Cinta memang misteri yang selalu di cari anak manusia.
Karna cinta adalah konsumsi hati, bagian terpenting dalam jiwa manusia. Maka, begitu menyakitkan dan menyedihkan saat cinta harus terlebur hancur berkeping-keping.
Kisah tentang semua luka yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah bertemu dengan Gracia di depan tadi, Melody melangkah kakinya menuju meja tempat berkumpulnya sahabatnya. Di sana sudah ada Celien, Cindy, Jinan dan baby Ara.
"Ada apa si? " ujar Melody yang sudah duduk do sebelah Celien.
"Ini kak Mel, kak Jinan lagi ngelamar Cindy" ucap Celien, Melody melirik ke arah Jinan.
"Oh jadi karena itu tadi Gracia pergi" kata Melody dengan nada aedik ketus.
"Apa! ada Gracia ? Kata Cindy. Astaga dia lupa tadi Ara memintanya ke sini.
"Iya tadi aku ketemu dia di depan, sambil nangis" Cindy bangkit dari posisi duduknya.
"Ara sayang tunggu sebentar di sini ya, mama mau cari nda dulu" katanya lalu sedikit berlari.
Jinan yang hendak mengejarnya di tahan oleh Melody.
"Kamu benar-benar engga punya malu ya Ji? Setelah apa yang kamu perbuat kamu tiba-tiba datang dan merusak kebahagian mereka"
"Apanya yang salah paham? Kamu ga buta kan Cel, kamu liat kan gimana hancurnya Cindy waktu keparat ini pergi ninggalin Cindy. Dan gimana susahnya Cindy bangkit dari keterpurukannya, sampai akhirnya Tuhan mempertemukan dia dengan wanita sebaik Gracia. Terus tiba-tiba keparat ini muncul dan mau ngerusak semuanya. Kamu masih waras kan Ji? Kata-kata Melody cukup untuk menyadarkan Jinan.
Cindy kalang kabut mencari keberadaan Gracia. Sampai akhirnya iris matanya menemukan siluet yang di kenalinya. Dia tersenyum hatinya tiba-tiba menghangat mengingat apa yang tadi di katakan Melody. Sampai akhirnya Cindy terdiam, dia mematung di tempat. Mendadak seluruh tubuhnya lumpuh sampai akhirnya dia berhasil memundurkan langkahnya. Membalikan tubuhnya, dia sadar dia hanya salah paham dengan reaksi Gracia. Seharusnya dia tidak berharap yang pada akhirnya harapan itu melukainya tanpa ampun.
Author pov end
Shani pov
Hari ini...
Aku masih menuliskan kisah kita. Semua yang aku rasakan masih tetap dengan perasaan yang sama untuk menunggumu dengan rindu yang terus mengganggu.
Bertahun-tahun menyimpan perasaan ini, menyimpan kepedihan semua kepedihan tanpa seorang pun yang tahu termasuk kamu. Jika sampai menua nanti aku belum memiliki keberanian untuk menggungkapkan semua, semoga saja ada hal yang bisa menuntun mu untuk membaca isi hatiku.
Lima tahun itu lama Ge, dalam jarak yang panjang, waktu yang tak kunjung berakhir, bertahun-tahun tidak saling menyapa, tidak saling bica sampai ketika kita tidak sengaja di pertemukan kembali pun aku masih merasa kehilangan mu.