Disaat semua kembali seperti semula, mengapa sangat sulit untuk membuatnya sesuai dengan kehendak kita? Apa itu yang dinamakan takdir?
....
"gue minta maaf" ucap Sandri singkat menundukkan kepalanya
Mendengar perkataan Sandri, Caski dibuat bingung olehnya. Ditambah dengan aksinya yang menunduk membuat dia semakin bertambah pusing atas sikap Sandri.
Pikirnya selama ini, sudah takada lagi masalah. Lalu, kenapa Sandri meminta maaf seakan ada kesalahan yang dia lakukan.
"for?" balas Caski santai
"semuanya" Sandri mulai memberanikan diri menatap wajah Caski yang sedang bingung dengan aksinya ini.
"maaf karna gue egois selama ini, maaf karna gue pernah berkata kasar sama lo, maaf karna gue juga pernah bentak lo, maaf karna gue udah mutusin persahabatan kita, maaf juga..." ucapannya terputus karna tak sanggup lagi melanjutkan.
Buliran air mata bening menetes di pipi Sandri yang dengan sigap dihapus oleh lawan bicaranya, "gausah dilanjutin" pinta Caski.
"gue udah maafin lo jauh sebelum lo minta maaf" lanjutnya mengelus pipi mungil Sandri sambil tersenyum hangat.
Membalas ucapan Caski, Sandri meraih satu tangan Caski yang menganggur diatas pahanya, posisi mereka yang sudah saling menghadap satu sama lain, membuat Sandri leluasa memegangnya.
"gue nyesel pernah ngelakuin itu sama lo Ca, maaf" lontarnya pelan bergetar karna semakin menyesal dengan tindakannya selama ini.
Caski tersenyum haru melihat ketelusan dalam manik mata Sandri. Keinganannya yang dari dulu ingin kembali berbaikan dan kembali seperti dulu dengan Sandri akan terkabulkan.
Dia menarik Sandri kedalam dekapannya karna tangis sahabatnya itu semakin mengalir deras. "udah San, gausah nangis mulu cengeng amat sih hahaha"
Melepas pelukannya sambil mengelap kasar air mata yang berjatuhan semakin deras, Sandri berkata dengan hati-hati "terus lo mau kan jadi sahabat gue lagi?"
Mendengar ucapan Sandri, Caski sedikit memberikan senyum miring kemudian menaikkan satu alisnya untuk meledek,
"lo gamau ya?" tambah Sandri dengan raut wajah lesu dan menunduk
Caski meraih bahu Sandri memegangnya dengan erat dan menaikkan wajahnya untuk menatap Caski, "belum juga gue jawab, udah pesimis aja lo!!"
"selama ini kan yang mutusin juga elo, dari awal hubungan kita ga baik juga karna lo yang menjauh, gaada unsur gue yang memulai kan, so?" lanjutnya
Mata Sandri berbinar mendengarnya, "thanks Ca, lo memang sahabat gue yang gaada duanya?" ditariknya lagi Caski dalam dekapannya
Dalam pelukan Caski mengangguk membalas ucapannya, "lo harus tau San, gue ga pernah marah sama lo, gue hanya kecewa sedikit. But, now its okay kekecewaan gue udah gaada lagi"
Dalam hati Sandri mengucapkan banyak terimakasih dan maaf, 'maaf gue pernah ngecewain lo Ca, dan terimakasih lo udah mau sahabatan lagi sama gue'
"gue janji gabakal egois lagi dan nyakitin lo sahabat yang mempunyai hati luar biasa baik" balas Sandri
****
"pah..." panggil Caski manja diruang tamu menghampiri bokapnya yang sedang asyik menonton tv
"haii anak cewe papah yang udah dewasa" Papa Mattea merentangkan kedua tangannya menyambut Caski.
Masuk dalam dekapan bokapnya, Caski kembali bersuara "Caski masih anak bayi papah yang kecil kok hehehe"
KAMU SEDANG MEMBACA
K I S A H
Teen FictionDihadapkan pada dua pilihan sulit, gadis belia yang masih menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama, menemukan seorang cowo yang bisa membuatnya lupa dengan masalah keluarganya. Disisi lain, sahabatnya juga menyukai cowo yang sama. Gadis itu berfiki...
