Jarak dari Sydney ke Pulau Christmas sekitar 5.000 km dan dengan perjalanan laut butuh waktu berjam-jam. Sasha rasanya sudah tidak kuat lagi menahan mabuk lautnya.Dia pergi ke dalam mencari Alex. Ternyata Alex sedang bermain biliar bersama pelayannya. Lelaki itu berhenti saat Sasha mendekat.
"Mmhh..Alex, bisakah kau memanggil helikoptermu?" tanya Sasha mengusap keringat dingin di dahinya.
Alex tersenyum lalu memberi aba-apa pada pelayannya untuk memanggil helikopter. Tak sampai setengah jam, terdengar suara bising dari atas langit.
Mia dan Dean menatap helikopter yang datang dari kejauhan mendekati kapal.
"Kenapa Alex memanggil helikopter?" tanya Mia yang sudah pasti tak akan dijawab oleh Dean.
Lalu muncul Alex dan Sasha mendekati mereka.
"Sepertinya Sasha mabuk laut, aku akan membawanya naik helikopter," kata Alex.
"Kau mabuk laut? Kupikir kau bercanda!" kata Dean pada Sasha.
"Aku dan Alex sepertinya akan tiba lebih dulu. Sampai jumpa di villa!" akhir Sasha.
Sasha dan Alex naik ke atas bagian kapal, tempat helikopter terparkir. Seorang pilot keluar, lalu mempersilahkan Alex duduk di jok kemudi.
Tunggu, apa Alex yang akan menerbangkannya?
Alex menatap Sasha yang tak kunjung naik. Dia tersenyum. "Ayo naik! Aku akan menjaga nyawamu sama seperti aku menjaga nyawaku sendiri."
Rasanya Sasha meleleh dengan ucapan Alex. Dia pun ikut naik di samping Alex. Semua pintu tertutup dan benar saja, pilot yang membawakan helikopter tadi tidak ikut naik. Alex memakai headset dan dia pun memakaikan yang lainnya pada Sasha. Lalu mengencangkan sabuk pengaman. Setelah semua siap, dia mulai menyalakan mesin dan helikopter terbang di udara. Sasha takjub dengan pemandangan di bawahnya. Dean dan Mia tampak memberi lambaian tangan dari atas kapal pesiar. Dan kapal itu tak terlihat lagi.
Gugusan pulau terlihat begitu kecil dari atas sana. Senyum Sasha terkembang selama perjalanan. Alex menyukai wajah bahagia milik wanita di sampingnya itu. Perlahan, rasa penasaran dan nafsunya pudar berubah menjadi rasa tulus dan kasih sayang.
Dalam satu jam mereka akhirnya sampai di Pulau Christmas. Helikopter mendarat di lahan luas tak jauh dari bibir pantai. Setelah mematikan mesin, dua orang laki-laki berlari mendekati Alex dan terlihat memberi hormat. Rupanya kedua orang itu juga masih pelayannya.
Sepertinya dia menguasai satu benua ini. Kenapa di setiap tempat selalu ada pelayannya??
Alex mendekati Sasha. "Ayo kita tunggu Dean dan Mia di villa."
Sasha mengangguk lalu menaiki mobil jeep bak terbuka yang dikendarai oleh Alex. Lagi-lagi Sasha menikmati perjalanannya kali ini. Hari ini Alex membuatnya bahagia, membuatnya mulai membuka pintu hati.
"Kau senang?" tanya Alex di balik kemudi.
"Tentu. Terima kasih," balas Sasha.
"Tidak perlu. Hanya ini yang bisa kulakukan."
Dibalik kata 'hanya ini' tersimpan banyak hal yang dia lakukan. Mobil jeep itu akhirnya masuk ke area terdalam pulau. Setelah masuk ke dalam gerbang, terlihat villa yang lebih mirip sebuah mansion berdiri kokoh. Alex memarkirkan mobilnya lalu mereka berdua masuk ke villa itu yang langsung disambut beberapa pelayan lagi.
Kini Sasha melihat pelayan wanita setelah hampir semua pelayan yang mendatangi Alex hari ini adalah lelaki. Saat memasuki ruangan, langit-langit tinggi dan dekorasi bergaya klasik memenuhi ruangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Days to Love
RomanceDean dan Sasha adalah sahabat sehidup semati. Tak pernah terpikirkan bahwa kebersamaan dan kebiasaan membuat mereka saling bergantung satu sama lain. Hingga sampai pada kesadaran bahwa mereka saling mencintai. Tapi kedatangan Alex dan Mia mengubah s...
