menempu kehidupan baru

776 64 8
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



























Hari ini, tepat pada tanggal 29 February pernikahan mu di gelar dengan meriah ci, aku hadir ci, aku hadir di pesta pernikahanmu. Ingin sekali aku bilang ke kamu bahwa aku begitu mencintaimu ci, seperti angin mencintai bunga, sepeti hujan mencintai pelangi. Jujur saat itu aku berharap kamu mengerti ci, tapi aku sadar semakin aku mengenal;mu aku tahu akan sulit untuk ku bisa mencintaiku, aku tidak memiliki sesuatu yang pantas yang bisa membuatku melihatku, karena itu aku memutuskan untuk pergi, bukan karena aku lelah, bukan juga karena aku menyerah, tapi bila jauh dariku membuat mu bahagia maka akan ku lakukan dan aku berharap dia mencintai mu melebihi aku mencintaimu, dan aku pun berharap hancur ku ini tidaklah sia-sia.

Ci...

Andai kamu tahu, aku begitu merindukan bagaimana aku berusaha tinggal di hati kecilmu, meski ternyata tidak ada tempat tersisa untuk ku di sana....

Aku pergi ci....

Ini yang terakhir yang bisa aku berikan, semata karena aku hanya ingin melihat mu tersenyum di hari bahagia mu..

Ku harap, dia bisa menjaga mu, menyayangi mu melebihi aku menjaga dan menyayangimu. Jika suatu saat nanti hatimu terluka karena, datanglah padaku bawa kan aku harapa yang ku tunda.

Terkadang Tuhan membuat kisah hidup kita, berjalan dengan seseorang hanya untuk sebagai teman di suatu masa tapi tidak sebagai pasangan untuk selamanya, aku masih mencintaimu dengan sederhana meskipun tak selalu bisa sempurna, tapi sekarang selamat berbahagia ya ci...

Doa terbaik ku akan selalu terkirim untuk mu...

Dari kejauhan, aku menyaksikan rangkaian acara demi acara sampai akhirnya kamu di nyatakan sah menjadi istri dari Vino.

"Nin.."

"Udah mau pergi sekarang, Gre? Tanya Anin menatap ku sendu. Kali ini aku dan Anin pun akan berpisah, karena tujuan kita tak lagi sama.

"Iya Nin, pesawat ku take off dua jam lagi"

"Kalau gitu masih ada waktu kalau kamu mau nemuin Shani, Gre" ujar Anin, aku tersenyum aku rasa itu engga akan aku lakuin, semua yang terjadi sama aku udah cukup melukai Anin. Bagaimana bisa aku melukainya lagi. Setelah hari ini, aku pastikan semua tentangnya akan ku simpan dan jadikan kenangan.

"Kamu yakin ga mau nemuin Shani, Gre? Tanya Anin, aku diam, rindu-rindu ini terus mengusik ku, meminta pertanggungjawaban, rindu ini minta di redakan dan penawar rindu ini adalah dia seseorang yang saat ini berbahagia.

"Aku titip ini buat ci Shani ya" katanya menyerahkan sebuah surat kepada Beby.

Setelah itu, ini akan jadi kali terkahir aku bertemu mereka. Pengecut memang, aku memilih pergi karena aku tak sanggup dengan luka di depan mata, aku memilih jalan luka ku sendiri, karena bagiku ini bagaikan memakan buah simalakama, bertahan terluka, pergi apa lagi. Karena itu aku sebut aku memilih jalan luka ku sendiri.

Goresan Luka [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang