Enjoy this part:)
•
•
•
[Chapter 12 - Date]
"Kamu punya pacar?"
Rere yang tengah menyantap makan malamnya sontak tersedak mendengar pertanyaan dari sang mama. Gadis itu meraih gelas lantas meneguknya hingga tandas.
"Maksudnya?" Rere bertanya balik dengan nada datar.
Sebenarnya Rere dan mamanya tengah terlibat perang dingin. Mama Rere tidak setuju jika Rere mengecat rambutnya dengan mencolok. Tapi Rere keras kepala dan mempertahankan gaya rambut barunya.
Mereka berdebat cukup lama, masing-masing tidak mau mengalah dan akhirnya keduanya saling diam.
Alisa tampak pusing dengan sikap Rere akhir-akhir ini yang mulai membangkang. Anak remajanya memang masih serius dalam belajar dan konsisten mengikuti berbagai les, tapi sikap Rere lah yang pelan-pelan berubah. Alisa tidak suka jika Rere bersikap seenaknya, terlebih setelah gadis itu bertemu dengan Alfaro tempo lalu.
"Jangan pura-pura nggak ngerti Re, jelas kamu paham maksud ucapan mama."
Rere menghela napas panjang. "Ga, memangnya aku punya waktu buat cari pacar?"
"Kalau gitu biar mama yang carikan."
Kunyahan di mulut Rere melambat, gadis itu menatap mamanya dengan bingung.
Ada apa dengan mamanya?
Seingat Rere, Alisa pernah membatasi pertemanan Rere agar tidak bergaul dengan lelaki dan berakhir mengabaikan urusan sekolah. Mamanya juga sempat hendak menyita ponsel Rere agar tidak chatting dengan anak laki-laki.
Lalu, sekarang apa maksudnya ini? Rere benar-benar tidak paham.
"Engga perlu, aku ga mau." Rere menolak ide mamanya.
"Kenapa?"
"Jadwal aku udah banyak, ga ada waktu buat pacaran."
"Kamu bisa atur jadwal dengan baik."
Rere mendengkus pelan, tidak mau terlihat terlalu kentara. "Bukannya mama dulu ga suka kalau aku pacaran?"
"Mama berubah pikiran. Selain multitalenta kamu bakal lebih hebat lagi kalau punya pasangan yang hebat juga. Dan mama bakal kenalin kamu sama anak temen mama."
Ah, ternyata ini alasannya, batin Rere.
Akhirnya dia paham, mamanya sebegitu ingin membuat kehidupan Rere terlihat sempurna. Meski sebenarnya tidak ada yang sempurna selain Tuhan. Tapi, mamanya ingin seperti itu agar bisa memamerkan Rere di depan teman-teman sosialitanya.
"Sebenernya mama mau hidup aku kayak gimana, sih?" tanya Rere.
"Tentu mama mau kamu punya hidup yang baik, Re."
"Menurut mama hidup aku sekarang ga baik?"
Alisa mengangguk. "Masih kurang, Re. Salah satunya soal pasangan."
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Worth [END]
Teen Fiction- Jika dunia dan seisinya merendahkanmu - *** "Menurut lo, orang yang bisanya ngomong jahat dan kasar masih layak disebut manusia? Masihkah orang kayak gitu berharga?" "Lo tau, lo berharga melebihi ribuan alasan." *** Tinggal bersama Mama yang stric...
![You Are Worth [END]](https://img.wattpad.com/cover/304789875-64-k929476.jpg)