Cinta memang misteri yang selalu di cari anak manusia.
Karna cinta adalah konsumsi hati, bagian terpenting dalam jiwa manusia. Maka, begitu menyakitkan dan menyedihkan saat cinta harus terlebur hancur berkeping-keping.
Kisah tentang semua luka yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shani pov
Cinta itu luka tanpa rasa sakit Karena cinta, rela memberi tanpa menerima kembali, rela menyayangi Tanpa harus di sadari, rela pergi dan di benci tanpa mesti di pahami.
Ge!
Aku menantimu di halaman terakhir kisah ini Di antara lembar harapan yang ku titipkan pada awan...
Namun,
Kau tak kunjung sadar Barang satu halaman saja Kau berhenti dalam diam Dalam alinea pertama Yang tak pernah kau selesaikan
Hingga akhirnya Aku kalah oleh waktu Ditertawakan oleh harapan Tepat di saat awan itu melebur Dan hancur menjadi hujan...
Ge!
Atau mungkin dalam renungmu, kamu masih ragu dengan arah Dengan langkah yang terkadang berhenti dan terseok lelah
Dan mungkin dalam diam mu, Aku belum benar-benar manjadi apa yang kau yakini indah Hanya memberi nyaman untuk sekedar menjadi penenang, bukan pemenang
"Ci, bagun..." Suara lembut Gracia yang sedang membangun kan ku. Hari ini kita ada kuliah pagi jam 7. Samar-samar Gracia melirik ke arah jam di atas nakas, masih setengah enam. Dia terlihat memasuki kamar mandi untuk mandi terlebih dulu.
"Ciiiiiiii, bagun. Udah siang" upaya keduanya setelah kembali dari kamar mandi, aku masih enggan bangun, hanya mampu menguap lalu kembali merapatkan selimutku. Melihat reaksi ku yang sedang bermalas-malasan ini dia terlihat membuatkan sarapan untuk kami.
Hampir 30 menit aku masih betah membungkus tubuhku dengan selimut tebal ini.
"Ci, bangun kita ada kuliah pagi" kini Gracia menggoyang-goyangkan lengan Shani. Namun lagi-lagi aku hanya menggelengkan kepalaku dan menaruh di pangkuan Gracia yang sedang duduk di sampingku.
"Kayanya harus pake cara ini deh" katanya, tiba-tiba saja dia menurunkan kepalaku dari pangkuannya, lalu dia turun dari ranjang dan berjongkok mensejajarkan kepalanya dengan ku.
"Ciiiii..." Bisikannya mengganggu, terdengar lirih namun seksi yang berhasil membuat ku menggeliat geli.
Cup😘😘😘
Dia mencium ku...
Ciumannya yang lembut menyentuh kulit wajah ku itu berhasil membuat kedua mata ku terbuka sempurna, merasakan sesuatu yang lembut menempel di pipiku.
"Yeiiii berhasil!! Ujarnya yang mulai berjalan meninggalkan ku yang masih dalam mode cengo. Aku mengerjap-ngerjapkan mata berulang kali, hingga aku tersadar.
"Ya ampun udah jam setengah tujuh! Astagah Ge kita kesiangan! Aku pun berlari ke kamar mandi dengan tergesa-gesa untuk melakukan ritual mandi.
Selesai keluar dari kamar mandi, aku memoles make up tipis pada wajah ku. Lalu beranjak ke ruang tengah. Di sana sudah ada Gracia dengan sarapan roti bakar yang tadi di buatnya untuk kita berdua.