Chapter 9 - Cigarette vs Candy

143 13 7
                                        

Hohoo I'm come back:')

Susah yaaa mau rajin tuh, ada aja gangguan wkwk

Oh iyaa, di chap ini kita bakal sedikit flashback yaaw.

Happy reading
Jangan lupa votmen

[Chapter 9 - Cigarette vs Candy]

"Re, mau ikut nggak ke SHC?" tanya Sak ketika mereka berjalan menuju parkiran untuk pulang.

Rere menggeleng, menolak ajakan itu. Dia memang lebih sering menolak ajakan jika hanya sekedar main-main atau kumpul biasa. Lain cerita kalau ada hal penting dan mendesak yang terjadi pada tiga sahabatnya.

Selain itu, mood Rere masih kacau karena pertengkaran dengan Papanya siang tadi. Gadis itu tidak menyangka akan mendapat bentakan dari pria yang paliang dia sayangi.

Apa Rere memang sangat kurang ajar tadi?

Ah, sepertinya tidak. Bukan Rere yang kurang ajar, tapi Rea, wanita ular itu yang terlalu licik sehingga berhasil menghasut papanya.

"Bener, bukan salah gue," gumam Rere pelan.

"Hah? Kenapa Re? Lo bilang sesuatu?" Naswa bertanya setelah samar-samar mendengar suara Rere.

Sementara yang ditanya hanya menghela napas, lupa masih berdiri di antara sahabatnya dan malah melamun.

"Lo lagi ada masalah ya?" cetus Syakira, cewek ekspresif itu sangat peka terhadap perubahan raut wajah sahabatnya. Meski Rere lebih sering menunjukkan ekspresi datar, tapi dalam sekali lihat Sak selalu tahu jika ada yang berbeda. Seperti saat ini, Sak merasa kalau suasana hati Rere sangat tidak baik.

"Mama tiri lo buat ulah lagi, kah?" tebak Aeera tepat sasaran.

Sudut bibir Rere terangkat sebelah. "Selalu," balasnya seraya tertawa kecil. "Tenang, gue bisa atasin."

"Yakin sih, lo bisa ngatasinnya. Cuma kalau butuh sesuatu kasih tau kita aja, okay. Kali aja lo butuh tenaga gue buat nonjok anak mama tiri lo yang gak kalah nyebelin. Siapa tuh namanya? Galaksi, ya?" cerocos Aeera.

Sak menoyor kepala cewek itu gemas. "Angkasa bego, bukan Galaksi."

Aeera mengaduh. "Auh, iya kah? Dia ganti nama?" ujarnya polos.

"Serah lo dah!" Sak melengos jengah.

"Haih, ribut mulu lo berduaa! Di tengah jalan pula!" Naswa tak segan-segan menjewer telinga Sak dan Aeera, sontak membuat dua cewek itu menjerit.

Jujur Rere heran dengan Syakira dan Aeera, mereka sering sekali bertengkar dan berdebat. Tapi kemudian langsung berbaikan lagi dengan mudah, seakan keributan sebelumnya tidak pernah terjadi.

Jika itu Rere, sepertinya tidak akan mungkin terjadi. Dia termasuk tipe orang yang suka balas dendam, emosian dan tidak mudah dibujuk. Pernah dia ribut dengan Aeera dan mereka diam-diaman selama beberapa hari.

Hal itu kadang sedikit mengusik Rere. Gadis itu sering berpikir kalau dia tidak cocok dengan Aeera, atau malah sebenarnya dia tidak cocok berada di circle ini.

"Kita bertiga mau ke SHC nih, lo beneran ga mau ikut?" Naswa bertanya untuk terakhir kalinya sebelum dia memasuki mobil.

"Hm," balas Rere kemudian berbalik badan dan melambaikan tangannya tanpa menoleh sedikit pun.

Begitu mendudukkan pantat di mobilnya, Rere tidak segera menjalankan kendaraan beroda empat itu. Dia menatap jam tangannya dengan serius.

Sekarang pukul setengah empat sore, masih tersisa satu setengah jam sebelum Rere pergi les. Gadis itu menjalankan mobilnya ke suatu tempat, berlawanan dengan arah pulangnya.

You Are Worth [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang