Jisoo memberi masukan masukan ringan untuk adiknya, ternyata Lisa benar benar mengagumi Jennie. Dan itu terlihat sangat lucu dimata Jisoo"Rencananya, kau akan menyapanya sekarang? Atau besok? Sepertinya besok lebih baik. Bukankah besok hari libur? Biasanya juga di taman banyak orang. Anggap saja orang orang disana pepohonan Lisa, agar ketegangan dan perasaan malu mu sedikit hilang" ucap Jisoo
"Kau benar noona, aku harus mempersiapkan diri untuk besok. Apa aku harus merubah caraku berpakaian menjadi sedikit lebih dewasa? Atau..... " ucap Lisa terputus
"Tidak tidak, kau tidak harus merubah apapun Lisa. Kau sudah keren dan tampan. Kau hanya perlu keberanian untuk berbicara saja dengannya" ucap Jisoo
Yeon Seo tersenyum mendengar setiap kata yang Jisoo ucapkan. "Kau memang wanita yang baik, pantas saja anak anakku merasa sangat nyaman denganmu" batin Yeon Seo
"Ekheem.. Apa aku menganggu kalian?" ucap Yeon Seo
Jisoo dan Lisa menoleh kearahnya tapi Chaeyoung semakin terlelap tidurnya.
"Tentu saja tidak bu, aku sedang membicarakan hal penting dengan noona. Hehe " jawab Lisa
"Hal penting? Apa itu lebih penting dariku? Aku sangat cemburu sekarang. Kau bahkan terlihat nyaman bersama kakak wanitamu" ucap Yeon Seo pura pura sedih
Jisoo dan Lisa tertawa melihat Yeon Seo yang seperti anak kecil
"Kau tetap wanita utamaku, jadi jangan berbicara seperti itu" ucap Lisa
Jisoo tersenyum mendengar perkataan Lisa yang selalu bisa membeli hati ibunya.
"Kakakmu memang sudah menemukan tempat ternyamannya sekarang, bahkan Ia tetap terlelap saat kita berisik seperti ini" ucap Yeon Seo
Jisoo mengusap kepala Chaeyoung, berusaha membangunkan
"Bangunlah, Ibu sudah pulang..." ucap Jisoo
"Biarkan saja dulu sayang, dia bangun pagi sekali tadi. Sangat rajin hari ini." ucap Yeon Seo
"Oh? Pagi sekali bu?" tanya Jisoo penasaran
"Iya, pagi sekali. Untuk mencuci pakaian kotor kalian. Lalu membantuku menyiapkan sarapan. " jelas Yeon Seo
"Astaga, bahkan aku lupa dengan pakaian kotorku. Maafkan aku bu, maaf... Aku menjadi tamu yang tidak tahu malu sekali..." tunduk Jisoo pasrah
"Tidak apa sayang, tak apa.." ucap Yeon Seo
Chaeyoung melenguh dan mulai membuka matanya, menyesuaikan matanya dengan pencahayaan ruang keluarganya. Melihat ke sisi kiri, pemandangan perut wanitanya yang masih datar. Ia mendekat dan menciumnya beberapa kali. Tangannya menyelusup kebagian belakang tubuh Jisoo. Mengelus pinggang kekasihnya dan mulai bangun dari posisi tidurnya.
Ketika hendak mencium bibir wanitanya, pandangannya tiba tiba beralih pada wanita yang berdiri di belakang sofa. Ibunya sedang memperhatikannya. Sontak membuatnya menjauh dari Jisoo dan duduk dengan lebih baik sedikit berjarak dengan Jisoo membuat Yeon Seo tak bisa menahan tawa
"Kau kenapa? Apa yang terjadi denganmu? Kau seperti melihat hantu ketika melihatku disini." ucap Yeon Seo ditengah tawanya
Jisoo dan Lisa pun tertawa melihat kelakuan kakaknya yang membuat geleng geleng kepala.
"Kau memang tidak bisa menahan hasrat kotormu hyung. Kau sangat uuuuhhhh mesum sekali." ucap Lisa
Jisoo memukul lengan Lisa karena malu. "Kau ini"
