Chapter 7 - Unknown Message

155 14 8
                                        

Vote duluu, happy reading^^


Tepat pukul setengah tujuh malam, taksi yang ditumpangi Rere tiba di depan rumahnya. Rere turun setelah membayar ongkos, lantas melangkah memasuki pekarangan. Dia bisa melihat mobil miliknya yang terparkir rapi, mungkin diantarkan oleh orang suruhan papanya.

"Langsung siap-siap, sebentar lagi kamu bimbel matematika, kan?"

Baru juga memasuki ruang tengah, Rere disambut oleh titah mamanya. Gadis usia tujuh belas tahun itu menghela napas, lalu menatap sang mama yang sangat sibuk dengan berkas-berkas.

Mama Rere, Alisa, bekerja sebagai pengacara di salah satu firma hukum yang terkenal. Wanita itu akan sangat sibuk jika sedang ada kasus besar, tapi hebatnya walaupun sibuk, Alisa tidak pernah lupa pada Rere.

Tidak pernah lupa dalam menyuruh dan menuntut lebih tepatnya.

"Kenapa diam? Ayo mandi dulu, dandan yang cantik." Sekali lagi, tanpa mengalihkan pandangan dari berkas, Alisa memberi perintah.

Rere tidak tahu harus menangis haru atau tertawa miris sekarang. Dia senang mamanya masih mau menegur dan mengingatkan hal-hal kecil itu. Tapi yang paling menyedihkan, mamanya selalu lupa untuk menyuruh Rere makan.

Rere ... juga ingin diberi perhatian tentang hal satu itu.

"Aku ke atas dulu."

Sampai di kamarnya, Rere tidak langsung mandi, dia justru merebahkan badannya di kasur. Menutup mata dengan lengan untuk mengusir penat sejenak.

Setelah dirasa cukup, Rere bangun dan meraih ponselnya. Biasanya di jam-jam ini, grup Zona Anti Ngeluh akan ramai oleh ocehan Sak dan Aeera.

Benar saja, grup sudah ramai sekali. Mereka ternyata berencana ke SHC malam ini. SHC, kafe tempat Sak bekerja dulu sekaligus kafe milik keluarga Kris.

Meskipun sangat ingin pergi, tapi Rere tidak bisa bolos dari les. Untuk yang kesekian kali, Rere menolak ajakan sahabatnya.

Zona Anti Ngeluh

Rere : Sorry, gw g bsa

Sak : Yaaah, nggak seru kalau nggak ada Reree😭

Aee : Iyaaa euyy, nggak lengkap

Naswa : Ya udah, besok aja perginya

Sak : Okaayy, hari ini gue sama si Leo dulu aja deh ke SHC nya

Aee : 👍👍

Senyum tipis terukir di bibir Rere, gadis itu sangat bersyukur atas pengertian mereka. Seharusnya, hal itu dapat menepis anggapan yang selalu Angkasa tanamkan pada Rere. Bahwa sahabatnya selalu peduli pada Rere, tidak pernah mengabaikan dan tidak pernah pergi bertiga tanpa dirinya.

Ting!

Sebuah pesan baru muncul, dari nomor tidak dikenal. Rere baru saja akan menghapusnya ketika nomor itu malah melakukan panggilan suara.

"Ck, siapa sih!"

Rere tentu saja tidak akan repot-repot mengangkat telpon itu. Gadis itu tidak peduli meski yang menghubunginya orang penting sekalipun. Sebab selagi orang itu tidak terdaftar dalam kontaknya, maka Rere akan mengabaikannya.

Sikapnya ini pernah diprotes oleh Aeera. Tepatnya ketika cewek itu mengganti nomor dan sengaja menelpon Rere dengan nomor baru.

"Sok ngartis banget lo, Re! Kesel gue," rutuk Aeera kala itu.

You Are Worth [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang