35. Mission

268 26 3
                                        

Tidak semua orang layak diperlakukan baik

Hari senin itu berbeda dari hari minggu kemarin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari senin itu berbeda dari hari minggu kemarin. Minggu kemarin waktu terasa berjalan sangat cepat, dan senin besoknya satu jam saja terasa seperti satu hari. Senin itu Rhesa tidak berangkat sekolah, itu yang membuat perasaan Rizal gegabah lantaran ingin segera pulang untuk menemui gadisnya.

Bel di jam terakhir akhirnya berbunyi, Rizal dengan cepat langsung membawa ranselnya dan berlari meninggalkan kelas. Beruntung hari itu tidak ada jadwal untuk latihan, jadi ia bisa pergi mengunjungi Rhesa tanpa khawatir Adnan mengabsennya.

Sebelum pergi ke rumah Rhesa, pria itu pergi ke rumah Naya untuk mengambil lukisan wajah Rhesa untuk diberikannya pada pemilik wajah itu. Semalam Rizal bergadang lagi hanya untuk menyelesaikan lukisan yang akan ditunjukan pada Rhesa. Setibanya pria tersebut di kediamannya Rhesa, ia lantas mengetuk pintu, ia berharap gadis itu yang membukakannya. Ia tidak sabar melihat raut wajah Rhesa ketika wajahnya dilukis di atas kanvas. Dan setelah mengetuk pintu, benar Rhesa yang membukakannya.

"Riz! Gak bilang mau datang!" seru Rhesa.

Rizal yang menyembunyikan lukisannya di belakang tubuhnya lantas mengeluarkannya dan menghadapkan lukisan itu di depan Rhesa.

"Kejutan!" ucap Rizal dengan riang.

Setelah menerima lukisan dari Rizal, gadis itu dibuat takjub dengan lukisan wajahnya di hadapannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah menerima lukisan dari Rizal, gadis itu dibuat takjub dengan lukisan wajahnya di hadapannya. Kemarin malam ia memang melihat lukisan itu di kamarnya_karena Naya yang mengajaknya menyelinap di kamar Rizal_. Ia terkejut sekaligus senang jika lukisan itu akan diberikan olehnya.

"Makasih! Masuk yuk, aku juga ada hadiah buat kamu." ajak Rhesa.

Rhesa kemudian menarik tangan Rizal untuk masuk ke dalam bersamanya. Ketika mereka berada di sofa, meja ruang tamu itu penuh dengan kerang dengan berbagai ukuran, serta kertas karton yang berserakan di lantai. Rizal mendudukan dirinya di sofa sembari menunggu kembalinya Rhesa dari kamarnya. Tidak lama setelahnya, Rhesa kembali dengan berjalan sambil kedua tangan disembunyikan di belakang tubuhnya.

DETAKAN ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang