Cinta memang misteri yang selalu di cari anak manusia.
Karna cinta adalah konsumsi hati, bagian terpenting dalam jiwa manusia. Maka, begitu menyakitkan dan menyedihkan saat cinta harus terlebur hancur berkeping-keping.
Kisah tentang semua luka yang...
Hai udah siap sama patah di chapter ini? Yuk jadi saksi rahasia hati nya ci Shani....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
•
•
Shani Pov
Tuhan masih enggan membantu upayaku untuk melupakanmu, membuatku mengelilingi duniamu yang tak bisa aku lakukan dengan upayaku sendiri.
Aku hanyalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan rasa dan asa di jiwa. Mengapa sulit bagimu, untuk melihat diriku yang mencoba dengan semestinya. Aku masih saja berkutat dengan lembaran surat yang ku buat setiap hari, surat yang berisi ungkapan hatiku untukmu, yang menjadikan hal itu rutinitas baruku saat ini.
Aku ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin tidak ada artinya bagimu, tapi sangat mendatangkan kelegaan bagiku yang tentu saja kelegaan itu hanya milikku seorang.
Aku bingung harus mulai dari mana Ge, Karena kamu sendiri engga pernah tahu bagaimana semuanya bermula dan jangan tanyakan bagaimana aku jatuh cinta padamu. Karena hal itu terasa menyakitkan. Dan jangan tanyakan kepadaku berapa banyak aku terluka karena menahan rasa ini sendiri, berjuang sendiri untuk menghentikannya. Jika aku akan menceritakan dari awal, tidakkah kau bosan mendengarnya? Jangan tanyakan hatiku, tentu saja aku akan bersukacita membagi kisah ini dari awal terbentuknya.
Bohong! Aku bohong!
Pedih adalah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang kurasakan. Siapa yang patut untuk disalahkan, ketika waktu dengan kejamnya bermain-main dengan hatiku, ia sang waktu terlihat tidak berkawan denganku rupanya. Kau harus tahu Ge, waktu pertama kali bunda membawamu, waktu pertama kali melihatmu, mataku enggan berpaling, kata orang itu cinta pada pandangan pertama. Sesungguhnya aku tidak pernah mempercayainya, sampai kau hadir membuktikan kebenarannya. Awalnya aku menyangkalnya mana mungkin aku jatuh cinta padamu, tapi semakin aku menyangkalnya rasa itu semakin nyata adanya. Ya Tuhan aku suka mata indahnya, mata bulat yang selalu membuat aku tergoda untuk menikmatinya lebih jauh, selalu merasa tertantang untuk merekam seperti apa senyum yang kau punya. Hingga akhirnya hal yang tak ku inginkan terjadi padaku dan hatiku, sosok mu benar-benar menguasai pikiranku. Aku yang salah Ge, tentu saja itu memang salah ku, andai saja aku bisa menghentikannya, semua takan sesakit ini. Aku bukanlah perempuan yang memiliki keberanian untuk mengungkapkan rasa ini, hanya saja aku takut rasa ini akan membuatmu semakin jauh dari jangkauanku. Walau pada kenyataannya semua tentangmu berusaha aku jangkau tanpa mengusik mu. Bahkan aku mulai membantumu menjangkaunya, ia dia yang selalu kau sebut di setiap obrolan kita. Saat kau mulai sibuk dengannya aku pun sedang sibuk menata hatiku yang semakin hari semakin sakit yang ku rasakan, bagaimana tidak, pernahkah kau merasakan selalu ada untuk orang yang kau cintai tapi dia malah menceritakan bagaimana dia sangat mencintai orang lain, bisakah kau bayangkan bagaimana rasanya menjadi aku? Tapi bodohnya aku, bagaimana bisa kau betah bersemayam dalam pikiranku padahal kau tak pernah melihatku, sekali saja Ge, tolong lihatlah aku sebagai orang yang berbeda, apa sulit bagimu untuk melihatku sebagai orang yang juga mencintaimu?