Kau akan diperlakukan orang lain, sebagaimana kau memperlakukan orang lain juga.

Hari dimana Maura mencoba menyelamatkan Rhesa yang tercebur di kolam renang membuat Hera, Liza, bahkan Jihan seakan mendiami Maura. Jelas terlihat dari raut wajahnya, mereka seakan membenci Maura. Apalagi mengingat ketika Maura menyuruh mereka untuk mengakui kesalahannya yang menyembunyikan ponsel di tas Rhesa, mereka mengira gadis itu mencoba melindungi Rhesa dari bullyannya.
Maura dijauhi Hera. Hera juga menghasut teman-teman lainya agar tidak lagi berinteraksi dengan Maura. Maura memang tidak suka melihat cara Hera yang sudah keterlaluan mengintimidasi Rhesa, namun hal itu bukan berarti ia tidak ingin berteman lagi dengan Hera. Saat itu Maura memberanikan dirinya untuk berdamai dengan Hera. Di jam istrirahat saat itu ia beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Hera dan kawan-kawan untuk mengajaknya istirahat bersama.
"Hera, ke kantin yuk." ajak Maura .
"Punya nyali juga lo?" sarkas Hera seraya memiringkan senyumannya.
"M-maksud lo?" tanya Maura tidak mengerti.
"Lo bukannya sekarang temennya Rhesa? Jajan sana bareng si anak cupu itu!." hardik Hera.
Bersamaan dengan itu, teman-teman Hera langsung menertawai Maura. Maura merasa terintimidasi dengan tanggapan para gadis itu. Dengan mata yang berkaca-kaca, Maura lantas pergi meninggalkannya kelas.
Maura melarikan dirinya menuju ke toilet untuk mengeluarkan tangisannya yang sejak tadi ia tahan saat berhadapan dengan Hera. Maura tidak tau jika Hera bisa melukai hatinya dengan kata-kata kasar yang diucapkannya tadi.
Tidak lama setelah isakan Maura tadi, tiba-tiba ada sebuah susu kotak dan roti yang masuk lewat bawah pintu. Tentu Maura bingung ketika melihatnya.
"Maura, ini gue Rhesa." sahut Rhesa dari luar.
Maura seketika langsung menghapus air matanya agar tidak terlihat telah menangis. Maura kemudian membuka pintu toilet dan melihat Rhesa sedang berdiri dihadapannya.
"Mau apa lo?" tanya Maura.
"Gue mau bilang makasih, kemarin lo udah nyelametin gue." balas Rhesa.
"Rizal yang nyelametin lo!" sergah Maura.
"Lo juga." ucap Rhesa.
Maura mendenguskan napas setelah mendengar penuturan tadi. Ia senang bisa menyelamatkan seseorang, tapi ia juga sedih karena setelah menolong Rhesa, Hera dan teman-teman yang lain menjauhinya.
"Lo bilang mau ke kantin. Gue cuma ngira lo laper, jadi gue bawain makanan." balas Rhesa.
Rhesa memang tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan Maura dan Hera di kelas. Rhesa yang merasa kasihan pada Maura pun mengikutinya dan membawakannya makanan. Maura mengambil susu dan roti yang diletakan di lantai dan memberikannya kembali pada Rhesa lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETAKAN ✔
Novela Juvenil"Aku yang banyak menelan kenyataan pahit hanya mengharapkan masa depan indah menanti, bahkan sampai di ujung malam terakhir mimpiku. Dimanapun aku berada, jantungku berdetak karenamu."
