"Aku, Alexander Trump memilihmu Sasha White menjadi istriku dalam suka maupun duka, di waktu sehat dan sakit, dengan segala kekuranganmu dan kelebihanmu," ucap Alex dengan penuh kesungguhan dalam hatinya.
"Aku, Sasha White memilihmu Alexander Trump menjadi suamiku dalam suka maupun duka, di waktu sehat dan sakit, dengan segala kekuranganmu dan kelebihanmu," ucap Sasha, sambil terus meyakinkan hatinya untuk meneruskan pernikahan ini.
Keraguan dan ketakutan dalam hatinya bukanlah soal memilih Alex menjadi suaminya, namun ikatan pernikahan yang masih terasa menakutkan bagi Sasha. Dia masih termakan dengan anggapan yang dia yakini seumur hidupnya bahwa dia adalah anak yang tidak diinginkan dalam pernikahan kedua orangtuanya sehingga kedua orangtuanya menelantarkannya ke panti asuhan. Kenyataan yang Alex berikan beberapa hari lalu sedikitnya telah mematahkan anggapan buruknya soal pernikahan.
Namun, saat tatapan kesungguhan yang Alex berikan padanya dan ciuman hangat yang dirasakan di bibirnya setelah lelaki itu resmi menjadi suaminya, membuat keraguan itu sedikit demi sedikit menghilang.
"Asalkan itu bersamamu, sepertinya pernikahan bukanlah hal yang perlu ditakutkan," ucap Sasha dalam hati.
PROK PROK PROK
Tepuk tangan meriah dari keluarga dan beberapa tamu yang hadir di sana terdengar setelah ciuman dari kedua mempelai selesai.
Amelia mendekat dengan mata yang berkaca-kaca.
"Bu, ibu jangan terlalu terbawa emosi," ucap Alex mengkhawatirkan keadaan jantung ibunya.Amelia menyeka air matanya. "Akhirnya ibu bisa menyaksikan pernikahanmu, putra sulungku!" Amelia pun mengecup pipi putranya.
Alex memeluk erat ibunya dan dia bahagia karena telah membuat ibunya bahagia. Setelah memeluk putranya, Amelia pun menghampiri Sasha yang kini telah menjadi menantunya.
"Ibu," ucap Sasha kemudian memeluk Amelia yang kini sudah sah menjadi ibu mertuanya.
Amelia mengelus punggung menantunya, kemudian menatapnya lekat. "Selamat datang di keluarga ini sayang, mulai hari ini kau harus meninggalkan nama belakang yang kau dapatkan dari panti asuhan. Namamu saat ini adalah Sasha Trump."
Sasha terharu mendengarnya. Dia menoleh pada Alex di sampingnya, Alex pun tersenyum dan mengangguk. Sasha pun kembali memeluk Amelia dengan penuh rasa hangat.
"Sudah, sudah! Hari ini bukan saatnya untuk bersedih hati. Hari ini kita nikmati dengan pesta!" seru Sally dengan histeris.
Mereka semua beserta tamu undangan pun larut dalam pesta pernikahan yang sederhana namun tak mengurangi kemewahan yang dirasakan dari setiap detil yang menjadi bagian dari pernikahan itu.***Sasha menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandi di kamar Alex, yang kini menjadi kamar pengantinnya. Malam ini, dia telah resmi menjadi salah satu bagian dari keluarga Trump. Bahkan namanya pun kini telah resmi berubah menjadi Sasha Trump.
Jantungnya saat ini sedang berdetang kencang dan seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutnya. Dia gugup sekali menghadapi malam pengantinnya bersama Alex. Sasha mencuci mukanya dengan air setelah membersihkan make upnya.
Drrt Drrt
Ponsel yang tergeletak di samping wastafel bergetar menandakan ada panggilan yang masuk. Sasha ragu untuk mengangkat panggilan itu setelah menatap nama Dean yang muncul di layarnya. Namun, jarinya tetap menekan tombol berwarna hijau dan dia tempelkan ponselnya pada telinganya.
"Sasha?" ucap Dean dengan nada getir di seberang sana.
Alex masuk ke dalam kamarnya dan melihat Sasha tak ada di sana. Dia pun melangkahkan kakinya menuju toilet dan sebelum dia mengetuk, Alex menempelkan telinganya pada daun pintu untuk memastikan dia tidak menganggu Sasha di dalam toilet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Days to Love
RomanceDean dan Sasha adalah sahabat sehidup semati. Tak pernah terpikirkan bahwa kebersamaan dan kebiasaan membuat mereka saling bergantung satu sama lain. Hingga sampai pada kesadaran bahwa mereka saling mencintai. Tapi kedatangan Alex dan Mia mengubah s...
