Haiiii.....
Gimana kontrak cintanya? Suka ga gaiisssss?
Btw jangan lupa vote dan komen ya, kalau rame terus aku rajin deh up nya. Tapi kalau kontak cinta sabar dikit ya, itu anget banget sehari nulis sehari langsung up, mungkin bakalan jarang-jarang nulisnya yang itu.....
Btw selamat membaca sayang-sayangnya aku.. Eh ga jadi deh nanti aku jadi pelakur, ihhh amit-amit jabang bayi....
Met baca cayang-cayangnya GRESHAN.....
Shani pov
Sore ini,
Di depan teras rumah
Percikan air yang jatuh dari langit
Dan sepi yang menggerogoti hati...
Dan ketika malam,
Ku nikmati gulita malam yang penuh nestapa
Menyelimuti perahu tanpa nahkoda
Entah apa yang di rencanakan semesta
Di kala sabitah tak lagi menuntun
Lalu arus mana lagi yang harus di tuju?
Sejak kejadian siang itu, ada dua hal yang menggangu pikiran ku. "Punya ku" kata yang waktu itu keluar dari lisan mu terua terngiang-ngiang di pikiran ku. Terkadang aku bingung dengan sikap posesif mu.
Semua kembali normal setelah kejadian di rooftop siang itu. Sesungguhnya aku pun terkejut dengan tindakan Vino waktu di kantin, tapi yang membuat aku terkejut adalah sikap Gracia setelah itu
"Semua berkumpul" teriak ku yang kebetulan menjabat sebagai ketua BEM.
Hari ini merupakan hari terakhir ospek. Para mahasiswa baru segera berlari dan berbaris sesuai kelompok mereka. Untuk mendengar sambutan terakhir ku sebagai penutup kegiatan ospek tahun ini.
Kegiatan BEM hari ini pun telah selesai. Ketika aku ingin bersiap-siap, seorang gadis berjalan ke arah ku dengan menampilkan senyuman tipis yang malah memperlihatkan gigi gingsulnya yang membuat senyumannya semakin menawan.
"Udah selesai ci? Tanyanya. Aku hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan nya barusan.
Setelah berpamitan pada yang lain, dia langsung menggenggam erat tangan ku dan ku pun dengan senang hati membalas genggaman nya. Dan saat kamu ingin melanjutkan langkah kami, tiba-tiba kami mendengar suara yang cukup lantang.
"Shani Indira Natio..."
Aku dan Gracia menghentikan langkah kami dan menoleh ke belakang, ku lihat Vino sudah berjalan ke arah ku. Dia berjongkok dengan satu lutut di aspal. Banyak orang terdekat kami yang menyaksikan adengan ini. Sekarang aku tahu apa maksud Vino.
"Shan, will you be mine?"
Ku lihat kini Vino. Mengeluarkan setangkai mawar merah dari balik punggungnya. Namu keindahan nya tak sebanding dengan wanita di sebelahku. Gracia melepaskan genggaman nya, namun dengan cepat ku genggam kembali tangannya jauh lebih erat.
Genggaman nya berhasil lolos. Aku ga ngerti kenapa dia ninggalin aku saat ini? Apa mungkin dia cemburu? Ah ga mungkin, mana mungkin dia menyukai ku, orang yang dia sukai kan Anin.
"Maaf Vin, aku ga bisa"
Bodoh, beberapa hari lalu aku memintanya untuk membuat ku jatuh cinta padanya, tapi saat ini aku malah menolaknya di depan para sahabat kami. Padahal waktu di kantin dia mencium ku tanpa sedikit pun perlawanan dariku, entah lah kata-kata "Punya ku" yang keluar dari mulut Gracia berdampak luar biasa untuk ku.
Aku menggerakkan tubuh ku untuk mencari keberadaan Gracia.
Ku temukan dia di dalam mobil sedang memeluk kemudinya. Apa yang sebenarnya terjadi sama dia?
KAMU SEDANG MEMBACA
Goresan Luka [END]
Teen FictionCinta memang misteri yang selalu di cari anak manusia. Karna cinta adalah konsumsi hati, bagian terpenting dalam jiwa manusia. Maka, begitu menyakitkan dan menyedihkan saat cinta harus terlebur hancur berkeping-keping. Kisah tentang semua luka yang...
![Goresan Luka [END]](https://img.wattpad.com/cover/303572120-64-k347415.jpg)