12. Good Person, Chandra

1.5K 178 58
                                        

Pernah sayang dan berkata tulus, tapi sekilas seperti sebuah permainan.

Kalimat itu mungkin akan cocok untuk menggambarkan Jeffan pada Chandra. Tapi itu tak sepenuhnya benar. Jeffan sebenarnya tak berubah 100%, ia hanya tengah bergelut dengan ketidaksanggupannya menerima kehilangan dua orang terkasihnya dengan lapang dada. Pikirannya terus memaksanya untuk mengikuti rasa ketidaksanggupannya, tapi hatinya justru ingin memperhatikan Chandra, putra keduanya.

Seperti saat ini, dimana ia menatap ponselnya yang dipenuhi oleh wajah Jenan dan Chandra.

Sudut bibir pria itu tertarik ke atas membetuk lelukan kecil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudut bibir pria itu tertarik ke atas membetuk lelukan kecil. Ia sangat rindu kedua putranya, begitu kata hatinya. Memang sudah wajarkan, terlalu sering memaksa hati untuk menjauhkan diri dari Chandra membuatnya kini justru merindu terlalu dalam.

Detik selanjutnya ia mengunci layar ponselnya kemudian menatap Sineera yang masih tertidur disampingnya. Tidur dengan posisi duduk mengingat mereka dimobil. Jeffan sudah meminta Sineera untuk menurunkan sedikit seatnya namun wanita itu justru diam.

Traffic light masih berwarna merah, dan menjadikan Jeffan sedikit leluasa. Tangannya merapikan helaian surai istri cantiknya. Matanya tak bisa lepas dari wajah Sineera. Cantik, istrinya memanglah sangat cantik tapi ia tak paham mengapa ia bisa sampai melukainya sampai sejauh ini.

"Maaf." Gumam Jeffan pelan.

Pergerakan kecil Sineera membuat Jeffan tersenyum. Mata cantik itu kini terbuka pelan, terlihat bengkak sedikit dan itu adalah karena Jeffan.

"Aku buat bangun, ya?"

Sineera tak menjawab. Wanita itu masih terus menatap Jeffan. Menatap dengan tatapan yang tak bisa dibaca.

"Sineera? Hey?"

"Mampir ke apotek." Ujarnya tegas.

"Untuk apa, Sin?"

"Kamu bisa-bisanya berpikir untuk memintaku hamil. Padahal kamu tahu situasi sekarang rumit, Jeff."

"Ada kamu yang harus aku urus. Ada Chandra dan Jemiel yang harus aku jaga. Kamu lupa Chandra bahkan harus kita perhatikan lebih. Kalau aku hamil ruang gerakku terbatas?!"

Jeffan hanya tersenyum kecil. Pikirannya memang terlalu dangkal, tapi ia benar berpikir sepertinya ini jalan terbaik. Ia berpikir hamil akan membuat Teddyan tak bisa memisahkan dirinya dengan Sineera. Begitu juga putra-putranya akan selalu ada dengannya terlebih ada keluarga baru. Jeffan benar-benar memikirkan itu saat mendengar candaan Dirga.

"Ini jalan satu-satunya."

"INI BUKAN SOLUSI... AHH..." wanita itu memekik dan memegang perutnya yang mendadak terasa sedikit nyeri dan membuat Jeffan tersentak kaget.

"Sin? Apa yang sakit?"

Sineera menggeleng, namun tangannya mencoba untuk mencari tombol dibawah untuk menurunkan sedikit seatnya.

CHAPFALLEN (CHANDRA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang