Aku Penulisnya

50 11 0
                                    

Aku memiliki banyak cerita di sekujur tubuhku.
Sebagian merah dan sebagian lagi sudah agak membiru.
Tahun-tahun yang berlalu seperti lesat cahaya kilat bagiku.
Samar rupa dan ragam rasa, membuatku entah harus menikmati dan memaknai apa.

Gagal dan kecewa terdengar akrab denganku.
Mereka lahir dari orang-orang yang dulu kucintai dan kutitipi harapan yang terlampau tinggi, sehingga secara harfiah;

Aku bunuh diri.

Menyedihkan sekali?
Tak apa,
aku mengerti.
Ada beberapa hal dalam hidup ini yang takkan mampu manusia mengerti.

Ada banyak makna dalam satu ucapan suara.
Ada banyak rasa di balik untaian kata-kata.
Banyak orang berkata, "tak apa", tapi memendam rasa kecewa.
Banyak orang berkata, "aku baik-baik saja", tapi menjerit keras dalam hatinya.
"Aku ingin sendiri." Katanya.
"Jangan tinggalkan aku sendiri." Batinnya.

Aku tidak tahu apakah aku bisa menerjemahkannya.
Tapi yang pasti, aku yakin bahwa ada banyak luka yang tak pandai berbahasa.

Aku harap aku punya waktu lebih untuk menjadi manusia.
Memainkan peran dengan sebaik-baiknya;
Menengahi tengkar antara rasa dengan logika;
Memaknai derita sebagai fase menuju bahagia;
atau sekedar percaya pada episode selanjutnya.

Sebab betapa pun rasa sakitnya;
Aku tahu, aku penulisnya.

PULAU PUISITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang