Tertawalah, bahagialah. Jangan pernah pikirkan hal yang membuatmu sedih. Belum tentu dimasa depan kau mendapatkan semua itu.
Happy reading
"Kita mau kemana?" Sedari tadi Mara memandang jalan yang sejak tadi mereka lewati tapi belum juga menemui titik ujungnya.
"Bernostalgia" jawab Garry bercanda.
"Ya! aku serius Garry. Dari tadi nggak nyampe-nyampe!"
"Kamu capek?" Tanya Garry, melirik Mara dari kaca spion motornya.
"Aku sih, nggak masalah. Kamunya pasti capek dari tadi boncenggin aku." Ucapnya sambil membalas tatapan Garry dari spion motor.
"Aku nggak capek kok."
"Iya … tapi kita ini mau kemana GARRY GABIAN" Mara sengaja menekan bagian nama Garry. yang namanya disebut dengan lengkap hanya terkekeh pelan. "Kan malah ketawa, nggak asik. ah"
"Yahhh ... Pacar aku ngambek" kekeh Garry.
"Siapa yang gambek? Nggak ada tu" kesal Mara.
"Kamu tau nggak? Aku sengaja pilihan jalan ini, karna aku tau, sebenarnya jalan ini nggak membawa kita ke suatu tempat, melainkan berbalik sendirinya ke asalnya."
"Keasalnya?"
"Iya, jalan ini akan mengantarkan kita kembali kejalan awal tampa berbalik arah"
"Percuma dong. Udah penat-penat juga" kesal Mara.
"Nggak ada yg percuma kalau kamu berada di sekitarku" ucap Garry serius. Mara memukul pelan punggung Garry dari belakang, sedangkan sang empu hanya terkekeh pelan.
"Mulai lagi deh gombalnya"
"Aku nggak ngombal. Aku emang bilang apa adanya" Mara kembali memukul Garry. sedari tadi Mara tidak berhenti tersenyum. Mungkin pipinya sudah memerah, Untung saja Garry tidak melihatnya.
"Bismillah.., nggak boleh baper"
"Yah... Sia-sia doang aku ngegombalnya kalo kamunya nggak baper" Garry berbicara seolah-olah dia sedang kesal sekarang.
"Ya abisnya kamu nggak jago gombalnya" lanjut Mara.
"Nggak papa seenggaknya kamu Senang sampai Pipinya merah gitu." Mara menutup mungkanya malu, tidak sesuai dengan yang dia pikirkan, ternyata Garry melihatnya.
Mungkin hari ini adalah hari yang terindah, tidak ada detik Tampa senyum, tidak ada menit tampa tawa yang keluar dari mulut mereka.
"Aku punya alasan kok, kenapa aku bawa kamu kejalan ini" Garry tiba-tiba memecahkan suasana, mendengar hal itu Mara mulai serius untuk mendengarkan ucapan Garry.
"Apa?"
"Karena Aku ingin kita seperti jalan ini."
"Maksutnya?"
"Aku ingin kita seperti jalan yang kita lewati ini, selalu menunjukkan arah satu sama lain, jalan untuk membawa kita kembali saat kita terasa sedang tersesat. Bukan hanya itu, aku juga berharap, kita tidak akan pernah menemukan Titik untuk berhenti, kamu tau? Tidak peduli jalannya mulai retak, bahkan berubah menjadi krikil, karena aku akan tetap melewatinya. Sama halnya, sekecil apa kemungkinan untuk kita, aku akan berusaha untuk mencari jalannya, dengan berharap jalan itu mengantarkan aku dengan sendirinya kearah kamu." Ucap Garry panjang lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARRA [REVISI]
Novela Juvenil"Aku nggk sejahat itu buat ambil kamu dari Tuhanmu" "Kita hanya sekadar dipertemukan bukan untuk disatukan" "ini bukan perihal siapa yang kau cintai tapi ini tentang sebesar apa kamu mencintai" "kisah kita bahkan dimulai dari prolog dan diakhiri den...
![GARRA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/285150442-64-k495413.jpg)