Cinta memang misteri yang selalu di cari anak manusia.
Karna cinta adalah konsumsi hati, bagian terpenting dalam jiwa manusia. Maka, begitu menyakitkan dan menyedihkan saat cinta harus terlebur hancur berkeping-keping.
Kisah tentang semua luka yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
•
•
* * *
Anin pov
Aku kembali terbangun dari tidur ku, tidur yang ku paksakan untuk sedikit mengurangi perasaan aneh yang aku rasakan. Aku benci perubahan, tapi perubahan itu pasti kita alami dalam hidup. Dan saat ini waktu berlalu tanpa memberitahu ku. Masa-masa riang bersamamu terlewat sudah, kini hanya tinggal rasa sebuah kehilangan dalam kehampaan. Di setiap malam ku, aku kembali merenungkan dalam balutan luka yang mulai ku sesali. Bukan luka yang di gores kan oleh Nabil melainkan karena perubahan yang ada pada dirimu Gre. Perubahan itu terjadi begitu cepat tanpa aba-aba ataupun peringatan. Dulu kita selalu bersama-sama sekarang terpisahkan. Aku benci perubahan ini Gre, tapi aku belum siap jika harus kehilangan Nabil. Lelaki pertama yang mencuri hatiku bahkan nama mu saja bisa dengan cepat terhapus oleh sosoknya, tapi kenapa? Kenapa, rasanya sepi dan hampa ketika jauh darimu, kenapa rasanya sakit ketika kamu mulai acuh, sedangkan aku masih bisa bersikap biasa-biasa saja saat ku tahu Nabil bermain curang di belakangku. Kini ku sadar berjalan mencari orang yang ku suka, hanya membuat lelah luluh lantah. Sepi dalam kesendirian itu menyakitkan, memukul keras jiwa yang terdalam sehingga menyadarkan ku. Jika hati ku pun tertuliskan namamu, Gracia.
* * *
Aku terdiam di antara ilalang yang bergelayut lembut akan tiupan angin di sore itu. Tatapan lurus pada sang senja yang menggores apik bentangan langit di ujung barat. Kehangatan sang senja begitu terasa menyentuh hati yang kini tengah pilu akan sebuah kerinduan. Namun senja yang begitu hangat itu tak lagi sama semenjak perubahan sikapnya. Itulah luka yang sampai saat ini tak kunjung kering bahkan semakin terbuka lebar ketika menatap senja tanpa seseorang yang selama ini begitu berarti dalam hidup ku. Kenapa aku menyadari akan perasaan yang selama ini begitu tersimpan dalam setelah jarak menyadarkan ku. Dan untuk kesekian kalinya penyesalan itu hinggap dan begitu menyiksa diri ku. Adakah kesempatan untuk kembali mengulang senja terindah yang selalu kita lewati bersama seperti dulu?
Air mata ku kembali mengalir lembut. Kembali menemukan memory indah yang takkan pernah ku hapus begitu saja.