"Alian kecelakaan."
•••
Alkina berdiri dengan ketakutan yang mendalam saat mengetahui akibat kecelakaan yang dialami oleh Alian membuat lelaki itu kehilangan ingatannya.
Tabrakan tunggal yang dialami Alian ternyata karena membawa mobil dengan kecepatan tinggi dengan jalan tol dalam keadaan licin karena hujan.
Berbeda dengan Alkina, Kalan malah terdiam dengan mata merah saat mendengar sahabatnya benar-benar tidak mengingat apa pun tentang persahabat mereka. Sudah tidak ada Alian si kocak, kini hanya tinggal Alian yang tidak tahu tentang apa-apa.
Alkina mengusap punggung sang suami sebelum duduk sambil menggenggam kedua tangan sang suami.
"Ayo kita masuk ke dalam. Kasian Alian udah sadar dari setengah jam yang lalu, tapi kamu belum jengukin." Kalan menoleh sebentar sebelum mengangguk.
Dengan pelan, Kalan mengangkat sang istri agar kembali berdiri, sebelum menggandengnya masuk ke dalam kamar inap milik Alian yang sudah diisi oleh teman-temannya yang lain.
Devano yang menyadari kedatangan Kalan sontak berdiri, dan tersenyum datar. "Masuk, Lan." ucapnya sebelum kembali duduk, dan mengamati Kalan yang melangkah mendekat ke arah Alian yang menatap bingung ke arah lelaki tampan itu.
"Gue Kalan." Kalan menjulurkan tangannya di depan Alian, yang disambut dengan gugup oleh Alian.
"Katanya nama saya Alian."
Kalan mengangguk. "Kalau lo mau lupain yang lalu, lupain aja. Tapi yang perlu lo tau. Sampai kapan pun lo tetap bagian dari kita, OURANOS, mau lo ingat atau pun nggak."
Natan dan Radit memilih memalingkan wajahnya saat mendengar ucapan ketuanya itu. Sedikit merasa aneh, dan kasihan.
"Ini istri gue." Kalan tersenyum sambil menggandeng tangan Alkina.
"Alkina."
"Kamu temen cowo aku yang pertama. Salam kenal lagi ya, Alian."
Alian tersenyum manis sambil mengangguk.
Kalan hanya diam sebelum mengode Devano agar menjaga Alian di sini. Ia tidak mungkin membiarkan sang istri tinggal lebih lama lagi di rumah sakit.
"Gue pulang dulu, besok pagi gue datang lagi."
Kalan menarik sang istri segera keluar dari ruangan.
"Besok aku ikut lagi, ya?" Kalan menoleh sebelum mengangguk.
"Kalau lo nggak capek."
Saat diperjalanan, Alkina merasa ada sosok yang mengikutinya sehingga membuat gadis itu beberapa kali melirik ke arah belakang.
Setelah sampai di parkiran, Alkina terkejut dengan sosok pria berhoodie hitam sedang berdiri tak jauh di belakang Kalan.
Alkina segera memasuki mobil sambil menghela nafasnya berkali-kali, lalu kembali menoleh, dan lelaki misterius itu sudah tidak ada lagi.
"Kenapa?" tanya Kalan saat menyadari ada yang aneh dengan wanita di sampingnya.
Alkina menggeleng pelan, sebelum menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi penumpang di samping Kalan.
Kalan melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
Lelaki misterius itu hanya menatap dari kejauhan sebelum menghela nafasnya.
•••
Pagi hari, Alkina sedang sibuk menyiapkan makanan yang akan ia bawa ke rumah sakit. Sedangkan, Kalan dengan setia mengekori sang istri kemana pun wanita itu pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Husband
RomanceAlkina mendekati gerombolan anak yang sedang bersantai di rooftop sekolah. Tentu saja kedatangan Alkina sukses mencuri perhatian. "Kalan?" Kalan membuang rokoknya setelah mendengar sapaan dari gadis yang selama ini sudah ia klaim sebagai kekasihnya...
