29

313 30 11
                                    

Tiba waktu pulang, seperti biasa Jisoo meminta tolong Jinyoung mengikuti mobilnya hingga depan gerbang rumahnya.

Jisoo menghampiri mobil kekasihnya yang terparkir rapi di ujung sana.
Jendela pintu kursi pengemudi terbuka, tapi pintu kursi penumpang terkunci.
Jisoo keheranan, "Apa dia sengaja mengerjaiku lagi?"batinnya

Jisoo pun berjalan kearah samping, tepatnya kursi pengemudi.

Jisoo menghela nafasnya ketika melihat sang pria  tertidur pulas bersedekap dada dan sedikit bersandar.

"Kasihan, kelihatannya lelah sekali" batin Jisoo

Jisoo mengusap lembut kepala kekasihnya, dan pria itu merasakan usapannya. Perlahan prianya membuka mata dan melihat Jisoo sudah ada diluar.

Mengerjapkan mata beberapa kali, "Apa ini? Apa aku sudah mati? Secepat ini? Siapa yang menyerangku kali ini? Kenapa bisa ada bidadari dihadapanku? Hah? Bidadari? Malaikat? Bahkan mirip sekali dengan..." batin Chaeyoung terputus saat Jisoo mencubit pipinya


"Kau ini sedang memikirkan apa? Bukannya bangun malah melamun. Aku menunggu cukup lama disini" rengek Jisoo


Chaeyoung pun bergegas bangun, hendak keluar untuk membukakan pintu wanitanya namun ditahan.

"Tidak perlu, buka saja kuncinya" ucap Jisoo

"I iya maaf nona, silahkan" ucap Chaeyoung

Jisoo pun menuju kursi penumpang di samping sang kekasih, terduduk nyaman dam memperhatikan prianya.


"Kelihatannya kau lelah sekali, apa aku membuatmu  repot dan kelelahan?" tanya Jisoo


"Tentu tidak nona, aku hanya sedikit mengantuk karena kurang tidur mengerjakan tugas semalam. Bukan karena lelah menunggumu disini" jawab Chaeyoung


"Oh iya, seperti yang kau dengar sebelumnya.. Aku harus datang ke pesta tahunan perusahaan Daddy, aku sebenarnya ingin pergi bersamamu. Tapi sepertinya kau harus istirahat dulu." ucap Jisoo


"Tidak apa apa nona, aku bisa mengantarmu jika kau mau" jawab Chaeyoung

"Tidak usah, kau istirahat saja." ucap Jisoo

Chaeyoung menghela nafasnya "Hmmm ada apa ini? Semakin membuatku tidak enak hati saja."  batin Chaeyoung

Jisoo melihat prianya lagi yang sedang berpikir? Atau melamun? Mengambil tangan Chaeyoung untuk di genggam ," Chaeyoungie.... Kau baik baik saja? Tanganmu bahkan terasa dingin sekali." ucap Jisoo

Chaeyoung mengangguk " Ya aku baik baik saja nona." jawabnya

Seperti biasa, Jisoo bersandar di lengan kekasihnya yang membuat nyaman menurutnya.
Dalam perjalanan pulang, Jisoo yang sudah terbiasa tertidur dalam perjalanan, kini hanya melamun tanpa memejamkan mata

Tidak ada percakapan diantara mereka, hanya sedikit usapan lembut ditangan dan kecupan Chaeyoung untuk Jisoo di kepalanya.

Setelah sampai di depan gerbang rumahnya, Jisoo tidak segera melepas genggamannya. Sedari tadi Ia merasa tidak enak hati juga, tapi entah apa yang mengganggu pikiran nya itu.

Dengan usapan lembut ibu jari Chaeyoung di punggung tangan nya " Nona, kita sudah sampai, kau harus istirahat ." ucapnya.

Jisoo menatap Chaeyoung dari posisinya, melihat pria nya terlihat agak pucat, Jisoo pun menjauh dan merasakan kening kekasihnya itu agak panas. ,"Chaeyoungie, kau demam?" tanya nya

"Tidak nona, aku baik baik saja. Hanya sedang memikirkan sesuatu yang membuat otakku panas mungkin.. Hehe" canda Chaeyoung

Jisoo mempoutkan bibirnya, "Benarkah? Aku jadi merasa tidak enak sekarang. Kau selalu menjagaku tapi aku malah membuatmu kelelahan seperti ini" ucap Jisoo

My BodyguardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang