Empat tahun berlalu dengan cepat. Perjalanan yang tidak bisa dikatakan singkat. Banyak hal yang sudah berubah dan juga tersusun menjadi sebuah alunan. Alunan cerita yang telah terukir rapi memenuhi setiap halaman menciptakan sebuah cerita.
Takdir. Itulah yang dapat disimpulkan dari cerita panjang yang telah terlewati. Seperti saat ini, bukankah ini juga perjalanan takdir?
Apapun yang terjadi nyatanya adalah takdir yang tak bisa dipungkiri.
Desir angin berhasil menerpa wajah dua insan yang kini tengah saling menatap. Seolah menelisik tajam pada pancaran netra satu sama lain demi mencari sebuah jawaban.
"Maksud kamu apa?"
Terdengar seperti sebuah gertakan?
Tak, ini hanya sebuah pertanyaan yang berhasil membuat gadis cantik yang tengah berdiri itu meremat pakaiannya.
"Kita sudah pikirkan semua matang-matang. Kamu mau nyerah gitu aja?"
"B-bukan seperti itu Chandra..."
"Kalau bayang-bayang Abang masih menjadi jawaban, aku ga apa. Tapi kalau kamu nyerah dengan semua ini karena omongan orang lain, aku ga terima." Raut wajah Chandra sudah menjelaskan bahwa putra kedua dari Jeffan ini tengah marah.
Rina menatap lamat-lamat wajah lelaki dihadapannya. Hardi Chandra yang kini sudah benar-benar sehat dan kini tumbuh menjadi pria yang di idamankan banyak wanita. Laki-laki yang beberapa tahun lalu menawarkan diri untuk menjalin hubungan serius dengannya.
"Serina..." Panggil Chandra dengan suara pelan.
Rina paham jika sudah seperti ini maka artinya Chandra benar-benar sangat marah padanya.
"Kamu tau kan kita sudah pertimbangkan ini semua dari lama? Hmm?" Tanya Chandra lagi.
"Chan... Kamu pantas mendapatkan pendamping lebih dari aku."
"Aku ga mau!" Final Chandra.
"Jelasin alasan kenapa kamu bisa seperti ini."
Rina menggeleng sembari mengusap bulir kristal yang lolos begitu saja dari pelupuk matanya.
Sial! Ia benar-benar merutuki dirinya yang menangis di hadapan Chandra dan sebentar lagi ia tahu apa yang akan Chandra lakukan.
Masih ingat kan bagaimana cerita mereka?
Chandra, kehilangan sosok gadis yang sangat iya sayangi. Kehilangan sosok Abang yang juga seperti Ayah baginya.
Lalu, Serina? Tentu saja sama. Ia kehilangan sosok laki-laki yang amat sangat penting baginya. Sosok laki-laki yang membuatnya selalu berpikir bahwa mengapa ia bisa dipertemukan dengannya. Apakah ia pernah menyelamatkan dunia sehingga ia memiliki sosok seperti Jenan?
Dan setelah semua harapannya kandas seiring berjalannya waktu, ia justru jatuh pada Chandra. Sosok adik dari Jenan.
"Kita pulang. Jelasin semuanya nanti tanpa kurang."
"Chandraa... A-aku mohon" Potong Rina sebelum laki-laki itu berhasil membawanya pergi dari tempat mereka saat ini.
Chandra memejamkan matanya. Ia menarik nafas dalam-dalam kemudian menatap gadis cantik dihadapannya yang kini juga tengah menatapnya.
"Kita ga akan bisa Chandra..."
"Lalu selama ini hanya aku yang berjuang?" Chandra mengatakan itu sembari menatap ke lain arah. Laki-laki itu menatap nisan yang bertuliskan nama laki-laki yang dahulu selalu berjuang untuknya. Laki-laki yang juga berjuang untuk gadis dihadapannya.
"Nyatanya aku memang ga bisa kan?" Sambungnya lagi.
Rina menggeleng kemudian memeluk Chandra kuat. Ia tak peduli dengan kemeja Chandra yang basah karenanya.
"Maaf..."
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAPFALLEN (CHANDRA)
FanficBAGIAN KEDUA FEELING BLUE (CHANDRA) Perihal waktu, mau berjalan secepat atau selambat apapun rasa kehilangan itu masih ada, dan tetap akan ada. "Jangan minta aku mencari rumah. Sejatinya rumah yang aku miliki hanya diriku sendiri. Saat raga ini ingi...
