Chapter 13 - Delta

119 10 4
                                        

Enjoy this chapter:)

[Chapter 13 - Delta]

Jarak dari sekolah menuju Lovely Cafe tidak begitu jauh. Rere hanya memerlukan waktu sekitar lima belas menit hingga sampai di tempat itu.

Begitu masuk, mata Rere langsung menjelajah sekitar, mencari seseorang. Akan tetapi, dia sama sekali tidak melihat sosok laki-laki yang duduk sendiri. Ditambah sebenarnya Rere tidak tahu bagaimana wajah cowok yang akan ditemuinya. Sudah mirip blind date di drama saja.

Rere memutuskan untuk duduk terlebih dahulu di salah satu meja. Hela napas berat kembali terdengar, gadis itu tidak pernah berharap di umurnya yang sekarang harus mengikuti kencan buta begini.

She's young, and she's no need boyfriend. Tidak bisakah mamanya mengerti? Ah, bahkan sekalipun Alisa tidak pernah mengerti Rere.

Selagi menunggu anak teman mamanya datang, Rere memainkan ponselnya, membuka sosial media dan mencari sedikit hiburan.

Dia memang fokus menekuri ponsel, tapi sudut mata Rere masih bisa menangkap orang-orang di sekitar.

Rere tahu, tiga remaja yang duduk di meja depannya adalah Syakira, Kris dan Gibran. Kemudian, dua remaja yang duduk di meja kirinya adalah Aeera dan Reza. Terakhir, dua orang yang duduk di meja samping kanan adalah Naswa dan Ogi, teman sekelas mereka juga.

Rere mendengkus, bisa-bisanya tiga sahabatnya menyamar dan mengepung meja tempat ia duduk. Hanya untuk memenuhi rasa penasaran akan pasangan kencan Rere. Bahkan mereka juga mengajak Ogi.

Rere mati-matian menahan senyumnya melihat tampilan mereka yang aneh luar biasa.

Syakira memakai wig keriting, nyaris kribo. Aeera memakai alis tebal, tompel di pipi dan gigi kelinci yang besar. Naswa memakai kacamata tebal dan rambut dikepang dua. Sementara penampilan cowok-cowok itu tampak lebih normal, hanya memakai topi dan masker yang menutupi wajah.

Sayang sekali penampilan konyol itu tidak cukup menipu Rere. Karena itu untuk menghargai mereka, Rere akan pura-pura tidak sadar saja.

"Retha."

Merasa namanya dipanggil, Rere mendongak dan melihat sosok lelaki tinggi di hadapannya.

Alis Rere menukik, tampak tidak percaya melihat siapa yang datang.

"Gue nggak nyangka Retha yang dimaksud mama gue itu lo." Tanpa diminta, lelaki itu menarik kursi di depan Rere.

"Me too," balas Rere.

Sementara itu di meja lain, tiga sahabat Rere juga terkejut melihat lelaki dengan seragam sama kini duduk dengan Rere.

"Anjir, itu kan si ketos," umpat Gibran.

"Wah saingan lo berat Gib," ucap Kris.

"Bacot lo!" Gibran sebal, daripada meladeni ledekan Kris lebih baik dia memperhatikan meja Rere.

"Sorry ya gue telat, tadi ada rapat OSIS dulu."

"Hm." Rere masih tidak menyangka kalau lelaki yang dimaksud mamanya adalah teman sekolahnya.

Delta tersenyum menanggapi reaksi cuek dari Rere. Lelaki itu sudah kenal dengan Rere, mereka satu sekolah. Delta adalah ketus OSIS yang menjabat di periode saat ini. Mereka tidak begitu dekat, tapi pernah bersinggungan beberapa kali.

Delta selalu berkoordinasi dengan Rere sebagai murid berprestasi yang sering menyumbang piala. Mereka juga pernah satu tim dalam lomba cerdas cermat tingkat nasional saat kelas sepuluh.

You Are Worth [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang