Leo adalah orang lokal Finlandia yang menjadi Guide tour kami, dia mengusulkan pada kami untuk pergi ke Rovaniemi, yakni sebuah resor ski dimana disana kami dapat menikmati Aurora Borealis yang fenomenal itu.
"Apakah kalian sedang berbulan madu?" tanya Leo dalam bahasa China yang fasih.
"Apakah harus berbulan madu dulu baru boleh ke tempat itu?" tanya Zhehan.
"Ha...ha...ha... Tentu saja tidak namun karena tingkah kalian hanya dilakukan oleh pasangan tua pada umumnya" ujar Leo.
"Apakah menurutmu kami ini sudah tua?" tanya Gong Jun dengan polosnya.
"Tapi aku rasa kalian belum resmi menikah, eh tuan, mumpung kalian di sini apakah kalian ingin meresmikan hubungan kalian dalam sebuah pernikahan?" usul Leo
"Hah? Menikah? Apakah mungkin?" tanya Zhehan menatap Gong Jun.
"Bagaimana kau tau kami adalah pasangan" tanya Gong Jun curiga, jangan-jangan Leo adalah paparazi yang mengenal mereka. Terlebih Leo bisa berbahasa China dengan fasih.
"Apakah tanda-tanda di leher kalian itu dilakukan oleh seorang sahabat" tanya Leo.
Zhehan menepuk paha Gong Jun mengingatkan perlakuannya itu.
"Jangan khawatir aku bukan seorang homophobic, bahkan aku salah satu dari sekian ribu orang yang mendukung pernikahan sejenis dilegalkan di sini" jawab Leo tertawa.
"Apa yang menyebabkan kau mendukung hubungan sejenis?" tanya Zhehan.
"Apakah kau juga memiliki hubungan sejenis?" tanya Gong Jun.
"Apakah perlu menjadi seekor ayam untuk mengetahui bagaimana ayam bertelur?"
"Aku hanya simpatisan saja, menurutku cinta itu adalah hak asasi yang tidak dibawa manusia sejak lahir"
"Jadi siapapun itu tidak berhak untuk melarang hak seseorang memiliki orientasi sexual, identitas gender, mengekspresikan jenis kelamin dan bentuk tubuh mereka"
"Seperti halnya kalian menerima keahlian seorang LGBT namun kalian menolak mengakui orientasi sex mereka yang cinta sejenis seperti pekerja kecantikan, musisi, aktor, juru masak dan bahkan dalam militer itu tidak benar"
"Karena mereka juga manusia yang mempunya hak" jabar Leo
Kedua pasangan yang mendengar yang diucapkan itu merasa kagum.
Karena usia Leo jauh lebih muda dari mereka berdua. Namun pandangannya sangat terbuka. Mungkin karena budaya yang menyebabkannya demikian.
Gong Jun memegang tangan Zhehan dan menatapnya dengan wajah serius.
"Han, walaupun kita baru bersama beberapa tahun namun kita telah melewati segala hal bersama. Kini aku Gong Jun ingin hidup menua bersama mu baik dalam suka maupun duka, saat sakit terlebih sehat, saat kaya dan jangan sampai miskin"
"Bercinta hanya padaku selamanya dengan aku menjadi pendorong dan kau yang didorong. Sekali kali bolehlah tukar posisi"
"Zhang Zhehan Maukah kau menjadi pasanganku?" ujar Gong Jun.
Dengan mata berkaca-kaca Zhehan menjawab.
"Orang bodoh mana yang melamar pasangannya di dalam mobil sewaan. Mengecewakan" ujar Zhehan terharu.
"Tidak perduli aku anggap kau setuju" jawab Gong Jun mencium bibir Zhehan.
"Eeehm... Tolong hargai orang yang sendirian disini" ujar Leo tertawa.
Mereka berduapun tertawa bersama.
"Leo apakah kau bisa mengatur pernikahan untuk kami berdua sekarang?" ujar Gong Jun.
"Hei.. Kita belum mengabarkan mamaku dan keluargamu, Yuyu dan Susu pasti akan mengamuk bila mereka tidak ada di saat hari pentingku itu" ujar Zhehan.
"Kau benar, mengapa kalau dekatmu aku jadi pelupa ya" jawab Gong Jun sembari tertawa bodoh.
"Leo, apakah masih jauh tempat tujuan kita?" sekitar 2 jam lagi.
"Kita pulang dulu saja" perintah Gong Jun.
"Bao! Kau khan sudah janji padaku tujuan kita kesini untuk apa" protes Zhehan menghentakkan kakinya karena kesal.
Wajah Zhehan lantas melengos menatap jendela merajuk mode on.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Diary
Fiksi PenggemarZhehan menuliskan segala kenangannya bersama Junjun. Pada saat dia marah atau senang ditumpahkan dalam buku diarynya. Hingga pada saat ada keinginanan untuk berpisah karena pertengkaran dia dapat membaca kenangan manis saat bersama Junjun. Apa sih...
