35 ( 삼십 오 )

8.5K 584 8
                                        

Tandai kalau ada typo, bacanya perlahan ya.
Moga kaga bingung '(*∩_∩*)′

_____________________

Sherianne dan pemuda itu sudah masuk keruangan milik Sebastian. Bahkan mereka sudah menganggap ruangan ini seperti tempat mereka sendiri.

"Nah Queen, tumben kamu kesini? Pasti ada sesuatu bukan?" Ucap Sebastian dengan raut wajah seriusnya, Sherianne dan pemuda itu pun sama. Mereka bertiga memasang wajah serius, membuat tekanan diruangan itu semakin tak enak.

"Sebenernya sih iya, ah! Bagaimana aku memperkenalkan diri ku dulu?" Ucap Sherianne sambil menyeringai, sedangkan Kedua pemuda itu hanya diam. Minus si pemuda asing yang sudah mengetahui siapa itu Shaqueena.

"Maksud kamu ap--"

"Perkenalkan, saya Sherianne Valerius Demelza. Kembaran dari Shaqueena Xaviera Demelza, seharusnya saya sudah tiada ketika baru melihat dunia. Tetapi keluarga lucnut itu malah memanggilku lagi, dan untuk adik ku. Ia tiada ditangan mereka, kau paham bukan? Meski sebentar lagi kau akan mengatai aku gila." Ucap Sherianne dengan santai, tapi berbeda dengan tangan mungil milik gadis itu. Tangannya terus mengepal sampai buku jarinya memutih.

"Aku... Aku sudah tau, kalau Queen-ku sudah tiada karena aku sudah mengawasimu sedari dulu. Jadi, apa yang kau mau Sherianne?" Ucap Sebastian sembari memejamkan mata, luka nya kembali terbuka. Kehilangan sosok Shaqueena adalah hal kedua yang sangat menyakitkan.

"Aku ingin membalaskan dendam adik ku kepada mereka, kau pasti mau kan membantu ku... Tuan Sebastian." Ucap Sherianne sembari menyeringai, ia yakin kalau orang didepannya ini akan berguna untuknya nanti.

"Tentu, apapun akan aku lakukan demi ketenangan adik ku, Queen." Ucap Sebastian sembari menatap mata tajam milik Sherianne.

Sedangkan roh Shaqueena sedari tadi berteriak marah kepada Sherianne, karena menurutnya kakak kembarnya ini sangat bodoh. Bagaimana kakaknya itu rela mengorbankan jiwanya sendiri kepada sosok yang sangat gelap, ia tak ingin berpisah lagi dengan Sherianne.

"KAKAK! AKU MOHON HENTIKAN, JANGAN LAKUKAN HAL INI. AKU TAK INGIN JIWA KAKAK TERJERAT OLEH IBLIS KEPARAT ITU! AKU MOHON KAN!!" Teriak Shaqueena yang sedari tadi melayang disisi Sherianne, ia begitu menyayangi sang kakak.

Rasa sayangnya mengalahkan dendam Shaqueena kepada seluruh keluarganya. Kecuali kepada seseorang diantara mereka.

"Kak Ay! Tolong hentikan kak Eri! Aku mohon... Hentikan kebodohan kakak ku itu!" Ucap Shaqueena sembari melayang disisi pemuda yang selalu bersama kakaknya itu.

Sherianne yang mendengar perkataan Shaqueena pun sudah tak tahan lagi, ia menggebrak meja milik Sebastian hingga menciptakan sebuah retakan kecil disana.

"HENTIKAN SHAQUEENA! SUDAH KU BILANG BUKAN! BERBAGAI RESIKO AKAN KU TANGGUNG ENTAH SEBERAT APAPUN ITU, DAN JANGAN PERNAH MEMBUJUK SIAPAPUN PUN UNTUK MENGHENTIKAN KU!" Ucap Sherianne yang sudah kepalang emosi, ia tak perduli akan pandangan Sebastian dan pemuda bernama 'Ay' itu.

Shaqueena terdiam menangis melihat kemarahan dimata sang kakak. Roh itu menggeleng tanda tak setuju. Ia harus melakukan apapun untuk menghentikan sang kakak, ya apapun!

Satu hal muncul di benak roh itu, hanya satu cara agar bisa menghentikan langkah berbahaya sang kakak. Ia harus menampakan dirinya lalu membujuk Sebastian untuk menolak ajakan Sherianne.

Shaqueena memejamkan matanya, ia sangat serius dengan niatnya. Sampai dimana ia berhasil membuat dirinya terlihat oleh ketiga orang disana.

Sebastian yang melihat roh Shaqueena pun mematung dengan tatapan tak percaya. Seluruh tubuhnya gemetar, bukan! Ia bukan takut, tetapi ia sangat merindukan sosok Queen-nya ini.

