kembali di pertemukan

886 92 7
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








































Monolog shani

Aku membuka kembali riwayat kenangan kita yang sudah jauh sekali tertimbun. Aku replay dari awal sampai pada akhir, kita pernah bersyukur karena Tuhan pernah saling menemukan kita masing-masing dan kita saling membahagiakan, hingga akhirnya aku harus tersenyum dengan terpaksa dan kembali di paksa harus mengikhlaskan kamu untuk pamit tanpa alasan.

Aku kembali membuka surat yang telah lama tersimpan rapi karena kak Beby lupa memberikannya padaku.

Sampai akhirnya aku juga menemukan rekaman suaramu.

"Nanti bila kamu engga lagi mendengar kabar ku lagi ci, aku minta maaf karena aku pernah mengharapkan mu sedalam itu. Dan tentang perasaan ku untukmu, terimakasih karena kamu ga pernah sedikitpun salah mendiami ku.  Tapi hanyalah aku yang tak dapat memahami mu, bahwasanya langit memang tak akan pantas untuk memeluk bumi"

Aku menangis, aku merancau bukan main, kamu salah mengartikan semuanya Ge, kita hanya dua manusia yang ternyata saling mencintai yang di paksa berpisah karena suatu alasan, bukan kamu yang tak pantas untuk aku, tapi aku Ge, aku yang ga pantes untuk kamu, aku mencintai kamu tapi dengan bodohnya aku mengotori cinta kita dengan melakukan itu dengan Vino, jujur aku menyesali kebodohan aku itu Ge, andai aja semua ga terjadi mungkin kita udah bisa bahagia sama-sama.

* * *

Author pov

Hari jum'at jadi jadwal tetap Shani jika berada di Jakarta, untuk menabur bunga di atas tumpukan tanah. Kali ini tidak ada lagi air mata yang jatuh di kunjungannya. Di atap lirih sebuah buket bunga yang masih terlihat segar. Shani memicingkan matanya, lalu mengambil buket bunga di atas batu nisan bertulisan Veranda Natio. Iya makan ini adalah makan bunda, satu tahun yang lalu bunda telah pergi meninggalkan Shani.

"Mom, apa kita masih lama? Ucap bocah berusia 5 tahun. Tangan mungil nya menarik ujung baju yang Shani kenakan.

Shani berjongkok untuk menyamakan tinggi badannya. Lalu tangganya dengan telaten merapikan rambut yang menghalangi wajah cantik putrinya.

"Baiklah kita udah selesai! Kata Shani, bocah itu tersenyum menampilkan gummy smile nya yang menjadi ciri khasnya.

"Kalau begitu ayo antarkan Gege ke tempat les gymnastics" ujarnya sembari menarik narik kembali lengan baju Shani.

"Iya tapi kita harus ke mansion bibi sama mami ya!

"No mom, kita bisa telat kalau kita harus ke mansion mamih bibi dulu"

Dan akhirnya mau tidak mau Shani mengalah pada sang putri. Dia mengantarkan anaknya itu ke tempat latihan gymnastics. Lalu setelah itu mengendarai mobilnya menuju mansion bytwins. 

Goresan Luka [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang