Malam tadi adalah malam tercanggung yang pernah mereka berdua alami. Setelah selesai makan malam dan masuk kamar, Alex segera mengambil posisinya dan langsung tidur di sofa dan mempersilahkan Sasha tidur di atas tempat tidur. Keduanya sama sekali tidak membahas soal ciuman yang terasa begitu nyata di meja makan sebelumnya.
"Kakak! Alex! Bangun! Ini sudah siang!" teriak Sally saat menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Alex.
Mendengar teriakan Sally yang mulai mendekat kea rah kamar, sontak membuat Alex dan Sasha terbangun. Sasha segera menatap Alex dan memberi isyarat padanya untuk segera berpindah ke atas tempat tidur.
Alex pun segera meraup selimutnya dan berpindah ke atas tempat tidur. Kemudian mereka berdua membenarkan posisinya kembali tidur dengan saling berpelukan di atas tempat tidur lalu memejamkan matanya.
Benar saja, tanpa mengetuk, Sally langsung masuk dan melihat pemandangan pagi hari yang begitu romantis.
"Ohh.. so sweet!" Sally histeris sendiri.
Alex dan Sasha perlahan membuka matanya dan berakting seolah-olah baru bangun tidur.
"Sally? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu?" tanya Alex.
"Maaf... kebiasaan sedari kecil ternyata susah hilang! Hahaha.. padahal aku berharap pemandangan yang lebih romantis dari ini!"
"Maksudmu?" tanya Sasha.
"Ya... berpelukan tanpa busana, misalnya..."
Alex segera mengambil bantal dan melemparnya ke muka Sally. Sally pun cekikikan kemudian melemparkan kembali bantal itu pada kakaknya.
"Segera turun dan sarapan, ayo kita jalan-jalan di kebun!" ucap Sally seraya keluar dari kamar kakanya.
Setelah Sally keluar, Alex menoleh pada Sasha. "Maafkan adikku, dia memang agak sedikit gila."
"Hahaha... ya," Sasha tertawa mendengar keharmonisan adik dan kakak di hadapannya ini.
Tanpa berbincang lebih lama, Sasha pun masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap. Alex bangkit dan memulai hari dengan berolahraga pagi di balkon. Setelah Sasha keluar dari kamar mandi dengan dandanan yang sederhana namun tak mengurangi kadar kecantikannya, Alex bergantian masuk ke dalam kamar mandi.
Sasha keluar dari kamarnya lebih dulu kemudian turun menyusuri tangga dan mencari kemana orang-orang pergi. Berbagai pajangan foto menghiasi dinding sepanjang tangga. Sasha melihat foto Alex dan saudara-saudaranya sejak bayi hingga dewasa. Semuanya terlihat lucu dan menggemaskan.
"Selamat pagi Nona!" ucap seorang pelayan wanita di bawah tangga.
Sasha terhenyak karena kaget. "Eh ya?"
"Semua sudah menunggu Nona untuk sarapan di kebun belakang, Nona."
"Baiklah, bisa antarkan aku ke sana?"
"Tentu. Mari ikuti saya!"
Pelayan wanita itu pun berjalan mendahului Sasha dan mengantarkannya ke kebun belakang. Di belakang rumah itu, bukan terdapat kebun anggur melainkan kebun berbagai macam bunga. Kebun itu sangat luas dan setelah pemandangan kebun terlihat pantai dari kejauhan. Posisi mansion ini seperti berada di atas bukit dengan pantai di bawahnya.
"Wow.." desis Sasha.
Tak jauh dari rumah terdapat sebuah gazebo dengan Amelia dan Sally yang sudah berada di sana tengah menikmati sarapan paginya.
"Selamat pagi!" sapa Sasha.
"Ah, selamat pagi sayang!" balas Amelia. "Kemarilah, ikut sarapan bersama kami!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Days to Love
RomanceDean dan Sasha adalah sahabat sehidup semati. Tak pernah terpikirkan bahwa kebersamaan dan kebiasaan membuat mereka saling bergantung satu sama lain. Hingga sampai pada kesadaran bahwa mereka saling mencintai. Tapi kedatangan Alex dan Mia mengubah s...