"Queen... Queen-nya abang." Ucap Sebastian dengan nada paraunya, membuat Sherianne dan pemuda disebelahnya menoleh kebelakang.

"Dek..." Ucap Sherianne dengan nada lirihnya. Perlahan perasaan yang selalu ia rasakan mulai menghilang, membuat gadis itu tak bisa berekspresi seperti beberapa saat yang lalu.

"Bang bastian, tolong tolak permintaan kak Eri. Queen ga mau kak Eri berkorban sebesar itu, bahkan--" Ucapan Shaqueena tertahan karena melihat isyarat dari Sherianne.

"Maksud kamu apa Queen? Berkorban sebesar itu?" Ucap Pemuda asing yang sedari tadi hanya diam kini mulai membuka suara.

"Jangan katakan apapun, Shaqueena." Tekan Sherianne dengan nada datar nan dinginnya.

Shaqueena yang mendengar ucapan sang kakak hanya diam tak menjawab, ia harus bisa melawan kakaknya. Hanya ini cara untuk menghentikan niat gila sang kakak.

"Aku tekankan sekali lagi Shaqueena Xaviera Demelza! Diam atau aku akan melakukan itu seorang diri." Ucap Sherianne sembari mengepalkan tangannya.

"Ini sebenarnya ada apa?! Pengorbanan apa yang kamu maksud Queen!" Sela Sebastian dengan raut wajah penuh tanya. Ia tak mengerti situasi sekarang ini, semuanya tampak membingungkan untuknya.

"Dia... Kak Eri akan melakukan apapun demi membalaskan dendam ku kepada mereka--"

"Ya? Lalu apa masalahnya? Bukankah niat kakak kembarmu itu sudah benar." Kata Sebastian memotong ucapan Shaqueena.

Lalu jawaban dari roh gadis itu mampu membuat kedua pemuda disana mematung dan menatap Sherianne tak percaya.

"MASALAHNYA? MASALAH ITU ADA DIRESIKO YANG AKAN KAK ERI TERIMA NANTI! KAK ERI HARUS MAU BERSEKUTU DENGAN RAJA DARI PARA KAUM IBLIS, YAITU LUCIFER!! Dan... Dan aku tak ingin kak Eri melakukan hal itu hanya demi kebahagiaan Queen." Ucap Shaqueena dengan menaikan nada suaranya, ia sangat tak ingin Sherianne melakukan hal mengerikan itu demi kebahagiaan nya.

"SHAQUEENA!" Bentak Sherianne untuk kedua kalinya. Sungguh ia sangat tak menyukai sikap adiknya ini.

"Eri, apa yang dibilang sama Queen itu gak bener,kan? Jawab!" Tanya laki-laki remaja itu sembari memegang erat kedua bahu milik Sherianne.

Sherianne menepis kedua tangan yang memegang bahunya itu dengan sedikit kasar, ia memalingkan wajahnya kesembarang arah.

"Ya! Itu semua bener, Ay." Ucap Sherianne dengan nada datar miliknya.

"Kamu... Gadis gila! Bagaimana bisa kamu berpikiran senekat itu, hah?! Kau tau apa yang akan kau dapat setelah semua dendam itu terlaksana! Jiwa mu akan terjerat dalam kegelapan tak berujung! Kau dengar, tak berujung, Sherianne!" Ucap Pemuda itu dengan menahan emosinya, ia sangat ingin memukul pelan kepala gadis didepannya ini agar sadar.

"Lalu... Lalu apa yang harus lakukan demi kedamaian adik ku, hah? Jawab aku! Kau tak akan pernah tau seberapa sakitnya hati seorang kakak saat tau kalau sekarang dia hidup diraga milik adik kembarnya sendiri." Ucap Sherianne sembari menahan sebuah perasaan sedih didalam hatinya, namun gadis itu tak pernah tau apa yang kini ia rasakan.

"Kau tau? Rasanya setiap aku menghembuskan nafasku, maka aku akan terus mengingat kejahatan yang mereka lakukan kepada Queen. Dan untuk membalas mereka aku sangat rela mengorbankan apapun demi kematian serta kedamaian dari kembaranku. Jadi kalian hanya perlu diam, dan mendukung setiap langkah yang aku ambil." Lanjut Sherianne membuat mereka semua terdiam. Shaqueena hanya diam dan menangis mendengar ucapan sang kakak.

"Termasuk mendukungmu menjalani resiko sebesar itu?" Ucap Sebastian yang sedari tadi terdiam. Sherianne menoleh kearah pemuda itu lalu menganggukkan kepalanya dengan mantap.

"Ya, termasuk itu."

NEXT...

Natya's Second Life [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang