Happy Reading
Seusai bertemu di UNPAK, cowok itu langsung mengajak kekasihnya untuk jalan, menikmati kota Bogor dan menikmati waktu yang ada.
Takkan ku lepas tangan ini bagaimanapun keadaannya.
Terlintas pikiran Rayhan yang tidak akan melepas genggamannya akan tangan Liandra kekasihnya.
Seperti mimpi, namun begini lah keadaannya, walaupun sebelumnya kita bertengkar hebat, tidak saling menyapa satu sama lain, bakalan aku usahain buat kamu bahagia selama aku ada disini. Tutur kata Rayhan yang sesekali melirih ke arah kekasihnya yang berjalan disampingnya.
"Sayang" Rayhan mencoba memanggil Liandra.
Kini mata Liandra tidak lagi melihat ke jalan yang ada didepannya, mata itu kini melihat ke arah cowok tinggi yang berada disampingnya, yang sejak tadi terus menggenggam tangan kecilnya.
"Maaf soal kemarin"
"Tidak perlu dibahas, aku tau kamu tengah emosi"
Rayhan tertunduk sejenak,
"Maaf juga soal aku kesini gak pamitan sama kamu" tuturnya dengan wajah yang masih tertunduk.
Tangan Liandra mencoba mengangkat wajah cowok itu, sehingga mereka berdua kini saling tatap.
"Aku tau maksud kamu gak pamittan, karna ini kan? Kamu mau nyamperin aku, walaupun kamu gak tau aku lagi dimana"
Mata itu, mata cokelat itu sepertinya berusaha untuk kelihatan biasa saja di depan tatapan tulus dari Liandra.
"Gak boleh nangis, masa cowok aku cengeng"
Rayhan tidak membalas ucapan pacarnya itu, tangan kekar itu langsung memeluk ganas tubuh mungil Liandra.
Lagi-lagi tanpa melihat sikon, cowok itu menganggap bahwa manusia yang berada di tempat itu hanya Dia dan Kekasihnya. Tak peduli berapa pasang mata yang sedang menikmati keromantisan mereka berdua.
Liandra terkekeh, ternyata dibalik sikap dingin yang dimiliki Rayhan, Rayhan menyimpan banyak rahasia termasuk sikap manjanya yang baru saja Ia nampakkan didepan Liandra.
"Jangan tertawa, aku kek gini karna gak tau mau gimana lagi setelah ini" ucap Rayhan yang sudah berhasil menenggalamkan wajahnya dipundak Liandra.
Tangan Liandra mengusap lengan Cowok itu, Liandra berusaha menenangkan pacarnya yang tidak sadarnya suara tangisnya bisa didengar orang-orang yang berada dekat dengan mereka.
"Gak usah mikir kek gimana, aku lagi sama kamu sekarang, kita nikamtin waktu yang ada" ucap Liandra yang terus menerus mengelus lengan kekar Rayhan.
Wajah Rayhan masih terus Ia tenggelamkan dipundak kekasihnya. Dengan mata yang ia pejamkan, serta pikiran yang ada, bahwasannya Rayhan menginginkan waktu segera berakhir.
"Cup cup cup, anak ganteng gak boleh cengeng" ucap Liandra seraya menghibur Rayhan yang sudah sesegukkan karna tangisnya.
"Aku nangis karna aku gak mau pisah lagi sama kamu, aku udah nyaman kek gini" ucap Rayhan dengan air mata yang terus menerus mengalir di pipi mulusnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
LDR (?) ---- Siapa Takut !!
Teen Fiction"Gak bakal terulang, gue janji!!" tegas Rayhan didepan Cewek itu. mata itu sembap, mata itu terus berkaca-kaca menatap Rayhan yang terus meyakinkan bahwa dirinya tidak akan mengulangi kesalahannya. "kenapa diam? gak percaya?" Rayhan terus memaksa...