BAB 17: PENGGODA

110 13 6
                                        

Kembali ke real time

Tanpa terasa jam telah menunjukkan pukul 8 pagi, perut Gong Jun terasa lapar. Dia baru sadar bahwa dia belum makan sejak kemarin.

Gong Jun hendak memanggil bibi untuk masak sarapan pagi dia merasa malas untuk masak sendiri.

Namun Gong Jun menyadari bahwa dimeja telah tertata rapi sarapan pagi.

"Bi, kau yang memasak ini semua?" tanya Gong Jun

"Mana mungkin aku masak tanpa perintah darimu Tuan Jun. Ini dikirim oleh seseorang bernama Nn. Ann" jawab Bibi dengan wajah yang datar seolah tak menyukai hal ini.

Mendengar nama itu Gong Jun tersentak

"Ann kesini? Bagaimana dia tahu alamatku?" gumam Gong Jun

"Lalu dia dimana? Sekarang ?" tanya Gong Jun

"Awalnya dia ingin mengantarkan sendiri pada Tuan, namun sesuai perintah Tuan Han bahwa siapapun tak diijinkan untuk masuk ke rumah inti bila ada Tuan"

"Juga bila Tuan Han mengetahui ada orang asing di rumah ini, Bukankah akan membuat Tuan Han kecewa?" jawab Bibi seolah menyadarkan Junjun bahwa Hanhan pergi karena dirinya.

Mendengar hal tersebut, selera makan Junjun menguap.

"Singkirkan saja, buatkan aku sandwich telur dan susu" ujar Junjun lesu.

"Apakah Tuan ingin memakan masakan Tuan Han?" tanya bibi

"Hah? Apakah Hanhan mengirimkan makanan untukku?kapan dia mengirimkannya" mata Junjun langsung cerah mendengar Hanya ternyata masih memperhatikan nya.

"Mana Bi, cepat bawa sini?" tanya Junjun

Bibi mengeluarkan sebuah amplop biru dan menyerahkan pada Junjun.

"Hah? Apa ini bi?" tanya Junjun heran.

"Itu yang Tuan Han berikan pada saya untuk diserahkan pada Tuan bila menanyakan sarapan pagi hari ini"
Ujar Bibi sembari menyingkirkan makanan dari Ann itu dengan cepat dan menuju ke dapur.

"Kau ingin menjadi duri dalam keluarga majikanku. Jangan harap!"
batin Bibi.

Bibi mengetahui bahwa saat ini majikannya sedang bertengkar hebat ketika tadi pagi Zhehan menyuruhnya  dan Tuan Yu merapikan barang untuk di masukkan ke dalam koper untuk pergi beberapa hari, juga ketkka tiba-tiba Nyonya Shan datang dan segera mencari Tuan Jun.

Ditambah lagi kemudian semalam terdengar Tuan Jun sering berteriak memanggil nama Tuan Han.

(Jam 7 tadi bibi diberi tahu penjaga pos keamanan bahwa ada seorang wanita bernama Nona Ann dan  mengaku teman dekat Tuan Jun ingin bertemu untuk mengantarkan sarapan pesanannya.

Bibi tidak mengijinkan untuk masuk walau Ann bersikeras untuk masuk bahkan menawarkan kompensasi bila dia diijinkan masuk.

Namun bibi tetap bersikeras tidak mengijinkan Ann masuk bahkan menyuruhya kembali.

Akhirnya Ann hanya diijinkan meninggalkan bawaannya setelah Ann mengancam akan menelepon sendiri pada Jun dan membuat keributan disana yang menyebalkan beberapa orang yang lewat melihat kejadian.

Setelah memeriksa bahwa makanan itu tidak berbahaya Bibi menyusunnya di meja makan dengan wajah cemberut sembari menelepon seseorang.

Bibi nampak berjalan menuju ruang kerja Zhehan kemudian keluar lagi sembari membawa selembar amplop kemudian meletakkanya di laci dapur).

Gong Jun segera membuka amplop tipis itu

Selembar foto dengan tulisan Zhehan"Kau masih ingin makan sandwich dan susu?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Selembar foto dengan tulisan Zhehan
"Kau masih ingin makan sandwich dan susu?"

Wajah Gon Jun segera memerah, nafasnya menjadi tak beraturan  demi melihat foto Zhehan tersebut.

Tampak bibi memberikan sarapan yang diminta Gong Jun.

"Aku akan makan di kamar, selain Tuan Han dan Mama  jangan ada yang mengganggu aku" ujar Gong Jun sembari membawa sarapannya masuk ke dalam kamar dan tak lupa menguncinya.

Satu hal yang aneh bagi bibi tentu saja, karena Tuan Jun selalu melarang Tuan Han makan dalam kamar. Namun hari ini dia sendiri yang makan dalam kamar padahal sedang tidak sakit

Dalam kamar Gong Jun kembali meraih buku diary Zhehan belum sempat Gong Jun membukanya tiba-tiba terdengar suara panggilan di handphonenya.

Tanpa melihat siapa yang menelepon Gong Jun segera menjawab

"Apakah kau merindukanku baby?" jawab Gong Jun dengan senyuman melebar.

"Hai.. Ini aku, tentu saja aku merindukanmu" ternyata suara Ann

Terkejut bukan Zhehan yang meneleponnya. Namun sudah terlambat untuk menolak.

"Oh hai, pagi sekali kau menelepon" jawab Gong Jun.

"Junshi, kau sudah sarapan? Aku sendiri tadi yang mengantar"

"Namun orang rumahmu melarangku masuk, apakah kau tau itu?" ujar Ann seolah mengadu.

"Oh..ya..baru selesai sarapan. Terima kasih"

"Oh ya Ann apakah ada hal penting yang ingin kau sampaikan. Maaf dia mungkin muncul tiba-tiba" bisik Gong Jun beralasan.

"Tentu saja menanyakan hal yang sama sebelumnya"

"Aku merindukanmu Jun, aku selalu membayangkan ketika kita bercinta. Ketika  aku memiliki benih cinta darimu dan dapat melahirkan untukmu" ujar Ann dengan suara mendesah menggoda.

"Ann.. Akuuuu" suara Gong Jun terdengar ragu untuk menjawab.

Namun bagi Ann keraguan ini merupakan peluang baginya untuk mencapai tujuannya mendekati Gong Jun kembali

Aku sudah melangkah hingga tahap ini maka aku akan terus hingga dia benar-benar dalam genggamanku, batin Ann




Dear DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang