"LHO! ADA UPIN IPIN?!" Ucap Sherianne dengan sangat keras, membuat kedua orang yang ia sebut 'Upin-Ipin' itu menoleh dengan wajah penuh kesal.
Sedangkan pemuda yang membonceng Sherianne hanya menepuk jidat yang terhalang oleh helm full face itu. Bahkan pemuda itu tak habis pikir mengapa ia bisa menyukai gadis aneh seperti Sherianne atau Shasa.
"Sha! Jangan mancing keributan deh, mulut lo suaranya kaya toa juga!" Ucap pemuda itu dan dihadiahi geplakan sayang dari Sherianne.
"Yakan gue ga sengaja, lagian gue bener ko! Mereka itu kaya Upin Ipin bedanya mereka kekar berotot sama gada rambut dua-duanya! Sedangkan Upin Ipin kurus kering terus kepalanya gede ga seimbang sama badan!" Jelas Sherianne dengan nada penuh kesal miliknya. Walaupun ia tak tau ini kesal atau bukan tapi apa pedulinya?
"Terserah lo aja deh, Sha! Kesel gue!" Ucap pemuda itu dengan nada pasrah nya. Demi apapun ia lelah menghadapi kerandoman gadis diboncengannya ini.
"A-Ay! AY! MEREKA JALAN KESINI AY! GIMANA INI?!" Ucap Sherianne dengan nada paniknya, tetapi yang menjadi masalah itu ketika gadis itu panik maka ia akan memukul bahu lawan bicaranya. Contohnya seperti sekarang, gadis itu memukul bahu lebar pemuda didepannya itu dengan keras.
'Sabar-sabar, jangan kepancing emosi... Sabarrr~~' Batin pemuda itu mencoba bersabar akan tingkah heboh nan panik Sherianne.
Karena kehebohan Sherianne, membuat ia dan pemuda itu tak menyadari bahwa dua orang penjaga yang dikatai oleh Sherianne sudah ada didepan mereka dengan tangan yang dilipat didepan dada.
"EKHEM!..."
Oke! Tak ada respon. Sherianne yang sedang heboh dan pemuda yang bersama gadis itu sedang pusing menghadapi sifat heboh dari Sherianne. Membuat kedua orang penjaga disana menggeram kesal karena merasa terkacangi.
"EKHEM!!..."
Sekali lagi salah satu mereka berdehem dengan kencang, tetapi masih sama seperti sebelumnya. Tak ada respon!
"WOYY!!!" Ucap lantang salah satu dari penjaga itu, bahkan teman disampingnya saja sampai menutup telinga akibat suara lantang yang dapat merusak gendang telinga tersebut.
Sherianne dan pemuda yang bersama gadis itu pun menoleh, mereka jelas terkejut. Hilang sudah unsur keren di diri mereka karena wajah terkejut yang merusak semuanya.
"E-ehhh... O-om botak? Apa kabar? Udah lama Shasa ga main lho, kangen nggak? Hehehe... N-ngomong-ngomong bang Bas ada didalem nggak ya?" Ucap Sherianne dengan wajah kakunya, entah kemana keberanian dan kepintaran yang ia miliki sampai harus bersikap konyol seperti itu.
Sedangkan si duo botak hanya menaikan satu alis mereka tanda tak mengerti.
"Sha! Mereka mana kenal kalo lo ga buka tu helm! Dasar bocil!" Ucap pemuda itu menyadarkan Sherianne, lalu gadis cantik itu pun langsung membuka helmnya dan memasang cengiran tak bersalah.
"H-hallo om botak? Masih kenal kan?" Ucap Sherianne yang masih gugup.
Sedangkan kedua pria botak itu berusaha mengingat-ingat siapa gerangan gadis didepan mereka ini, karena wajahnya yang familiar membuat mereka memutar otak untuk mengingat.
"Non Queen?" Ucap salah satu penjaga, lalu mendapat geplakan pada bahunya. Pelaku utama? Siapa lagi kalau bukan temannya yang sama-sama botak.
"Ohh, iya ini teh non Queen! Adi na pak bos." Ucap pria botak yang tadi memukul bahu temannya itu.
Sedangkan Sherianne hanya bertepuk tangan dengan hebohnya. Bahkan pemuda dan roh Shaqueena pun sampai menepuk jidat mereka karena tak habis fikir dengan tingkah random Sherianne malam ini.
"NAHHH SERATUS BUAT OM! Jadi ada bang Bas ga didalem?" Ucap Sherianne yang sudah lelah bertepuk tangan itu.
"Pak bos mah selalu ada atuh, neng. Mari saya anter!" Ucap salah satu pria botak yang berbicara dengan logat sundanya.
Sherianne dan pemuda itu pun lantas turun dari motornya, lalu mengikuti pria berkepala botak tersebut. Sedangkan pria yang satu lagi sedang memarkirkan motor sport milik pemuda yang tadi membonceng Sherianne.
Mereka terus berjalan mengikuti pria berkepala botak didepan mereka, pemuda itu telah membuka helmnya tadi ketika memasuki rumah yang terlihat sudah tua dari luar dan ia pun dibuat takjub saat memasuki rumah tua atau bisa disebut Mansion tua ini.
Interior dari mansion ini bisa dibilang modern-classic, dimana setiap tempat yang pemuda itu lewati hanya diisi oleh decakan kagum dari bibirnya.
"Ay! Cepetan ihh nanti kita ketinggalan jejak om botak!" Ucap Sherianne sambil menarik lengan pemuda itu, membuat si pemuda tersentak dan menyesuaikan langkahnya dengan Sherianne.
Sampai dimana mereka berdiri didepan pintu dengan ukiran-ukiran unik yang menghiasi pintu tersebut.
BERSAMBUNG...
KAMU SEDANG MEMBACA
Natya's Second Life [ END ]
Fantasia[ Transmigration Series #1 ] Bercerita tentang seorang gadis yang ber-transmigrasi ke raga seorang figuran cantik yang namanya saja tidak pernah disebutkan dalam novel. Bingung? Sudah pasti, siapa yang tidak bingung saat ia seharusnya sudah mati...
![Natya's Second Life [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/307550478-64-k244376.jpg)