Keesokan paginya, Alex terbangun dengan posisi saling berhadapan dengan Sasha. Alex terbangun dengan perasaan yang luar biasa bahagia. Dia menatap Sasha yang masih tertidur, senyuman di wajahnya terulas.
Semalam dia bermimpi sangat aneh. Dia bermimpi mencumbui Sasha, satu-satunya wanita yang selama ini mengisi hatinya semenjak pertemuan pertamanya beberapa tahun lalu saat Sasha menangani proyek apartemennya bersama Dean.
Dan yang membuatnya terbangun dengan perasaan bahagia adalah dalam mimpi itu, Sasha pun membalas cumbuannya. Mimpi yang dia harapkan adalah sebuah kenyataan.Tanpa ingin membangunkan Sasha yang terlelap, Alex perlahan bangkit dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat membuka kausnya, dia menatap sebuah tanda misterius di atas dadanya. Tanda kemerahan seperti bekas kecupan keras.
"Apa ini?"
***Sasha bangun dari tidurnya dan melihat Alex sudah tak ada di sampingnya. Dia pun mendengar dengan saksama, tak ada suara dari dalam kamar mandi, menandakan Alex sudah keluar dari kamar ini.
"Huuff!" Sasha bernafas lega. Mimpi anehnya semalam akan membuatnya canggung jika melihat Alex pagi ini.
Sasha segera bangkit dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah mencuci muka, Sasha menatap pantulan dirinya di cermin dan menangkap sesuatu yang aneh.Dia menoleh ke sebelah kiri dan menatap ke cermin dengan ujung matanya. Di lehernya terlihat sebuah tanda aneh. Tanda kemerahan di lehernya tampak seperti bekas kecupan keras.
"Apa ini? Apa ada serangga yang mengigitku?"
***Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Sasha pun keluar dari kamar dan pergi ke ruang makan. Di sana hanya terdapat Sofi tampak seperti sedang mencuci piring. Melihat kedatangan Sasha, Sofi pun segera menghampiri.
"Silahkan, sarapan sudah tersedia," ucap Sofi sembari menunjuk meja makan yang sudah tertata roti dan beberapa selai dan dua butir telur rebus dan segelas susu.
"Terima kasih," ucap Sasha kemudian duduk di meja makan. "Apa anda melihat Alex?" tanya Sasha.
"Ah, setelah sarapan, Tuan Alex kini sedang bersama George untuk memeriksa mobil," jawab Sofi, yang kemudian melihat tanda kemerahan di leher Sasha.
Sofi tersenyum mencurigakan. Sasha pun menangkap tatapan Sofi yang tertuju pada tanda merah di lehernya.
"Ah.. ini, sepertinya ada serangga yang menggigitku semalam," ucap Sasha, kemudian menarik ujung kerah kemejanya untuk menutupi tanda misterius itu.
"Pasti serangga yang sangat besar!" ujar Sofi masih dengan senyum mencurigakan. "Sup buatan George nampaknya masih sangat manjur!" ucap Sofi, seraya kembali ke aktivitasnya mencuci piring.
"Sup?" Sasha pun menganga, mengingat kejadian semalam. "Apa semalam itu nyata? Bukan mimpi?" tanya Sasha dalam hati.
Sasha berusaha sekuat tenaga menepis pikiran kotornya. Setelah berpisah dengan Dean, nampaknya dia merasa begitu kesepian hingga mimpinya pun berubah menjadi liar.Tak lama setelah Sasha selesai sarapan, Alex dan George pun muncul.
"Bagaimana?" tanya Sasha.
"Mobilnya sudah siap," jawab Alex.
Sasha pun mengangguk, tanda bahwa kini sudah saatnya untuk melanjutkan perjalanan. Mereka berdua pun membereskan kopernya dan Alex keluar lebih dulu untuk mengurus check out dari penginapan itu.
"Terima kasih sudah menginap di penginapan ini, semoga kalian kembali lagi ke penginapan ini," ucap Sofi pada Alex dan Sasha.
Alex dan Sasha mengangguk sambil tersenyum. Tak lama, George muncul dari belakang. Sambil membawa sebuah tas karton berisi dua buah mangkuk plastik dengan sup di dalamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Days to Love
RomansaDean dan Sasha adalah sahabat sehidup semati. Tak pernah terpikirkan bahwa kebersamaan dan kebiasaan membuat mereka saling bergantung satu sama lain. Hingga sampai pada kesadaran bahwa mereka saling mencintai. Tapi kedatangan Alex dan Mia mengubah s...
