, ini salahku!"
"Aku benar-benar hancur saat itu, aku begitu takut orang tuaku berpisah, aku diberikan pilihan yang berat, aku mencintaimu, tapi aku juga nggak mau keluargaku hancur... Ini salahku"
Gadis itu tidak berhenti menangis, intan yang sedari tadi mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka ikut me-rintikan air matanya.
Perlahan intan menghampiri anaknya lalu memeluknya erat, intan tau musibah yang sedang menimpa Garry. Intan ikut merasa bersalah, seharusnya hari itu dia bisa mengontrol emosinya dengan begitu suaminya tidak mungkin menyuruh Alga mengirim anaknya keluar negri.
Benar, sejak semuanya terbongkar, keluarga Mara menjadi renggang. Harun sangat ingin memperbaiki semuanya, tapi di satu sisi anaknya memiliki hubungan dengan Garry, anak sahabatnya sekaligus anak cinta pertamanya dulu. Harun hanya tidak ingin istrinya beranggapan dia membiarkan Mara dekat dengan Garry hanya karena pria itu anak matan pacarnya dulu. Begitu juga yang dia alami di masa lalu, Harun tidak mau anaknya mengalami hal yang sama dengannya dia hanya tidak ingin anaknya terjebak dalam situasi yang sama.
Dengan sangat berat Harun meminta agar Agra mau memisahkan anak mereka, tapi Harun tidak tau kalau Agra akan mengirim anaknya ke luar negeri. Itu benar-benar diluar dugaannya.
Setelah semuanya membaik Harun berhasil membujuk istrinya untuk tetap bersama, Mara begitu senang keluarnya kembali seperti dulu. Tetapi setelah mendengar musibah yang menimpa Garry, seakan semuanya kembali hancur.
"Aku tidak tau apakah pilihanku tepat, aku berhasil membuat keluargaku bersatu, aku juga berhasil membuatnya pergi dariku.. tapi bukan pergi untuk selamanya"
dalam dekapan ibunya Mara terus bergumam dalam hatinya, dia membenci dirinya sendiri.
Drittt.
Suara handphone yang terus bergetar membuat mata tersadar, begitu banyak pesan dari Aillen dan juga Fanny.
Aillen
Besok Lo harus datang Ra, besok angkatan kita berkumpul untuk mendoakan kepergian Garry... Gue tau jasadnya belum ditemukan, tapi polisi bilang kecil kemungkian untuk Garry selamat, gue tau ini berat, sama kok, Ra. Bagaimanapun Garry sahabat gue dari kecil. Jadi Lo harus kuat, kita semua ada buat Lo.
Iya, Len. Gue pasti datang kok.
Mara meletakan handphonenya setelah membalas pesan dari Aillen.
"Ya allah... walaupun nyawanya sudah tiada, tapi tolong pertemukan lah jasadnya"
"Laut, kembalikan dia yang sudah kau telan"
T
bc.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARRA [REVISI]
Teen Fiction"Aku nggk sejahat itu buat ambil kamu dari Tuhanmu" "Kita hanya sekadar dipertemukan bukan untuk disatukan" "ini bukan perihal siapa yang kau cintai tapi ini tentang sebesar apa kamu mencintai" "kisah kita bahkan dimulai dari prolog dan diakhiri den...
![GARRA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/285150442-64-k495413.jpg)