Kini tubuh Seanna telah dipenuhi oleh cairan kental putih yang membuat siapapun tau bahwa ia telah dipakai oleh banyak pria dalam satu waktu. Bau cairan itu mengisi udara disetiap sudut ruangan tersebut, membuat siapapun enggan masuk kesana.
'Gue ga kuat, tolong... Siapapun tolong gue' Batin Seanna meminta tolong entah pada siapa.
Mulut wanita itu telah disumpal dengan kain kotor oleh salah satu pria yang beberapa waktu lalu menggagahinya. Entah sudah berapa kali mereka memasuki intinya itu, hanya rasa sakit yang ia rasakan tanpa rasa nikmat sama sekali.
Ia menyesal telah mendorong Shasa dari atas tangga, ia menyesal membuat masalah dengan gadis itu. Dan pada akhirnya hanya penyesalan yang Seanna rasakan.
Tubuhnya terus bergerak mengikuti gerakan pria yang berada diatasnya, wanita itu menangis dalam diam. Seluruhnya telah hancur. Seanna hanya bisa menitikkan air matanya. Tapi sebanyak apapun ia menangis, hanya rasa sakit yang ia rasakan dan bukan kebebasan.
"Cih! Longgar, gue udah ga nafsu lagi sama lo!" Ucap seorang pria yang baru saja menyemburkan benihnya didalam tubuh Seanna.
Kata-kata menyakitkan itu selalu berulang untuk kesekian kalinya, bukan ia yang ingin. Bukan ia yang melebarkan kakinya untuk mereka, justru para pria suruhan itu yang memaksanya. Mereka memakainya tanpa henti, bahkan ketika salah satu mereka tau kalau Seanna kesakitan tetap saja mereka memaksanya.
'Tolong... Siapapun, gue udah ga kuat... Gue mohon keluarin gue dari ruangan terkutuk ini... Gue mohon.' Batin Seanna kembali memohon. Air matanya kembali membasahi pipi membiru dengan sudut bibir yang robek karena banyaknya tamparan yang wanita itu terima.
Untuk kesekian kalinya, tokoh antagonis wanita itu pun memohon pengampunan entah kepada siapa.
❇~❇~❇~❇~❇~❇~❇~❇~❇
Sedangkan ditempat Shasa, gadis itu sedang tertawa bahagia karena lelucon yang abangnya berikan. Untuk sesaat topeng yang ia pakai selama ini pun terlepas. Hari ini adalah hari bahagianya, maka untuk seharian ini ia tak akan memakai topeng gadis polos nan lugu lagi.
"Hahahaha abang... Aduhh udah cukup... Perut adek sakit ini ketawa terus." Ucap Shasa dengan diselingi tawa cantik miliknya.
"Yaudah iya iya! Abang ga akan bikin kamu ketawa, tapi tetep aja lucu lho hahahaha." Ucap Rezi lalu kembali tertawa, membuat Shasa pun ikut tertawa karenanya.
Tak lama datanglah Reza sembari membawa cemilan kesukaan sang adik. Yaitu, Cookies coklat.
"Udah! Udah! Kasian lho Shasa sampe megang perut gitu." Tegur Reza sambil meletakkan nampan yang ia bawa ke meja. Tetapi tetap saja Shasa dan Rezi tertawa seakan teguran Reza hanya angin lalu.
"Adek! Udah ah jangan ketawa lepas kaya gitu, nanti kamu nangis." Ucap Reza dan otomatis membuat tawa milik Shasa mereda. Lalu gadis itu pun menoleh keasal suara Reza.
"Abang dimana sih? Adek bingung." Ucap Shasa sambil mengerucutkan bibirnya, sangat menggemaskan.
"Udah jangan pura-pura, sini jalan ambil camilannya sendiri abang mager." Ucap Reza sambil terus menatap tv didepannya. Membuat Shasa mendengus lalu mulai berjalan kearah Reza.
"Bang, adek cape tau! Sampe kapan coba harus pura-pura kek gini, lagiankan si Seanna udah dihukum sama Isha!" Ucap Shasa kepada Reza saat sudah berada disamping pemuda tampan tersebut.
Sedangkan Reza hanya menghela nafas, lalu menatap lembut sang adik. Yap! Reza dan Rezi tau rahasia Shasa, atau bisa disebut jiwa milik Natya. Kenapa bisa? Ya karena merekalah yang memanggil jiwa kembaran milik adik bungsu mereka.
Natya adalah kembaran Shaqueena yang telah tiada saat ia baru dilahirkan, lalu jiwanya pun menempati raga seorang bayi yang juga dilahirkan diwaktu yang sama dengan nya. Nama asli Natya adalah Sherianne Raneysha Queen Demelza. Gadia licik yang mewarisi semua sifat dan tingkah dari Arez, daddy mereka.
Singkatnya begitu, kalau kalian tak mengerti. Maka dibuat mengerti saja ya, Shasa malas menjelaskan.
"Tunggu sampai semua hama binasa, sayang. Hanya sebentar maka semuanya bisa seperti semula." Ucap Rezi menyela Reza yang hendak menjawab.
"Tapi cape lho, kalian lagi! Masa lakuin ritual gitu aja sampe berbulan-bulan!" Ucap Shasa kembali protes, sedangkan abang kembarnya hanya terkekeh gemas.
"Maaf ya, kamu tau sendiri yang bisa baca mantra itu cuma Rezi. Dan lagi, dia itu bocah pemalas. Jadi butuh waktu buat manggil jiwa kamu kembali. Dan kami juga harus 'menghabisinya' dulu, baru bisa memanggil jiwa kamu agar bisa kembali bersama dengan kami." Ucap Reza sambil memeluk sang adik dari samping. Lalu tak lama Rezi pun ikut memeluk Shasa. Jadilah mereka berpelukan dengan Shasa yang berada ditengah-tengah pria tampan tersebut.
Dan siapa sangka bahwa orang yang telah membunuh anak bungsu atau putri kedua dari keluarga Demelza adalah mereka berdua. Pembunuhan dengan berkedok kecelakaan maut yang menewaskan seorang Shaqueena, putri bungsu keluarga Demelza.
BERSAMBUNG...
KAMU SEDANG MEMBACA
Natya's Second Life [ END ]
Fantasy[ Transmigration Series #1 ] Bercerita tentang seorang gadis yang ber-transmigrasi ke raga seorang figuran cantik yang namanya saja tidak pernah disebutkan dalam novel. Bingung? Sudah pasti, siapa yang tidak bingung saat ia seharusnya sudah mati...
![Natya's Second Life [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/307550478-64-k244376.jpg)