"Aku yang banyak menelan kenyataan pahit hanya mengharapkan masa depan indah menanti, bahkan sampai di ujung malam terakhir mimpiku. Dimanapun aku berada, jantungku berdetak karenamu."
Teruntukmukata lain dari detak jantungku Bahkan mimpi burukku tidak menyangka akan hidup sendirian tanpamu. Cerah atau suramnya masa depan tidak ada yang tau
Harusnya aku membencimu karena telah meninggalkanku, tapi mengapa semakin hari semakin sayang, rindu, dan...semakin kehilangan.
Setiap hari aku berharap jika kepergianmu itu hanyalah mimpiku saja, aku akan segera bangun dan memelukmu dalam tidurku.
Tetaplah bahagia di sana, jangan berkelahi lagi dengan pikiran sendiri atau masa lalumu sendiri. Kau takan pernah menang melawannya.
Jantungku terus bersuara dengan detakannya, dia berseru di ruang hampa mengatakan kerinduan pada pemiliknya.Aku rindu saat kita membicarakan tentang masing-masing mimpi kecil kita
Cinta pada akhirnya adalah dirimu. Namun kau bagaikan mimpi indah yang hilang ketika aku bangun. Jantung, hati, cinta, dan kenangan yang sejatinya merupakan potongan puzzle berharga yang kau berikan sebagai hadiah terakhir perpisahan, tanpa atau dengan janji yang tertinggal
Aku sangat takut kau pergi meninggalkanku. Dan pada akhirnya aku masih tidak percaya kau telah menghilang bagaikan ilusi. Bukan satu atau dua hari... Tapi selamanya. Akan ku pastikan kita akan bertemu suatu hari nanti, sang pemilik detak jantungku.
~Detakan~
-
"Bagaskara yang artinya Matahari, dan Fahrizal yang artinya Kejujuran. Nama yang selalu mengingatkanku pada pagi yang cerah, secerah senyumanmu yang telah pudar bersamaan dengan matahari yang tenggelam di langit senja. Kamu adalah pria yang tidak bisa membohongi dirimu sendiri, termasuk saat kamu mengatakan cinta untukku. Namamu akan selalu aku abadikan dalam setiap detik detakan jantung ini. Terima kasih sudah mengenalku."
~Bagaskara Fahrizal~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.