FMS : 25

46.5K 4.4K 151
                                        

Halo










Keputusan Ansel untuk keluar dari dunia hiburan tentu saja membuat semua media langsung gempar. Tak sampai dua puluh empat jam setelah Ansel memgambil keputusan, kini berita tentang dirinya yang diselimuti rumor-rumor kuno menyapa mesin pencarian internet dan tayangan gosip di televisi. Apartment tempat tinggalnya berdua dengan sang anak terus didatangi oleh beberapa orang yang seolah haus akan pernyataan tambahan dari mulutnya. Merasa keadaan sudah mulai di luar kendalinya, Ansel memutuskan untuk pindah tempat tinggal secara diam-diam. Semua akan terasa mudah jika cuan ikut berbicara.

Dan di sini Ansel sekarang, di sebuah tempat yang lagi-lagi bernama apartment. Tapi yang membedakan adalah apartment barunya ini dikelola langsung oleh keluarga Malvin dan setidaknya Ansel tidak perlu lagi memusingkan privasi nya karena Malvin dan papanya sendiri sudah berkata jika kepindahannya itu akan dirahasiakan.

"Theo jangan nakal ya. Bubur labu nya jangan disembur terus. Labu lagi mahal loh," oceh Ansel sambil menelan bulat-bulat rasa kesalnya sambil mengelap sekitar mulut anaknya yang belepotan tak karuan.

Saat Ansel kembali ingin menyuapi anaknya, bayi itu langsung menoleh seolah menolak untuk makan lagi.

"Nak...." gumam Ansel sambil melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi dan hampir satu jam lebih dirinya masih terus berkutat pada Theo dan bubur labu nya.

Theo yang duduk di kursi roda bayi lantas terlonjak tanpa sebab. Melihat itu sang mama hanya bisa menghela napas pelan. "Uget-uget lagi ni bocah. Astaga! Gini amat jadi orangtua tunggal."

Ansel lalu meletakkan mangkok bayi ke atas meja dan beranjak berdiri. Lelaki mungil itu lalu mengambil anaknya dari kursi roda bayi dan menggendongnya lalu melangkah membawanya ke dalam kamar.

Sesampainya di kamar, Ansel lalu menurunkan bayinya yang sedikit demi sedikit sudah mulai belajar merangkak.

"Kamu tunggu di sini ya. Mama mau mandi dulu." Ansel masih berceloteh sambil memasang pagar khusus bayi agar Theo nya tidak kemana-mana. Tak lupa dirinya juga meninggalkan beberapa mainan bayi di sana yang bertujuan agar putra kecilnya tidak bosan selagi menunggunya mandi.

Setelah memastikan sudah aman barulah Ansel berjalan menuju kamar mandi dengan langkah terburu-buru. Sebelum menutup pintu, lelaki itu kembali melihat kondisi Theo yang kini sibuk bermain dengan aneka plushie yang tiga diantaranya hadiah dari Dikta.

Pintu kamar mandi itupun langsung tertutup dan tak lama terdengar bunyi shower yang tidak membuat Theo terganggu dan terlihat bayi kecil itu masih asik menggigiti salah satu plushie yang baru dibelikan oleh sang mama beberapa hari yang lalu.

++

Ansel terus menenangkan Theo yang masih meronta di dalam gendongannya. Pupil lelaki beranak satu itu itu sontak melebar saat melihat persediaan susu anaknya sudah habis tak tersisa sedikitpun. Dengan reflek dirinya langsung menepuk jidatnya yang bagaimana dia bisa lupa untuk membeli barang penting untuk kelangsungan hidup anaknya itu.

Entah karena kesal atau bagaimana, tanpa aba-aba Theo langsung menggigit puting ibunya hingga membuat Ansel memekik kesakitan.

"TH--" Suara Ansel terhenti di ujung lidah saat melihat mata putranya yang sudah sangat berkaca-kaca dengan bibir mencebik lucu. Dengan jari mungilnya, bayi itu lantas memegang puting sang mama sambil menatap mata sipit milik mamanya.

FAMOUS [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang