Cinta memang misteri yang selalu di cari anak manusia.
Karna cinta adalah konsumsi hati, bagian terpenting dalam jiwa manusia. Maka, begitu menyakitkan dan menyedihkan saat cinta harus terlebur hancur berkeping-keping.
Kisah tentang semua luka yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jika dia kebahagiaanmu maka dia jugalah kebahagiaanku" ucapnya dalam hati.
Dan akhirnya Shani melangkahkan kakinya menuju parkiran untuk menjemput Anin. Saat dia menuju parkiran, dia berpapasan dengan Beby.
"Kamu mau kemana? Apa acaranya sudah selesai?? Tanya Beby.
"Semua baru saja akan di mulai Beb! Dan aku, aku akan pergi untu menjemputnya...."katanya.
"Menjemput kebahagiaannya..."ucapnya lagi.
"Kalau begitu, ayo aku antar Shan! Kata Beby.
Shani hanya menggeleng kan kepalanya, lalu melangkahkan kakinya ke arah mobil. Mobil milik Shani pun melaju dengan cepat menuju ke kediaman Anin. Gadis itu pun sudah terlihat cantik dengan gaunnya. Ah tidak, dia bahkan selalu tampil cantik di setiap waktunya.
Di dalam mobil, mereka asik dengan pikirannya masing-masing, tidak ada obrolan apa pun yang keluar dari kedua gadis itu.
"Sebenarnya apa rencana anak itu Shan? Ucap Anin memecahkan keheningan.
Shani hanya menoleh dan tersenyum pada gadis pemilik mata indah itu. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
"Sebelumnya aku akan menutup kedua matamu dulu ya Nin" kata Shani sambil menutup kedua mata Anin. Shani mengiringi langkah Anin menopang tubuhnya yang tak seimbang itu.
Dari kejauhan kedua bola mata Shani menangkap bayang gadis yang sangat di cintai nya. Hari ini, dia benar-benar sedang mengantarkan kebahagiaan untuk seorang gadis tampan yang diam-diam di cintai nya.
Gadis itu pun langsung menyambut kedatangan Anin, meraih kedua tangan mungilnya. Dan dengan berat hati Shani meninggalkan tempat itu.
Gracia membuka penutup mata Anin, gadis itu terlihat bingung dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Gre!! Panggil Anin yang masih bingung dengan semua ini.
"Aku mencintaimu Nin, sungguh-sungguh " kata Gracia lirih.
"Gre.." Gracia memotong omongan Anin sebelum dia sempat melanjutkan ucapannya.
"Tunggu Nin. Biarkan aku selesaikan dulu bagian ku. Nin aku tahu aku bukan orang yang kamu inginkan tapi aku tahu hal yang kamu ingin kan dan hal yang membuatmu bahagia. Dan aku, aku akan menciptakan kebahagian itu dengan caraku sendiri dan ini adalah bagian dari caraku membahagiakanmu" kata Gracia dengan sangat tulus. Tidak di sangka air matanya kini jatuh begitu saja. Tangan Anin melepaskan genggaman tangan Gracia, berpindah menangkap wajah Gracia.