(Kekasih, aku bersumpah atas nama jiwamu yang aku tinggali; gulita akan kehilangan lantai dansa beserta kidungnya di penghujung sajak ini.)
Kulantunkan kidung pengiring teruntuk gulita yang tengah memupuk renjana pada megahnya rembulan, jantungnya membara; dicumbu derap asmara yang tertangkap basah oleh api cemburu yang keliru bertamu—kala ragaku menetap di antara dua netra, sengal napasku terjabak di sela dada yang terguncang, dan angkuh basirah lamat-lamat bergumul dengan tumpah-ruahnya peluh di bibir pori-pori.
Aku ingin bermandikan tubuhmu, Kekasih. Tenggelamkan daksaku dalam jurang kesunyian; tempat di mana baskara tak mampu menyentuh lantai, purnama tak mampu menembus tirai. Tenggelamkan daksaku! Kafani aku dengan legamnya payodamu, benamkan aku bersama duri-duri yang subur menembus bebat laramu;
"Aku ingin mendengar jeritmu dari kerongkonganku sendiri."
Aku tersungkur dipinang legam payodamu yang mendekapku di jurang kesunyian. Langkah-langkah nelangsa memekik, mencipta gema mahalicik yang bersahutan di dinding-dinding tragedi. Sejenak lara bersuara, paru-paruku sesak kala jantungmu bergejolak; mengingat duka yang menjelma punggung bentala di kemarau, abadi—hujan hirap—sementara, samudra kehilangan pasang dan surutnya.
Aku dirajam duri yang subur menembus belut laramu—mencabik-cabiik kafanku, gulita kembali menari tatkala kidung melengking dari kerongkonganku.
Licik? Memang.
Di kedalaman jiwa yang rumpang pun sunyi mengais nelangsa—menjelma lantai dansa tempat di mana gulita berpesta; merayakan luka anak Adam yang melafalkan bait-bait sumbang dari sepasang bibir yang gemetar.
Kekasih, aku sudah dan selesai tenggelam dalam jiwamu. Kuregas selaksa lara yang tinggal di seluruhmu. Tak ada lagi gulita, kidung, dan lantai dansa sebagaimana sumpahku. Kini payodamu cemerlang, sebab baskara dan purnama tak lagi terhalang untuk menembus jurang kesunyian.
; Daksaku letih, bisakah sediakan rumah yang penuh dengan hangat dirimu? Aku ingin tinggal, bukan tenggelam.

KAMU SEDANG MEMBACA
PULAU PUISI
PoetryMasuk ke dalam puisiku, sebetulnya salah kamar. Tak perlu buru-buru keluar, kau tersesat di tempat yang benar. Kumpulan puisi-puisi yang kutulis 2 tahun yang lalu hingga sekarang. Akan update waktu suka-suka.