Hancur dan jatuh cinta

604 55 49
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





























Gracia pov

Aku duduk di tepi tempat tidur. Aku tertunduk. Nafasku naik turun kasar menahan gejolak yang semakin aku tau kenapa aku begini. Aku marah aku marah pada diri ku sendiri, bisa-bisanya aku melibatkan perasaan di dalam hubungan aku dan ci Shani. Tak lama kelamaan amarahku berubah menjadi air mata. Aku sakit ci, aku sakit ngeliat kamu di sentuh orang lain. Aku tau harus nya aku engga kaya gini ci. Harusnya aku ga seegois ini. Aku terlalu terpuruk dengan kesedihan ku ini sampai aku tidak sadar ada tangan lain yang tengah membasuh air mata di pipiku.

"Gre, jadi Shani orangnya Gre?

Aku menoleh sejenak, itu Anin. Aku tersenyum sejenak, lalu menghapus kasar air mataku.

Aku menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Anin kepadaku.

Anin malah menarik ku ke dalam pelukannya. Tangannya naik turun di kepala dan punggung ku.

"Ga perlu di jelaskan Gre, dari awal aku udah duga semua ini akan terjadi karena hal itu juga aku ragu sama perasaan kamu ke aku Gre, dan  akhirnya dugaan ku benar bukan? Anin melepaskan pelukannya, menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan kasar, dadanya sesak seolah-olah pasokan oksigen tiba-tiba saja sulit di terimanya dengan baik.

"Maaf" hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku, kali ini aku tidak menyangka dengan apa yang saat ini aku rasakan perasaan ini benar adanya. Dan mulai saat itu bukan lagi namanya yang terukir indah di hatiku melainkan nama Shani lah yang saat ini bertahta di singgasana.

"Bukan salah kamu Gre, aku yang salah karena terlalu lama meyakinkan hatiku sampai aku lupa untuk meyakinkan hatimu terhadap perasaanmu kepadaku, Gre" tangisan pun tumpah. aku pernah mendekat menyentuh pipi yang selalu aku kagumi, hatiku ikut terluka bersamaan dengan lukanya Anin bagaimana tidak seseorang yang selama ini selalu aku pastikan kebahagiaannya, aku tidak membiarkan siapa saja membuat mata indahnya mengekuarkan butiran air mata. Tapi lihatlah kali ini aku sendiri lah orang yang melukainya dan membuatnya menangis. Ketahuilah Nin, melihatmu seperti ini merupakan luka yang paling dalam selama hidupku, bagaimana tidak aku dengan jelas melihat luka-lukamu yang penyebab nya itu adalah aku, aku melihat begitu jelas lukamu dari sorotan mata indahmu Nin, sampai aku bisa ngerasain hatiku kaya tercabik-cabik tanpa ampun.







* * *














Author pov

Ini sudah pukul 11 malam, namun Sani belum juga pulang. Gracia coba menelepon Vino namun lagi-lagi tidak ada jawaban. Kemana sebenarnya mereka, mungin pikiran itu yang saat ini mengganggu nya.

Tak lama kemudia ueforia tahun baru mulai terdengar di segala penjuru di kota ini. Suara terompet sahut menyahut dengan suara petasan dan kembang api ikut mewarnai langit malam.

Goresan Luka [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang