10 ( 십 )

36.2K 2.5K 9
                                        


Keributan antara Shasa, Rezi dan Reza pun masih berlanjut,bahkan sedari mereka memulai sarapan hingga kini ketiga manusia itu sampai didepan gerbang sekolah barulah ketiganya berhenti berdebat, dan digantikan oleh pertanyaan yang aneh dari gadis mungil yang berada ditengah-tengah si kembar.

"Bang, seriusan kita sekolah disini?" Ucap Shasa dengan tampang cengonya. Sedangkan si kembar hanya tersenyum paksa mendengar perkataan adik satu-satunya mereka.

"Ya serius dong, Sha. Emang kenapa sih? Jangan aneh-aneh deh." Ucap Rezi yang kini sudah menahan tangannya agar tidak meraup wajah milik Shasa.

"Nggak apa-apa, Shasa cuma nanya aja takutnya kita salah alamat." Jawab Shasa yang kini masih setia menatap sekitar.

"Za, gue boleh kaga sih kekepin si Shasa sampe mangap-mangap? Greget banget sumpah." Bisik Rezi ditelinga Reza.

"Lo gausah aneh-aneh deh, Zi. Yang ada bukan cuma lo yang diamuk sama dia, tapi gue juga." Balas Reza dengan berbisik kembali kepada Rezi.

"Dek, ayo kita masuk kelas takut keburu bell." Ucap Reza, hanya dia lah manusia yang masih mempunyai kewarasan diantara Shasa dan Rezi.

"Oke, ayoo!!!" Ucap semangat Shasa lalu berjalan dengan riang. Tapi baru 6 langkah ia berjalan, gadis itu pun berbalik badan lalu kembali kehadapan Reza dan Rezi.

"Lho, kamu kenapa balik lagi?" Tanya Rezi saat melihat sang adik berbalik arah kehadapannya dan Reza.

"Anu... Itu Shasa lupa kelasnya dimana hehehe." Jawab Shasa sembari menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.

"Abang kira kenapa. Abang aja sampe lupa kalo kamu itu amnesia, yaudah ayo abang anter sampe depan kelas." Kata Reza sambil merangkul bahu mungil Shasa, mereka berdua pun meninggalkan Rezi dan kelemotan pemuda itu sendirian.

Saat Shasa dan Reza sudah lumayan jauh, barulah Rezi tersadar dari kelemotannya.

"Ohh abang lupa kal.... Lah anjir! Gue ditinggal?! sialan emang punya kembaran kek si Reza! Main tinggal mulu hobinya." Ucap Rezi yang baru sadar bahwa ia tertinggal saat ia menoleh kearah samping. Ia pun menyusul langkah adik dan kembarannya tersebut.

✂---------------------------------------------

Setelah Shasa berada di dalam kelas diantar oleh Reza, lalu berkenalan lagi dengan teman-teman sekelasnya, setelahnya menjalani aktivitas belajar-mengajar yang membosankan dan pada akhirnya, waktu yang Shasa tunggu-tunggu pun tiba! Yaitu waktu istirahat dan pergi ke Kantin untuk menuntaskan rasa lapar yang melanda bersama teman baru tentunya.

"Jadi, Jess. Sebenernya gue tuh kaya gimana biasanya? Maksud gue, sifat sama tingkah gue." Tanya Shasa kepada temen si pemilik tubuh yang ia tempati ini.

"Lo itu pendiem, sebelas duabelas sama kak Reza. Tapi kalo lo lagi mood banget, lo bakalan kaya monyet lepas mirip kaya kak Rezi." Ucap Jessna sambil tersenyum.

"Ohh begitu, gue kaga tau hehe"Yaiyalah kaga tau? Orang gue bukan jiwa asli ni tubuh begimana sih?!' Lanjut Shasa didalam batinnya.

Mereka berdua berjalan beberingan dengan dipenuhi canda dan tawa, walau pada awalnya Jessna merasa aneh dengan sifat baru sahabat kecilnya itu, tetapi ia tak mengambil pusing soal perubahan Shasa. Ia malah senang karena sahabatnya bisa seceria sekarang.

'Gue harap lo bakal sebahagia kaya gini selamanya, Sha.' Batin Jessna sembari berharap untuk kebahagiaan sang sahabat. Tanpa sadar gadis itu pun melamun untuk beberapa saat.

"Jess! Ini kita kemana lagi? Gue kaga tau jalan ke Kantin." Ucap Shasa membuyarkan lamunan Jessna.

"Hah?! O-oh itu, kita belok kiri, nahkan udah keliatan ko kantinnya, tuh dia!" Ucap Jessna sambil menarik pelan pergelangan tangan milik sahabatnya.

Saat sampai di pintu masuk Kantin, Shasa dan Jessna membolakan mata mereka. Mereka terkejut karena melihat keributan yang terjadi disana.
'Jangan bilang alur novelnya dah mulai! Anj- ehhh astagfirullah, ga boleh ngomong kasar. Inget lo sekarang bukan lagi di tubuh Natya, jadi jangan sembarangan!' Batin Shasa mengingatkan dirinya sendiri, kalau kini ia sudah berada ditubuh yang berbeda, yaitu tubuh adik dari teman protagonis pria. Jadi ia tak boleh salah mengambil langkah. Entah dalam bentuk ucapan atau tindakan, ia harus selalu berhati-hati.

BERSAMBUNG...

Natya's Second Life [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang